The System

The System
Ratunya



"Ugh..." Rara menggeram, kemudian jatuh tertunduk lebih dalam. Ia merasa perasaan itu semakin lama membuat Ia kehilangan jiwanya sedikit demi sedikit. Ia bahkan perlahan melupakan satu persatu segala sesuatu di hidupnya selama ini, tentang Orang orang yang Ia temui, tentang pengalaman yang Ia lalui, tentang segalanya.


"Feng!" Dewi Kehidupan tersentak, ya, Feng adalah kuncinya! Ia yakin itu!


"Rara!!! Ingat Feng Rara!" teriak Dewi Kehidupan, Ia tak tau apakah Rara akan mendengar teriakannya di dalan sana, tapi Ia harus berusaha agar Rara bisa mendengarnya.


Dewi Kehidupan terus berteriak tanpa peduli apakah suaranya akan terdengar atau tidak oleh Rara. Sedangkan di dalam sana, meski suara Dewi Kehidupan terdengar, namun sayangnya Rara sudah tenggelam terlalu dalam pada perasaannya tersebut membuat suara Dewi Kehidupan itu sama sekali tak memasuki gendang telinganya.


...- - -...


"Kau kenapa?" tanya Dewa Kematian kebingungan saat semakin lama Feng nampaknya semakin merasa kesakitan. Feng menggeleng, Ia sudah menyadari titik kunci perasaan menyakitkan dalam hatinya. Itu adalah Rara!


Ia tak tau apa yang di alami Rara saat ini, namun yang pasti Ia tau bahwa setiap perasaan sakit yang Ia alami dalam hatinya pasti semua karna Rara, karna keadaan Rara yang sedang tidak baik baik saja.


"Ra! Rara!" panggil Feng lewat telepati berkali kali, Ia berusaha memanggilnya terus lewat telepati namun sayang, Ia sama sekali tak mendapat balasan.


Tiba tiba air matanya menetes, perlahan semakin lama semakin deras. Feng menggeleng, tidak! Ini bukan sesuatu yang baik!


Bagaimana? Apa yang harus Ia lakukan? Feng kemudian mencoba mengendalikan dirinya, menenangkan diri dan berusaha berpikir lebih jernih, meski perasaannya sedang kacau balau sekarang.


Feng teringat kembali akan Semut yang Ia sebutkan pada Rara sebelumnya, Ia tak tau apa yang di alami Rara, namun kemudian mendadak Ia teringat akan inti dari seluruh Semut.


Ratunya!


......................


Tik... Tik... Tik...


Mata Dewi Kehidupan terbuka lebar, angka angka itu muncul di dalam kotak di depan Rara. Angka itu mulai menghitung mundur dari 20 detik.


"Ra'er! Ratunya!"


......................


Tapi bagaimana cara menyampaikannya kepada Rara? Hal itu yang Feng pertanyakan sekarang, sedangkan lewat telepatinya saja sama sekali tidak bisa.


Ikatan Cinta Semesta!


Feng teringat akan itu. Ia tak tau apa itu Ikatan Cinta Semesta, namun yang pasti itu pasti sesuatu yang menghubungkan Ia dan Rara, menghubungkan Mereka paling kuat. Tapi bagaimana cara menggunakannya?


Feng diam, menenangkan dirinya kemudian menutup matanya. Ia tanpa bisa Ia kendalikan, pikirannya melayang bernostalgia dari semula Ia mengenal Rara, perlajanan Mereka, perjuangan Mereka, air mata, canda tawa, seluruh cerita Mereka yang Mereka lalui hingga saat ini. Tanpa Feng sadari, saat mengingat itu perlahan tubuhnya bersinar berwarna merah terang, Dewa Kematian yang melihat itu saja bergeser sedikit lebih jauh.


Meski tak tau apa yang terjadi pada Feng saat ini, namun yang pasti Ia merasa bahwa itu tidaklah berbahaya justru malah sinar itu terasa menghangatkan dan sangat nyaman. Hal yang membuat Dewa Kematian lebih terkejut adalah cahaya yang keluar dari tubuh Feng itu menyembuhkan semuanya, ya, semuanya.


Luka luka Dewa Kematian dan Qi nya yang habis tadi perlahan sembuh dan terisi seperti semula. Bukan itu saja, tanah di sekitar Mereka yang semula gersang bekas pertarungan perlahan menjadi hijau kembali, mayat mayat dan darah yang bertebaran menghilang di gantikan bunga bunga yang perlaha tumbuh indah.


