
Ayah Wang Yi tentu saja marah, namun yang membuat Ia baru marah sekarang masih belum ada yang tau temasuk Feng sendiri.
Wang Yi sudah banyak bergonta ganti Wanita dan tentu saja banyak yang Ia nodai kan, lalu dalam kasus kali ini kenapa Ayah Wang Yi marah.
Padahal sejak bertemu dengan Feng saat itu, Wang Yi tak lagi suka main main Wanita dan fokus utamanya adalah menjadi kuat karna Ia merasa sangat jauh dibawah Feng padahal Mereka cuman beda setahun.
Namun entah karma atau apa, ada Perempuan yang tiba tiba datang ke kediaman Wang Yi dan berteriak bahwa Ia dilecehkan dan lebih parahnya lagi Wang Yi sama sekali tak mengenal gadis itu padahal Ia sangat hapal gadis gadis yang Ia nodai.
Ayahnya juga sangat marah mendengar hal tersebut tanpa banyak tanya pada Wang Yi, Wang Yi yang ingin menjelaskan pun tak bisa karna Ayahnya secara tiba tiba menghukumnya keluar kediaman Bangsawan Wang bahkan lebih ke mengusirnya daripada menghukum.
Walau begitu, Wang Yi tetap menggunakan marga keluarga Wang karna alasan tertentu yang Feng juga tak tau pasti.
"Hei hei hei, Itu bukannya Tuan Muda Wang," ucap salah satu Orang disana dengan nada keras sambil menunjuk Wang Yi.
"Bukan, Dia saja sudah diuusir dari Keluarganya bagaiamana bisa Kita masib memanggilnya Tuan Muda Wang, Hahaha..."
"Ya, cih mampus kena karma, siapa suruh suka main Wanita."
"Hahaha... Sekarang Ia tak lebih dari seekor Cacing di air."
Ejekan, hinaan, cacian terlontar dari mulut berbagai Orang kepada Wang Yi yang hanya dapat terdiam menundukkan kepalanya.
Ia tau Ia salah dan Ia tak berniat menjawabnya, Ia juga merasa ini adalah karma karna perbuatannya dimasa lalu.
Seorang Pria dengan pakaian mewah dan banyak Orang dibelakangnya menghampiri Wang Yi dengan langkah angkuhnya.
"Wah wah wah, Tuan Muda Wang, eh salah Kau bukannya bukan Tuan Muda Keluarga Wang lagi kan hahaha..," tawa ejek Ji Yao.
"Hei, Kau tidur dimana tadi malam apakah Kau memohon pada Orang untuk numpang atau Kau tidur di jalanan, bagaimana kalau Kau selanjutnya tidur dikediaman ku, disana ada banyak Kandang kuda lho buat tidurmu, Hahaha.."
Pengikut Ji Yao yang ada dibekang Mereka juga ikut tertawa mengejek dan menghina Wang Yi, disisi lain Feng masih menutup matanya tak melihat namun tentu saja mendengar dengan jelas.
Sedangkan disisi lain, Di Shi yang melihat itu cuek saja, Ia sebenarnya juga jijik pada Wang Yi karna suka bermain Wanita walau sifat Jijiknya lebih banyak ke Ji Yao dibandingkan Wang Yi.
Tak lama kemudian Old Xi datang dengan terbang bersama 4 Orang seumurannya yang tak dikenali.
Semua Orang langsung berhenti dari aktifitasnya dan fokus pada Old Xi dan 4 Orang tersebut, termasuk Ji Yao yang langsung berhenti membully Wang Yi.
"Baiklah perhatian, kali ini, Kita akan melanjutkan ujian tahap 2 dari Turnamen ini," ucap Old Xi.
"Ujian Tahap 2 ini sederhana, Kalian akan dibawa ke sebuah Gunung bernama Gunung Awan Biru, disana Kalian cukup memburu Hewan Buas sebanyak banyaknya dan secepat cepatnya."
