
"Baiklah... Seluruh calon murid baru bersiap siap melaksanakan ujian terakhir yaitu ujian duel bertarung. Masing masing murid akan mendapat 5 lawan secara acak dan 50 Orsng terakhir resmi menjadi Murid Akademi Dewa!"
Setelah pengumuman oleh panitia tersebut, Feng dan Rara dapat merasakan perasaan perasaan sangat bersemangat dari berbagai peserta didekatnya. Bahkan satu dua sudah mulai mengeluarkan auranya untuk mengintimidasi yang lainnya.
"Oh, bagi yang mendapat tempat 10 besar maka Ia berhak memasuki kolam suci dan tambahan pengumuman, pengecualian untuk tiga peserta dari arena pertama tadi hanya perlu melawan 3 orang secara acak," tambah Panitia itu, Feng langsung menoleh menatap Rara begitu mendengar pengumuman tersebut sedangkan Rara hanya nyengir lebar.
Ujian terakhirpun dimulai, seorang laki laki dengan badan besar dan sebuah kapak melompat masuk ke arena menatap orang orang di sekitarnya.
"Majulah! Biarkan Aku menang dengan cepat!" ucapnya mengarahkan auranya ke seluruh Orang disana, menatap menantang. Orang orang tentu saja merasa tertantang dan salah seorangnya melompat naik ke atas arena.
"Salam kenal, Aku Xiao Li dari sekte Pedang!" ucap Orang tersebut menangkupkan kedua tangannya, lawannya hanya mendengus kesal kemudian tanpa aba aba langsung maju menyerang, mengarahkan tinjunya ke Tang Li. Tang Li dengan lincah berusaha menghindar dan bertahan dari serangan pria berbadan besar tersebut.
Namun semakin lama, Xiao Li merasa semakin terpojokkan sehingga Ia langsung menarik pedangnya dan mengambil jarak dengan Pria besar tersebut.
"Tebasan menyilang!" Ia langsung mengeluarkan jurusnya dan energi pedang berbentuk silang keluar dan melesat cepat menuju Pria berbadan besar tersebut.
Boom! Suara ledakkan itu terdengar keras hingga membuat debu mengepul dan arena itu tertutupi. Semua orang menatap pertandingan itu dengan semangat, apakah Pria tadi sudah kalah?
Namun saat debu menghilang, semua Orang terkejut melihat Pria berbadan besar tadi masih berdiri tanpa tergores sama sekali.
"Heh, hanya seginikan kemampuan dari sekte pedang?" tanya Pria berbadan besar tersebut kemudian mengangkat kapaknya dan menghantamkannya ke tanah membuat retakan besar yang mengarah ke Xiao Li. Xiao Li tentu saja dengan cepat berusaha menghindar namun belum sempat Ia kembali mengambil posisi setelah menghindar tersebut, Pria berbadan besar tadi sudah muncul didepannya sambil mengayunkan kapak miliknya.
Tranggg... Bunyi aduan kapak dan pedang terdengar keras, Xiao Li nampak berkeringat kesusahan menahan serangan Pria berbadan besar tersebut. Sedangkan Pria berbadan besar itu nampak tersenyum meremehkan.
Krekk... Boom! Benar saja, setelah beberapa saat pedang Xiao Li tersebut nampak retak dan kemudian patah. Xiao Li terlempar kebelakang jatuh dari arena. Pria berbadan besar itu tertawa meremehkan mengacungkan jempol terbalik ke arah Xiao Li.
"Heh ternyata sekte pedang memang benar benar selemah ini!" ucap Pria berbadan besar tersebut keras, Orang orang yang berasal dari sekte pedang nampak marah dihina seperti itu, tapi apalah daya, Mereka tak ada yang berani maju.
Wushh... hembusan angin bertiup kencang saat seseorang sudah berdiri diatas arena. Seseorang yang dengan baju sekte pedang sama seperti yang dipakai Xiao Li tadi. Ia menatap Pria besar itu dingin.
