
Rara tersentak bangun dari tidurnya, nafasnya menghembus tak beraturan. Ia teringat mimpinya tadi, mimpi bertemu Orang yang sangat Ia cintai, dan Ia yakin bahwa tadi bukan sekedar mimpi, Iya yakin itu!
Rara terdiam beberapa saat berusaha mencerna perkataan Feng sekaligus mengatur nafasnya agar lebih teratur, setelah beberapa saat mendadak matanya menatap ke depan dengan tatapan yang dingin, tatapan yang tidak pernah di keluarkan Rara.
"Feng Gege..." gumamnya.
...- - -...
"Ikatan Cinta?" gumam Feng bingung menatap Pemuda itu, Pemuda itu mengangguk.
"Itu bukan hanya sekedar pengorbanan yang sia sia, seperti Kisah kekasih yang rela meminum racun demi kekasihnya yang lebih dulu mati, bukankah itu bodoh? Harusnya Ia membalaskan dulu dendam kekasihnya ke orang orang yang membunuh Kekasihnya justru malah ikutan mati sia sia."
"Ikatan Cinta bukan hanya sekedar itu, melainkan adalah ikatan yang lahir dari perasaan dan pikiran yang berjalan beriringan. Ia berkorban untuk kekasihnya, namun Ia mengambil keuntungan terbesar dari pengorbanan itu. Bahkan Kau tau? Ikatan cinta bahkan masih dapat menyambungkan antara kekasih yang sudah mati dan masih hidup," jelas Pemuda itu, Feng sebenarnya agak bingung dengan penjelasan Pemuda itu panjang lebar tentang cinta, namun kalimat akhir Pemuda itu menarik mintanya.
"Menghubungkan antara yang mati dan hidup?" tanya Feng, Pemuda itu mengangguk.
"Tak perlu Aku jelaskan lagi, Kau pasti tambah bingung. Biarkan Kau mengetahuinya seiring berjalannya waktu."
"Sekarang, apakah Kau tak penasaran dengan identitasku?" lanjut Pemuda itu menatap Feng tersenyum. Feng tersentak, Ia juga baru ingat bahwa Ia sama sekali tak mengetahui identitas Pemuda di depannya.
"Baiklah, ku yakin Kau sekarang ingin mengetahuinya. Tapi kurasa ini bukan tempat yang tepat untuk memberitahumu," ucap Pemuda itu melihat ruangan putih di sekitarnya, "Ya, mari Kita cari tempat lebih baik."
Klik... Pemuda itu menjentikkan jarinya dan dalam sekejap Feng menghilang pecah menjadi cahaya, menyisakan Pemuda itu yang berdiri sendiri terdiam menatap ke atas.
"Hei Kau lihat tadi, Aku sok sok an jadi ahli cinta seperti katamu dulu. Tapi Aku senang, bisa merasakan dirimu di tubuh gadis kecil tadi meski Kita masih jauh dari kata pertemuan kembali, namun yakinlah bahwa Aku akan selalu berusaha membuat Kita kembali bersama...
Dewi Kehidupan."
...- - -...
Alam Manusia...
Sesosok bayangan melintas cepat diantara dahan pepohonan, cepat dan lincah, sesosok bayangan itu terus melesat cepat tanpa bisa dilihat oleh mata manusia. Bayangan tersebut baru berhenti saat mencapai tepi sebuah pulau di depannya.
Ran dan Fay sedang duduk bermeditasi dengan Di Mo memperhatikan didepan Mereka saat merasakan sebuah aura melesat ke arah Mereka. Ran dan Fay langsung membuka mata dengan posisi siaga begitu juga dengan Di Mo.
Wushh... Sebuah sosok muncul di hadapan Mereka, sesosok dengan jubah hitam dan du tanduk di kepalanya. Ran, Fay dan Di Mo langsung menurunkan kewaspadaan Mereka begitu tau sesosok itu. Meski tak terlalu kenal, namun Mereka sudah bertemu beberapa kali saat bersama Feng sehingga Mereka yakin bahwa sesosok di depan Mereka adalah rekan dan tak berbahaya.
"Aku ingin menemui Kaisar Iblis."
...- - -...
Boom! Sebuah ledakkan terdengar dari halaman Istana Raja Iblis, Raja Iblis yang baru sampai di gerabng istananya tersentak kemudian melesat cepat masuk menuju sumber suara.
"R-raja Iblis!" hormatnya sedikot gemetaran, Raja Iblis mengangguk.
"Ada apa?"
