
Setelah Raja Serigala itu pergi, Feng berjalan menuju tepi kolam itu kemudian berjongkok untuk mengambil segenggam air dari Kolam Darah Iblis itu, Feng menutup matanya sambil mengalirkan Qi nya ke air di telapak tangannya itu. Perlahan Qi dari tubuh Feng becampur dengan energi di dalam air itu, Feng terkejut begitu mengetahui bahwa energi yang tersimpan di dalam air itu sangat kuat, sejauh ini Ia bau menemukan 2 mata air yang begitu kuat yang pertama tentu saja Air Kehidupan, yang kedua air dari Kolam Darah Iblis tesebut.
"Tapi kenapa Mereka selemah ini?" gumam Feng mengingat betapa lemahnya Ras Serigala Pembunuh itu padahal di tempat Mereka ada mata air sebagus ini.
"Feng Gege!" Saat sedang befikir seperti itu, tiba tiba Rara datang dan langsung memeluk Feng dari belakang, jika itu adalah pelukan biasa mungkin Feng masih sedikit memikirkan tentang air Kolam Darah Iblis itu, namun kini pikirang Feng langsung buyar begitu Rara memeluknya, itu karna... Rara memeluknya tanpa sehelai benangpun di tubuhnya!
Hal itu tentu saja membuyarkan segala fikiran Feng dan langsung menaikkan nafsunya secara drastis, tapi Feng memilih diam untuk mengetahui apa yang akan dilakukan Rara, Rara dengan sengaja justru semakin menempelkan tubuhnya ke tubuh Feng kemudian bebisik di telinga Feng.
"Umm... F-feng Gege..." bisik Rara dengan gugup dan muka memerah.
"Ada apa?" tanya Feng pura pura tak tau maksud Rara.
"Um... Ra-ra mau w-wortel besar..." bisik Rara dengan muka merah sempurna kemudian menyembunyikan mukanya di punggung Feng, Feng tersenyum mengetahui itu kemudian berbalik menatap Rara. Rara yang ditatap seperti itu oleh Feng tentu saja semakin memerah mukanya.
Cup...
"Baiklah, mari Kita lakukan Dual Kultivasi," bisik Feng di telinga Rara, yang membuat Rara tesenyum dengan muka sempurna merah.
- - -
Feng membuka matanya perlahan, Ia mengerti sekarang, Ia mengerti kenapa kolam ini walaupun bagus namun tak membuat perubahan besar pada Ras Serigala Pembunuh, hal itu karna ada sesuatu yang kurang dari Kolam ini. Feng mengangguk setelah mengetahui ini, Ia kemudian mengeluarkan sebotol Air kehidupan yang Ia punya dan meneteskan setetes air kehidupan ke Kolam itu, seketika itu juga perlahan energi yang berasal dari Kolam itu tiba tiba terasa semakin kuat, Feng menutup matanya merasakan itu dengan Qi nya dan tersenyum saat merasakan perubahannya.
Namun tiba tiba Insting Feng menangkap sesuatu yang terasa sangat kuat dan asing di dalam Kolam itu, Feng mempertajam instingnya mencari semakin jauh benda apa itu, Ia menemukannya! Itu tampak seperti sebuah batu berwarna merah tua yang menympan sebuah energi besar.
Feng langsung membuka matanya kemudian menyelam ke tengan kolam itu, namun saat sampai di tengah kolam Ia tak menemukan batu itu, Feng kembali memejamkan matanya menyebarkan instingnya mencari batu itu, Ia kembali menemukannya, itu benar di tengah kolam, namun letaknya justru jauh tertanam di dalam.
Feng kemudian mengayunkan tangannya menghantam tepat di tengah kolam itu, hanya butuh satu kali ayunan tangan Feng untuk membuat lubang sampai nampak batu itu, Feng menjulurkan tangannya ingin mengambil batu tersebut, namun saat menyentuh batu itu, mendadak kesadarannya di tarik hilang.