"Hahaha... Sekte pedang lagi?" tawa Pria besar itu, laki laki dari sekte pedang didepannya hanya diam sebelum akhirnya ronde itupun dimulai. Begitu dimulai, hanya dalam satu kedipan mata Pria itu sudah sampai dibelakang pria berbadan besar tersebut. Semua Orang yang melihat kecepatan tersebut menahan nafasnya terkejut, termasuk Pria besar itu yang langsung memegang lehernya yang sudah berdarah akibat goresan. Ia menggertakkan giginya berbalik menatap Orang dari sekte pedang itu marah.
"Aku Xiao Ang, mohon bimbingannya," ucap Xiao Ang dingin, Pria berbadang besar itu bertambah marah dan mengeluarkan seluruh auranya untuk menekan Xiao Ang tersebut.
"Xiao Ang, sepertinya nama ini tak asing," bisik salah satu penonton, temannya yang lain nampak mengangguk setuju.
"Bukankah itu Xiao Ang, si jenius pedang!" ucap yang lainnya, semua Orang yang mendengar itu nampak terkejut.
"Permisi, bolehkan Aku bertanya siapa itu Xiao Ang?" tanya Feng ramah ke orang disebelahnya.
Boom! Belum sempat orang tadi menyelesaikan penjelasannya, sebuah suara hantaman besar terdengar dari arena. Bukan hanya dapat bertahan dari serangan Pria besar itu, bahkan Xiao Ang berhasil memukul mundur Pria besar itu.
"Hidup kak Xiao Ang!"
"Hidup Sekte Pedang!"
Orang orang dari sekte pedang berteriak bersahut sahut menyemangati Xiao Ang. Pria besar itu kembali bangkit dan kini Ia benar benar nampak marah. Siluet kerbau keluar dari dalam tubuhnya, badannya mendadak nampak kembali membesar berkali kali.
"Kerbau Dewa! Pantas saja Pria besar itu sangat kuat!" ucap para Penonton. Feng langsung bertanya kepada sistem mengenai kerbau Dewa tersebut.
[Kerbau Dewa : Salah satu hewan dengan kekuatan paling kuat di Alam Dewa]
Feng mengangguk melihat informasi tersebut, Ia kemudian kembali menatap arena pertarungan tersebut. Xiao Ang sama sekali tak nampak terkejut ataupun takut melihat Pria besar tersebut. Siluet manusia dengan pedang di genggamannya keluar dari dalam tubuh Xiao Ang, semua Orang yang melihat roh beladiri Xiao Ang tersebut dapat merasakan ketakutan dan kekuatan dari Roh beladirinya tersebut.
"Roh beladiri legendaris, Dewa Pedang!"
Kini seluruh penonton senyap menatap arena pertarungan tersebut, semua Orang menunggu dengan deg deg an akan pertarungan selanjutnya.
"Kapak Penghancur Bumi!" ucap Pria besar tadi mengeluarkan jurusnya, kapak yang Ia pegang nampak bersinar terang dan Ia maju melesat dengan cepat ingin mengayunkan kapaknya ke arah Xiao Ang. Xiao Ang masih berdiri ditempatnya dengan tenang kemudian bibirnya tertarik menjadi sebuah senyuman tipis.
"Niat Pedang!"
Wushh... Xiao Ang kembali menghilang dan muncul kembali dibelakang Pria besar itu sedangkan Pria besar itu sudah terdiam masih dengan kapak digenggamannya. Orabg orang yang melihat itu nampak terdiam bingung dengan apa yang terjadi namun Feng sendiri sudah melihat semuanya dengan cukup jelas.
"Ia sudah kalah," gumam Feng, benar saja setelah itu ribuan luka muncul di tubuh Pria besar itu memancarkan banyak darah. Tak hanya itu kepak yang Ia bawa tadi sudah kehilangan cahayanya dan hancur berkeping keping. Semua Orang yang melihat itu ternganga kaget, sungguh mengerikan.
"Lumayan," gumam Feng, semua Penonton langsung bersorak begitu Pria besar tersebut sudah jatuh tak sadarkan diri digenangan darahnya.
"Hidup Xiao Ang si Jenius Pedang!"
"Hidup Sekte Pedang!"
Xiao Ang tersenyum tipis kemudian melangkah turun arena.
...- - -...