"I-itu Tuan!" tunjuk Prajurit itu, Raja Iblis menoleh melihat arah yang di tunjuk Prajurit itu. Seketika Ia terdiam melihat Rara berdiri di tengah lapangan latihan Prajurit Iblis dengan pecahan kepingan batu di sekitarnya. Ia sedikit kaget mengetahui kepingan batu itu.
"Permaisuri bertanya apa latihan terberat Prajurit Iblis pada Kami, awalnya Kami ragu menjawab hingga kemudian Kami katakan bahwa latihan terberat adalah menghancurlan batu latihan. Meski itu bukan yang paling sulit, namun setidaknya itu termasuk latihan paling berat, dan..." jelas Prajurit itu kemudian terdiam melihat ke arah Rara.
Raja Iblis mengangguk Ia tau lanjutannya, Batu latihan memang merupakan batu besar untuk latihan Prajurit Iblis dalam mengetes kekuatannya, batu itu tak pernah hancur meski dengan Prajurit terkuat bahkan Bawahan Raja Iblis sendiri. Mungkin hanya Raja Iblis yang dapat menghancurkan batu tersebut, namun Mereka salah, Rara juga bisa menghancurkannya dalam sekali pukulan.
"Kalian bilang ini tersulit?!" ucap Rara dengan muka dingin, para Prajurit di sekitarnya gemetaran melangkah mundur tak berani menjawab.
"Permaisuri Kau tidak apa apa?" tanya Raja Iblis berjalan mendekat, Ia sedikit terkejut melihat perubahan sifat Rara dari semulai ceria mendadak menjadi dingin, tapi setidaknya itu lebih baik daripada Rara terus bersedih.
"Paman, tunjukkan latihan tersusah Kalian!" ucap Rara masih dengan nada dan wajah dinginnya. Raja Iblis tersenyum canggung, satu untuk panggilan "Paman" dari Rara dan yang kedua untuk "Latihan paling sulit" tersebut.
"Permaisuri, sebenarnya di arah Timur, ada sebuah Lembah dimana lembah itu berisi Hewan Hewan buas yang sangat kuat. Jadi..." belum selesai Raja Iblis menyelesaikan kalimatnya, Rara sudah menghilang melesat cepat ke arah Timur.
"Raja, b-bukankah itu?" tanya salah satu Prajuritnya ragu ragu, Raja Iblis mengangguk menatap ke arah perginya Rara. "Ya, sarang Phoenix."
Semua Prajurit di sekitar Raja Iblis terdiam menahan nafasnya, Mereka jelas tau apa itu sarang Phoenix, tempat paling berbahaya di seluruh Alam Iblis sekaligus tempat latihan Iblis tersusah.
"Raja, bukankah itu berbahaya?" tanya Prajurit Iblis, Raja Iblis menghela nafas.
"Itu satu satunya yang paling cocok untuk menahan Permaisuri, selain itu tentu saja Aku tak akan membiarkan Permaisuri kenapa napa, bilang pada Pasukan bayangan untuk mengirim 3 Orang terkuatnya mengikuti Permaisuri secara diam diam," perintah Raja Iblis, Prajuritnya mengangguk. " Siap Raja!"
Raja Iblis menghela nafas untuk kedua kalinya, Ia jelas merasakan perubahan drastis pada sifat Istri Tuannya itu meski Ka tak tau apa penyebabnya dan apa akibatnya, semoga itu bukanlah hal buruk.
Tiba tiba 3 sosok bayangan muncul di belakang Raja Iblis, bayangan itu adalah 3 Iblis dengan baju jubah hitam, salah satunyaemilii tanduk sebelah kanan sedanglan yang lainnya di sebelah kiri dan yang satunya memiliki 2 tanduk.
"Hormat Raja!" ucap 3 Iblis itu berlutut hormat, Raja Iblis yang melihat Mereka bertiga mengangguk. 3 Iblis itu di sebut Saudara Mematikan, selain Mereka bertiga memang benar benar bersaudara, meski Mereka bukanlah yang terkuat namun Mereka paling mudah menyelinap dan kerja sama Mereka bertiga bahkan membuat Raja Iblis kerepotan saat latih tanding bersama Mereka.
"Saudara Mematikan, Aku ada tugas untuk Kalian," ucap Raja Iblis, 3 Iblis itu mengangguk.
"Ikuti secara diam diam Permaisuri, dan jika keadaan berubah genting langsung selamatkan Permaisuri, Tugas ini nyawa Kalian taruhannya," perintah Raja Iblis dengan dingin, 3 Iblis itu mengangguk.
"Siap Raja!"
...- - -...