The System

The System
Ikatan Cinta Semesta



"Hiks, Feng Gege..." Isak Rara sambil memeluk tubuh Feng erat, lama Rara menangis sambil memeluk tubuh Feng hingga Ia pun tak sadar sudah berapa lama Ia menangis seakan air matanya tak pernah berhenti.


"Dia baik baik saja," sebuah suara membuat Rara sedikit tersadar dan melihat ke arah suara itu berasal, 2 Orang Manusia berdiri di dekatnya.


"Ikatan cinta Kalian ternyata memang kuat sekali ya," salah satu dari kedua Orang itu, Ia adalah seorang Perempuan dengan gaun indah, wajah cantik dan kulit putih serta tubuh yang memancarkan aura keanggunan. Perempuan itu berjalan mendekati Rara dan berlutut di depan Rara kemudian mengelus rambutnya pelan, Rara yang di elus seperti itu oleh Perempuan itu merasakan aura keanggunan tadi berubah menjadi aura keibuan yang membuat hatinya menghangat dan tanpa Ia sadari air matanya yang semula mengalir deras perlahan mereda.


Setelah Rara di rasa cukup tenang, akhirnya satu Orang lainnya, seorang Laki laki dengan jubah mewah dan wajah tampan serta aura kemegahan yang keluar dari tubuhnya, akhirnya bergerak dari tempatnya dan mendekati Feng yang masih terbaring di pangkuan Rara.


Jari telunjuk Laki laki itu terangkat dan menempel pada dahi Feng, seketika sebuah kekuatan berwarna merah muncul dari ujung telunjuk Laki laki itu dan memasuki tubuh Feng. Rara yang melihat itu sedikit panik dan ingin bergerak mencegah, namun Perempuan di hadapannya lebih dulu menahannya dengan kalimat yang meyakinkan dan penuh keibuan.


"Tenang saja, Ia sedang memberikan sesuatu yang tak pernah Ia berikan pada siapapun di Alam ini. Suamimu akan baik baik saja, bahkan Ia akan menjadi yang terkuat di Alam, bukan, Di Dunia ini!"


Cahaya itu terus merasuki diri Feng dan menyelimuti tubuhnya, namun entah mengapa tiba tiba cahaya itu sebagian besar justru kembali keluar dari tubuh Feng dan malah memasuki tubuh Rara. Rara yang merasakan cahaya merah itu memasuki tubuhnya, merasakan perasaab yang sangat nyaman, dan seperti ada sesuatu yang tak kasat mata perlahan mengubah seluruh hidupnya, ya! seluruh hidupnya, mulai dari fisiknya, pemikirannya, hati dan perasaannya, bahkan takdir hidupnya. Rara bahkan sampai memejamkan matanya demi menikmati semua itu.


Perempuan itu berdiri dengan ekspresi terkejut melihat itu, begitu juga Laki laki itu yang tampaknya sudah selesai dengan tugasnya dan mengangkat jari telunjuknya dari dahi Feng, meski cahaya itu tak kunjung hilang dan tampaknya masih berproses dalam tubuh Feng dan juga masih tersambung ke tubuh Rara.


"Kok bisa?" tanya Perempuan itu menoleh kepada Laki laki itu dengan nada kebingungan. Laki laki itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dan menghela nafas pasrah.


"Ikatan keduanya benar benar melebihi apa yang Kita bayangkan, namun sayang, itu berarti 'Rintangan' Dunia yang Mereka alami akan lebih susah di banding Kita," ucap Laki laki itu, Perempuan itu langsung memeluk Laki laki itu dengan erat dan air mata yang menetes.


"Hiks, tak bisakah Kau mencegahnya?" isak Perempuan itu, Laki laki itu menggeleng menghela nafas panjang.


"Aku mengerti, namun Aku tak bisa mencegahnya, itu semua di luar kendaliku," jawab Laki laki membuat Perempuan itu terisak lebih kencang.


"Aku tak ingin Mereka mengalami hal yang sama seperti yang Kita alami," gumam Perempuan itu dengan suara lirih sambil mengusap perutnya, Laki laki itu menghela nafas mencium pucuk kepala Perempuan itu lama dan dalam, mengalirkan perasaan untuk menguatkan dirinya.