Kini Feng berada di luar angkasa, penuh dengan planet dan bintang bintang, Feng menatap sekitarnya kemudian secara sama Ia dapat melihat 2 utas cahaya melesat saling bertabrakan, cahaya itu saling menyerang hingga sampai di dekat Feng, Feng dapat melihatnya dengan jelas sekarang. 2 utas cahaya itu adalah 2 Orang Manusia yang tampak tengah terluka parah masing masing.
"Sebaiknya Kau menyerah saja, Kau selamanya tak akan bisa menguasai Semesta ini, Semesta punya aturannya sendiri dan Kau tak akan bisa mengatunya." ucap salah satu Pria dengan pakaian yang tampak seperti seorang Kultivator, sedangkan pakaian satu Orang lainnya tampak seperti pakaian Orang oorang yang Feng seing lihat di Komik atau Game.
"Hmph! Lalu memangnya kenapa?" jawab Pria lawannya itu kemudian menarahkan telapak tangannya ke sebuah Planet di dekat situ, dan dalam sepersekian detik Planet itu tiba tiba hancur, Feng yang melihat itu tentu saja membuka matanya lebar tak percaya, namun belum selesai Ia melihat apa yang akan terjadi selanjutnya, mendadak kesadarannya kembali di tarik hilang.
Feng kembali membuka matanya begitu kesadarannya itu kembali ke tubuhnya, Ia terdiam cukup lama mengingat kejadian yang Ia saksikan tadi, siapa kedua Pria itu? kenapa Mereka begitu kuat? Mistery seperti apa sebenarnya alam semesta ini.
Feng kemudian kembali berenang keluar dan menemukan Rara yang masih berendam menutup matanya, dari aura Rara yang Feng rasakan sepertinya sebentar lagi Rara akan naik tingkat, Feng tersenyum tipis melihat itu.
"Dual kultivasi itu benar benar berguna ya."
Feng kemudian memutuskan untuk kembali berkultivasi juga sambil menunggu Rara selesai naik tngkat.
3 Hari kemudian...
Boom!
Feng membuka matanya tersenyum melihat Rara yang berhasil naik tingkat, satu langkah lagi menuju tingkat langit. Rara juga membuka matanya dan langsung melompat ke pelukan Feng dengan senang, Feng tesenyum memeluk Rara.
"Raraku memang sangat hebat, mau hadiah?"
"Hadiah?"
"Iya, hadiahnya... Wortel besar."
- - -
Feng menggendong Rara yang sudah tertidur dengan pakaian lengkap di pelukannya, Ia berjalan keluar gua sambil menggendong Rara yang sudah tidur dengan nyenyak karna dual kultivasinya tadi dengan Feng.
Raja Serigala yang senantiasa menjaga di depan Gua langsung bangun dan memberi hormat pada Feng.
"Apakah ada kediaman yang bisa di tempati di sini?" tanya Feng, Raja Seigala tentu saja mengangguk dan langsung mengajak Feng menuju kediaman yang memang sudah di siapkan khusus untuk Feng dan Rara, tak perlu waktu lama karna kecepatan Feng dan Raja Serigala, akhirnya Feng sampai di kediamannya, Ia langsung masuk dan membaringkan Rara di atas kasur dan mengecup dahinya kemudian mengajak Raja Serigala keluar.
"Air mata Kalian adalah air mata luar biasa kedua yang pernah Aku temui." ucap Feng.
"Kolam Darah Iblis memang harta luar biasa Tuan, hanya Kelurga, Ras dan organisasi besar yang memilikinya, Tuan bilang itu adalah air luar biasa kedua yang pernah Tuan temui, air apa yang luar biasa Tuan temukan sebelumnya?" tanya Raja Serigala tampak kebingungan, karna setauanya air paling berharga adalah Kolam Darah Iblis itu.
"Air Kehidupan."
"Air Kehiudupan!!"