"Hewan Buas Tingkat Rendah bernilai antara 1-10 Point, Hewan Buas Tingkat Menengah 11-20 Point, sedangkan Hewan Buas Tingkat Tinggi, jangan pernah sekali kali melawannya jika Kau tak ingin nyawamu melayang."
"Tak ada aturan yang berarti dalam ujian kali ini, Kalian akan berada di Gunung tersebut selama 3 Hari 3 Malam dan bertahan disana, diperbolehkan membentuk kelompok atau bahkan membunuh satu sama lain," ucapan Old Xi kali ini sukses membuat banyak pihak terkejut.
Boleh Membunuh!
"Oh, Apakah ada yang mau mundur dari Ujian ini sekarang, mumpung belum berangkat," ucap Old Xi memandang Pemuda Pemudi didepannya.
Beberapa Orang saling memandang satu sama lain ragu ragu, hingga akhirnya beberapa Orang maju dan mengundurkan diri, Old Xi juga tak mempermasalahkan hal tersebut karna Ia tau Ujian tahap 2 ini memang sangat berbahaya.
Kini yang tersisa untuk mengikuti ujian tahap 2 ini hanya 92 Orang, Old Xi menghela nafas mengangguk setidaknya masih ada yang mau ikut dalam Ujian tahap 2 ini.
"Baiklah, 92 Orang harap membuat 4 barisan, 1 barisan terisi 23 Orang," ucap Old Xi, Pemuda pemudi disana langsung membuat barisan termasuk Feng dan Rara.
Old Xi kemudian melihat ke Empat Orang yang tadi datang bersamanya lalu mengangguk tersenyum.
4 Orang itu langsung bersiul dan bertepuk tangan, kemudian tiba tina entah dari mana asalnya, 4 Burung besar terbang dan mendarat tak jauh dari Mereka.
Raksasa Elang!
Raksasa Elang termasuk Hewan Buas tingkat Rendah yang setara dengan Tingkat Perak lapis 7, badannya yang sangat besar terkadang membuat Elang ini menjadi ketakutan Manusia.
Walau begitu, Elang ini tak agresif dan menyerang tanpa sebab.
"Baiklah, satu persatu naikin Elang ini lalu ikuti arahan Orang Tua disetiap Elang," ucap Old Xi, semua Orang terdiam tak ada yang berani menaikinya hingga akhirnya Ji Yao dengan banyak gayanya maju kedepan.
"Sekumpulan pengecut, naik saja tak berani," sinis Ji Yao mengejek membuat banyak pihak tentu saja marah dan geram, namun tak ada satupun yang berani bicara mengingat siapa Ji Yao.
Ji Yao maju dan naik ke atas Elang tersebut dan anehnya, Elang tersebut tampak membrontak tak tenang saat Ji Yao naik.
Hal tersebut tentu saja membuat banyak pihak diam diam mencibir Ji Yao.
Kemudian yang maju selanjutnya adalah Putri Kekaisaran Bulan, Di Shi.
Bedanya kali ini Elangnya biasa saja tak terpengaruh, hal tersebut tentu saja mengundang decak kagum banyak pihak.
Setelah itu satu persatu Orang menaiki Elangnya masing masing namun ada 1 Elang yang benar benar tak ingin dinaiki, Ia benar benar memberontak saat akan dinaiki termasuk oleh Orang Tua itu.
3 Orang Tua yang lainnya diam karna Mereka tak mungkin membantu mengingat 3 Elang yang Mereka bimbing sudah banyak Orang dan jika Elangnya tak dipimpin akan menimbulkan seuatu yang berbahaya.
Old Xi sendiri langsung membantu Orang tersebut dengan menekan Elang tersebut dengan Auranya, Elang tersebut memang langsung terduduk namun masih tak mau diam dan terus memberontak.
Feng yang melihat itu menghela nafas kemudian menggendong Rara di punggungnya dan maju berjalan kearah Elang tersebut.
Old Xi dan semua Orang yang melihat itu diam tanpa berniat melarang atau apa.
Beberapa Orang bahkan mencibir gaya Feng yang tampak seperti bisa menenangkan Elang tersebut.
...- - -...