Wushhh...


Feng membuka matanya, Ia terkejut melihat badannya kini yang masih terduduk terdiam di bawah sana.


Ya, Rohnya kini terpisah dari tubuhnya.


Kini fokus utamanya adalah Rara!


Tiba tiba Roh Feng terasa tertarik sesuatu dan dalam kedipan mata, Ia muncul di hadapan Rara yang terpekur menunduk dalam dengan mata menatap kosong tanpa sedikitpun cahaya.


"Ra'er! Ratunya!" teriak Feng kemudian rohnya bergerak memeluk Rara dengan erat, air matanya tumpah tanpa Feng bisa tahan dan mengalir deras.


Dewi Kehidupan yang dapat melihat roh Feng tersebut sangat terkejut, ini benar benar di luar nalarnya! Diluar apa yang bisa Ia perkirakan, namun waktu menunjukkan tinggal 2 detik lagi. Apakah sempat Feng membantu Rara?


Namun, keajaiban cinta itu benar benar ada dan cinta sejati akan selalu merasakannya.


Tepat di detik terakhir sebelum waktu itu habis, suara Feng itu bagaikan roket yang di tembakkan cepat menuju langit. Suara itu masuk kedalam jiwa Rara, terus melesat secepat cahaya, masuk ke dalam sisa jiwa Rara yang tinggal sekeping dan akan segera hancur. Namun itu berhasil menahan jiwa itu menuju kehancurannya, justru malah membuat jiwa itu mendadak bersinar terang.


Ratunya!


Ya! Apakah Kau melupakan Ratu Semut? Semua Semut memiliki satu inti yang sama, Ratunya! Semua Semut berkerja, mencari makan, merawat telur, melakukan segala sesuatunya demi Ratunya dan yah, jiwa Mereka itu adalah Ratunya.


Maka seperti itu juga Rara, Ia tadi lupa, bahwa segala sesuatu yang Ia perjuangkan selama ini, mulai dari awal perjuangannya, seluruh susah senang, tawa dan air matanya semuanya adalah tentangnya dan Feng. Inti sari kehidupannya tentang Feng, jiwa dan raganya milik Feng.


Terakhir, Ia benar benar tak pernah menyesal atau lelah atas semuanya karna semua itu Ia lakukan dengan satu alasan.


Feng!


Wushhh... Jiwa sekeping itu bersinar terang, bercahaya indah dan setiap cahayanya mengenai kepingan jiwa jiwanya yang lainnya, membuat kepingan kepingan lainnya tertular cahayanya dan ikut bersinar terang.


Jiwa yang menyinari seluruh jiwa.


Dari sekeping jiwa, menjadi seluruh jiwa, dari seluruh jiwa ke seluruh badan dan dari seluruh badan menuju seluruh Dunia.


Feng tersenyum lega menghapus air matanya, Ia mencium pucuk kepala Rara dengan lembut, cahaya itu sungguh hangat dan nyaman membuat Feng merasakan seluruh perasaan yang pernah Ia rasakan bersama Rara namun meski perasaan itu justru menjadi perasaan cinta dan sayang yang tiada bandingnya.


Dewi Kehidupan yang melihat itu tersenyum lega dan terduduk menghela nafas panjang, Ia tak percaya dan kini Ia benar benar tak pernah menyesal hidup di Dunia ini setelah menyaksikan itu.


Menyaksikan Cinta Sejati yang sebenarnya.


Perlahan, Roh Feng menghilang, tertarik kembali melesat menuju badannya meninggalkan Rara yang telah berhasil memperbaharui jiwanya.


Ya, Jiwanya yang hancur tadi sejatinya tengah di bangun ulang dengan versi yang lebih baru dan akan membuat efek besar dalam dirinya. Feng tak sempat menyaksikan itu, namun kelak saat bertemu kembali Ia akan merasakan perubahannya.


Perubahan menuju Rara versi terbaru dirinya.


...----------------...


**Assalamualaikum...


Gimana Puasanya sejauh ini? Udah ada yang bolong?


Maaf yah kalau Ceritanya masih membosankan.


Karna Author sedang menyalurkan perasaan Author saat ini yang sedang bersedih hehe**...