
"Saudara Feng, apa yang akan Kita lakukan setelah ini? pasti Tuan Kota akan mencari Kita," ucap Wang Yi sedikit cemas.
Feng tersenyum lalu menelan rotinya.
"Kalau begitu Kita yang harus mencari Tuan Kota tersebut," ucap Feng santai.
Wang Yi membuka matanya terkejut.
"Jangan bilang kalau Saudara Feng ingin menyerang Tuan Kota secara langsung!" seru Wang Yi tak percaya.
"Kalo iya kenapa?" balas Feng.
"Saudara Feng, Kau tak taukah kalau Tua-"
"Berhubungan dengan Organisasi Racun Emas?" potong Feng, Wang Yi mengangguk.
"Hm... Kalau begitu Kita juga akan sekalian mampir di Organisasi itu, Aku ingin tau kekuatan Organisasi tersebut," jawab Feng, Wang Yi menghela nafasnya begitu mendengar ucapan Feng.
Selama beberapa hari bersama, Wang Yi sudah sedikit memahami kepribadian Feng, contohnya Feng melakukan apapun yang baginya benar dan menentang apapun yang baginya salah.
Namun ada satu hal yang membuat mental Wang Yi tertekan saat dekat dengan Feng dan Rara, hal tersebut adalah Ia merasa hanya beban di antara Pasangan Monster ini.
Kekuatan Feng dan Rara sudah jelas sangat jauh darinya, hal tersebut yang membuat batinnya sedikit tertekan dan Feng menyadari itu.
"Berusahalah kalau Kau tak ingin menjadi beban," ucap Feng kembali mengunyah rotinya.
Wang Yi mendongakkan kepalanya menatap Feng dengan raut wajah terkejut.
"Aku melihat sedikit potensi dalam tubuhmu itu sebabnya Aku membantumu," ucap Feng lagi.
Wang Yi mengangguk paham kini tekadnya perlahan kembali.
Glek..
Rara menelan rotinya lalu menatap Wang Yi dengan mata polosnya.
"Bermimpilah dan kejar selalu mimpi itu," ucap Rara tersenyum polos, Wang Yi mendengar kata Rara mengangguk semangat.
"Tapi bisa jadi itu hanya mimpi," sambung Rara.
"Pffft.... Hahaha..," Feng langsung tertawa begitu mendengar hal tersebut berbeda dengan Wang Yi yang wajahnya sudah berubah datar begitu mendengar hal tersebut.
Feng tertawa sambil mengacak ngacak rambut Rara, sedangkan Rara hanya tersenyum lebar walau tak paham apa yang lucu.
Wang Yi melihat Feng dan Rara dengan tatapan haru, tiba tiba muncul niat di hatinya untuk membantu Feng walau sekali dan harus menggunakan hidupnya.
Bagi Wang Yi, Feng dan Rara adalah Pasangan unik dimana Mereka berbeda jauh baik itu sifat, sikap, dan umur.
Namun dari keunikan itu Mereka berdua dapat saling memahami serta mengeratkan hubungan satu sama lain.
...- - -...
Rumah Tuan Kota Bulan Emas
"Beraninya!" seru Tuan Kota marah.
Ia benar benar marah saat tau Anak kesayangannya di serang oleh seorang Pendatang baru di Kotanya.
Sayangnya Tuan Kota belum benar benar tau bahwa Feng, Wang Yi dan Rara adalah Peserta yang ikut ke Daratan Hitam atau dengan kata lain Mereka secara tak langsung dibawah naungan Kekaisaran.
Tepat beberapa menit yang lalu, Ia yang sedang mengadakan rapat bersama beberapa Orang petinggi Organisasi Jarum Racun di kejutkan dengan Prajuritnya yang masuk dan mengatakan bahwa Tuan Muda Luo terluka.
Tanpa berkata kata, Tuan Kota Luo tersebut langsung mencari Anaknya dan mebemukan Anaknya yang sudah tak sadarkan diri dengan tangan patah.
Hal tersebut membuatnya langsung meminta Petinggi Organisasi Jarum Racun untuk mengirim Orangnya mencari yang melukai Anaknya.
Petinggi Jarum Racun setuju lalu mengirim beberapa Orang pada Tingkat Perak untuk mencari dan membunuh Feng, Rara dan Wang Yi.
...- - -...
"Baiklah, Ra'er temani Saudara Wang untuk berkunjung ke Rumah Tuan Kota, jika ada yang tak Ra'er sukai tebas saja langsung," ucap Feng tersenyum psikopat, Rara mengangguk balas tersenyum.
