The System

The System
Turnamen 10



Rara kemudian berjalan naik ke atas Arena dengan senyum manisnya, hal itu tentu saja sukses membuat seluruh Orang, baik Laki laki, Perempuan, Tua, atau Muda meleleh dibuatnya.


Feng menggelengkan kepalanya tak berdaya saat melihat tingkah Rara tersebut, disisi lain seorang Perempuan cantik juga menaiki Arena.


Di Shi!


Seluruh Penonton bersorak ramai saat melihat lawan Rara adalah Di Shi, Dewi vs Dewi.


Siapa yang tak tertarik melihat hal tersebut, 2 kecantikan yang saling bertanding.


Di Shi yang terkenal sebagain jenius no 1 di Kekaisaran Bulan dan Rara yang merupakan Gadis kecil yang berhasil membuat semua Orang terpikat olehnya.


Kaisar Di yang merupakan Kaisar Kekaisaran Bulan dan juga Ayah Di Shi juga tampak tertarik melihat hal tersebut apalagi setelah mendengar laporan Putri dan Pengawalnya tentang Gadis kecil yang menyelamatkan Di Shi serta membunuh Hewan Buas setingkat Bumi dengan mudah.


Patriak Sekte Besar juga tampak tertarik, namun bukan karna kekuatan melainkan kecantikan keduanya.


Old Xi tersenyum lebar melihat hal tersebut, Ia juga sangat penasaran dengan kekuatan Gadis kecil itu namun walau begitu Ia paling penasaran dengan Pemuda yang bersama Gadis kecil tersebut.


Di atas Arena, Di Shi dan Rara sudah saling berdiri berhadapan dengan Old Xi sebagai wasitnya, Di Shi benar benar merasa semangat karna akan melawan lawan yang kuat apalagi setelah melihat kemampuan Rara kemarin.


Ia yakin akan kalah dari Rara, namun Ia tetap ingin melatih batasnya dengan melawan Rara.


Mereka saling membungkuk memberi hormat.


"Ingat! Tak ada peraturan yang ada hanya larangan, di larang membunuh dan menyerang jika lawan sudah menyerah atau tak sadarkan diri," ingat Old Xi.


Seluruh Peserta mengangguk paham, begitu juga Rara dan Di Shi yang akan segera bertarung.


"Baik, 3... 2... 1... Mulai!" ucap Old Xi kemudian melompat mundur.


Di Shi langsung mengeluarkan Roh Bela Dirinya yaitu Elang Bulan Salju sedangkan Rara hanya melonpat mundur menjaga jarak.


Arena tampak sepi sejenak sebelum Di Shi mengangkat tangannya, bola dari Element Es tercipta di telapak tangan Di Shi dan Ia langsung melemparnya ke Rara.


Orang orang yang melihat itu beberapa terkejut karna Di Shi tampak sangat waspada dan langsung mengeluarkan seluruh kemampuannya padahal lawannya tampak santai saja.


Wussh...


Bola itu melesat dengan cepat menuju Rara, Rara tersenyum kemudian mengibaskan tangannya membuat bola tersebut langsung terpental menabrak dinding Arena.


Boom!


Seluruh Orang yang melihat hal tersebut tak tahan untuk tak terkejut dengan mulut menganga, kini Mereka juga penasaran dengan kekuatan Gadis kecil diatas Arena tersebut.


Rara tanpa berkata kata, langsung melesat berlari menuju Di Shi.


Di Shi memasang kuda kuda bersiap menyambut serangan Rara, namun saat sudah dekat Rara justru berhenti membuat seluruh yang menonton terdiam bingung.


Klik...


Rara menjentikkan jarinya kemudian secara tiba tiba, sulur sulur keluar dari Tanah mengikat kaki, tangan, tubuh Di Shi.


Di Shi yang terikat coba melepaskan dirinya namun ikatan yang kuat membuatnya susah melepaskan diri.


"Tubuh Es!"


Di Shi mengeluarkan jurusnya, tubuhnya kemudian nampak Aura biru yang langsung membekukan sulur sulur yang dibuat Rara.


Krak...


Ctar...


Sulur sulur itu membeku kemudian pecah karna membeku, Di Shi menatap Rara dengan tatapan semangat.


Di Shi kemudian mengangkat tangannya dan perlahan sebuah Pedang Es tercipta dari tangannya.


Di Shi kemudian berlari menuju Rara sambil mengayunkan Pedang Es nya tersebut.


Slash..


Slash..


Slash..


Di Shi terus berusaha menebas Rara dengan Pedangnya namun Rara dengan mudahnya selalu menghindar dari tebasan Di Shi.


Orang orang yang melihat hal tersebut berdecak kagum, apalagi melihat gerakan menghindar Rara yang begitu halus dan indah.


"Hah... Hah... Hah..," Di Shi melompat mundur dengan nafas terputus putus.


Rara juga melompat mundur namun tampak biasa saja.


"Ra! selesaikan cepat atau Wortelnya gak jadi!" teriak Feng membuat semua Orang menoleh menatap Feng.


Rara yang mendengar hal tersebut mengangguk dengan cepat dan antusias, Rara dengam kecepatan yang tak dapat di tangkap mata tiba tiba muncul didepan Di Shi dan melayangkan tinjunya ke perut Di Shi.


Buk!


Boom!


Di Shi terpukul terbang hingga menabrak pembatas Arena, dan langsung tak sadarkan diri.


Orang orang yang melihat hal tersebut menahan nafasnya, Arena mendadak sunyi seketika seluruh Orang melihat itu.


"Ehem... Pemenangnya adalah Rara!" umum Old Xi membuat seluruh Penonton langsung riuh.


Di kursi kehormatan, Kaisar Di yang melihat Putrinya kalah tak marah sedikitpun bahkan Ia terkesan senang karna dengan hal tersebut pasti Putrinya akan lebih semangat berlatih lagi.


Patriak Sekte besar juga tampak menatap Rara dengan tatapan tertarik, tentu saja setelah Turnamen ini Mereka akan langsung berlomba lomba merekrut Rara.


Rara sendiri kini tengah berjalan ke arah Feng lalu melompat kepelukan Feng dan menatap Feng dengan tatapan berbinar.


Feng tertawa kecil lalu mengeluarkan sebuah Wortel yang tadi Ia telah beli dari System.


Rara langsung menyambar Wortel tersebut dengan atusias lalu mengigitnya dengan cepat.


"Enak!" ucapnya antusias lalu kembali mengigitnya.


Orang orang yang memperhatikan hal tersebut tertegun karna tampak jelas raut wajah Rara yang seakan tak terjadi apa apa padahal Ia sudah mengalahkan jenius no 1 di Kekaisaran Bulan.


...- - -...


Turnamenpun terus berlanjut...


Walau hanya ada 5 pertandingan, namun hal tersebut sudah membuat tontonan menarik karna setiap Peserta adalah jenius.


Tak ada yang menarik dari babak kali ini, kecuali pertandingan Rara dan Di Shi.


Bahkan pertandingan Feng pun tak tampak terlalu menarik karna Feng sengaja mengaturnya untuk tampak seperti biasa.


Namun ada satu pertandingan yang membuat semua Orang yang melihatnya tak tahan untuk tak mengumpat dalam hati.


Itu adalah pertandingan Ji Yao melawan seorang Murid Perempuan dari Sekte Malam Gelap, Ji Yao dengan sengaja merobek robek pakaian Gadis tersebut hingga membuat Gadis tersebut malu.


...- - -...