"Tenang saja, Mereka jauh lebih baik berkali kali lipat daripada Kita, Kita hanya cukup yakin dan memberikan sesuatu yang terbaik untuk Mereka," ucap Laki laki itu, Perempuan itu melepas pelukannya, menghapus air matanya dan mengangguk dengan mata penuh keyakinan.


"Kalau begitu Mari Kita berikan 'Seluruhnya!'" ucapnya dengan yakin dan semangat berkobar dan mengangkat tangannya yang terkepal erat, Laki laki itu menggeleng sambil tersenyum.


'Sudah lama Aku tak melihat dirinya sesemangat ini," pikir Laki laki itu, terharu dengan sikap Perempuan itu.


Laki laki dan Perempuan itu kemudian mengangkat kedua tangannya dan sebuah energi berwarna merah mengalir keluar dari tubuh keduanya dan beralih memasuki tubuh Feng dan Rara.


"Semoga cinta Kalian akan terus berlanjut terus secara turun temurun," gumam Laki laki itu memandang Feng.


"Kalian pasti bisa! Aku sudah menganggap Kalian seperti Anakku sendiri meski Aku tak pernah merasakan memilikinya, tapi Aku yakin, Kalian pasti bisa!" gumam Perempuan itu menatap Rara dengan tatapan yakin.


...- - -...


Rara mengerjapkan matanya perlahan, membuka matanya.


"Kau tak apa apa?" tanya Dewi Kehidupan langsung bertanya begitu Rara mulai sadar, tentu saja Ia panik karna Ia tak pernah menduga hal ini akan terjadi, mulai dari meningkatnya Rara yang secepat itu, kemudian keadaannya yang tiba tiba pingsan dan aura merah yang tadi menyelimuti tubuhnya saat Ia pingsan, Ia sungguh tak pernah menduga itu.


"Kak, Rara..."


"Ra, Kau baik baik saja?" kali ini sebuah pertanyaan lain muncul namun bukan dari Dewi Kehidupan di depannya, namun dari dalam kepala dan hati Rara, sebuah suara seperti telepati.


"Feng Gege!" ucap Rara terkejut dan rasa bahagia yang memenuhi hatinya, di seberang sana Feng tertawa kecil karna dapat merasakan kebahagiaan Rara itu.


"Feng Gege dimana? Feng Gege baik baik aja? Feng Gege kapan ketemu Rara? Rara kangen sama Feng Gege, Feng Gege kangen gak sama Rara?" tanya Rara bertubi tubi, Feng di seberang sana tertawa mendengar pertanyaan Rara yang tak ada habisnya itu.


"Nanti Aku akan jawab semuanya, sekarang fokus dulu selesaiin latihannya, kalau udah selesai Aku janji Kita akan secepatnya bertemu," jawab Feng, Rara langsung cemberut namun akhirnya mengangguk semangat.


"Baiklah! Aku pasti akan segera menyelesaikan latihannya dan ketemu Feng Gege!" ucap Rara dengan yakin, Feng di seberang sana tersenyum senang.


"Hey Ra? Kok tiba tiba melompat semangat gitu? Kamu gak papa?" tanya Dewi Kehidupan, Rara tak menjawab justru malah menatap Dewi Kehidupan dengan tatapan membara yang membuat Dewi Kehidupan itu sendiri bergidik ngeri melihat tatapan itu.


"Ayo Kita selesaiin latihannya Kak!"


...- - -...


Tempat Feng...


Feng tersenyum menghela nafasnya panjang sambil menutup matanya.


"Apa yang sebenarnya terjadi Feng?" tanya Dewa Kematian yang bingung sama seperti yang terjadi pada Dewi Kehidupan tadi. Feng menggeleng, Ia juga tak paham apa yang terjadi pada dirinya dan perubahan perubahan mendadak Ia dapat Ia rasakan dalam dirinya.


"Aku juga tak mengerti, namun sepertinya Aku mendapat sesuatu yang tak pernah di dapat oleh Makhluk apapun di seluruh Dunia ini, sesuatu yang juga masih sebuah Misteri bagiku."


Namun sepertinya sesuatu dapat sedikit menjelaskan kebingungan Mereka.


[Ding! Tuan berhasil mendapatkan warisan dari Dewa Misteri, Ikatan Cinta Semesta!]


...- - -...