Wang Yi yang berada di bekang Mereka langsung merinding mendengar dan melihat itu.
"Benar benar Pasangan Monster," gumam Wang Yi.
"Oh, Kau ingin kemana Saudara Feng?" tanya Wang Yi pada Feng.
"Aku ingin berkunjung dulu ke Organisasi itu," jawab Feng sambil tersenyum, Wang Yi menunjukkan raut wajah terkejutnya.
"Ta-"
"Sudahlah, Kau ikut saja bersama Rara untuk sedikit bermain ke Kediaman Tuan Kota tersebut," potong Feng menatap tajam Wang Yi, Wang Yi mengangguk dengan patuh kemudian berjalan bersama Rara menuju Kediaman Tuan Kota.
Feng sendiri langsung berbalik dan melesat mencari letak Organisasi tersebut.
[Ding! Letaknya ada di salah satu Gudang besar di barat Kota Tuan]
Feng mengangguk kemudian melesat menuju barat Kota Bulan Emas.
...- - -...
Organisasi Racun Emas
"Aku sedikit bingung, kenapa tiba tiba Tetua menyuruh Kita membunuh seorang Pendatang," ucap Orang dengan jubah bewarna emas.
"Ya, Kau bingung tapi Kau senang bukan," sinis salah seorang berjubah emas didekatnya juga.
"Hehehe... Tentu saja, membunuh itu sangat nikmat," jawab Orang itu terkekeh.
"Kau benar, membunuh itu sangat nikmat," sebuah suara terdengar menyahut.
"Tentu sa-" mata Orang orang berjubah emas itu terbuka lebar kemudian langsung memasang sikap waspada.
"Keluar Kau pengecut!" teriak marah Orang jubah emas tersebut.
Wussh...
Secara tiba tiba seorang Pemuda dengan rambut hitam dam mata hitamnya muncul dari bayangan didepan Mereka.
Hal tersebut tentu saja membuat Mereka terkejut dan langsung memasang sikap waspada.
"Siapa Kau?!"
"Heh, bukankah Kalian di tugaskan mencariku," jawab Feng tersenyum seram.
Orang orang berjubah emas itu terdiam samling berpandang satu sama lain kemudian dengan cepat langsung mengelilingi Feng.
Feng sendiri tersenyum sinis begitu tau Orang orang tersebut langsung mengepung dirinya begitu mendengar bahwa Feng adalah Orang yang ditugaskan Mereka untuk dibunuh.
"Maka bersiaplah untuk mati!"
Orang orang berjubah tersebut dengan cepat menyerang Feng, namun bagi Feng gerakan Mereka tentu saja sangat lambat sehingga Ia dengan sangat mudah menghindarinya.
"Hm... Aku bosan dengan permainan Kalian," ucap Feng mengangkat tangannya.
Kemudian bilah bilah Qi dari elemet Angin muncul di sekililing Feng.
"Membunuh itu nikmat," gumam Feng tersenyum.
Wussh...
Zrassh...
Bilah tersebut langsung memotong Orang orang tadi menjadi dua bagian.
[Ding! Membunuh 4 Pendekar Tingkat Perak : 250 Point]
[Sisa Point : 7.250]
Feng tersenyum kemudian menatap Gudang dihadapannya yang merupakan markas Organisasi Racun Emas.
"Membunuh itu nikmat, Membantai itu anugrah," gumam Feng lalu berjalan masuk ke dalam Gudang tersebut.
...- - -...
Di tempat lain atau lebih tepatnya di depan gerbang kediaman Tuan Kota, tampak seorang Pemuda, Gadis kecil dan 2 Orang dewasa yang sedang menodongkan tombaknya ke Gadis kecil dan Pemuda tersebut.
Yap, itu adalah Wang Yi dan Rara yang kini tengah berhadapan dengan Penjaga gerbang kediaman Tuan Kota tersebut.
"Siapa Kalian dan perlu apa?" ucap Penjaga Gerbang tersebut menodongkan Tombaknya psda Rara dan Wang Yi.
"Kami ing-"
Wusssh...
Zrasssh...
Ucapan Wang Yi langsung terpotong saat Rara melambaikan tangannya memotong 2 Penajaga tersebut.
"Hmph! Rara gak suka Orang yang marah marah terus," dengus Rara kesal.
Wang Yi menelan ludahnya melihat hal tersebut.
"Singa berbulu Kelinci," gumam Wang Yi merinding ngeri.
...- - -...