
Seluruh Orang yang melihat hal tersebut dibuat terdiam.
"A-aku m-enyerah!"
Mendengar hal tersebut, Feng langsung menghentikan tamparannya dan melepaskan ikatan tanahnya.
"BA_INGAN!" teriak marah Kepala Keluarga Ji, Ia langsung berdiri dan melesat ke arah Feng tanpa bisa dihentikan siapapun.
Boom!
Debu berterbangan menutupi Arena, semua Orang dengan jantung berdetak cepat penasaran dengan nasib Feng.
Kepala Keluarga Ji ada pada Tingkat Bumi lapis 8, dan itu sudah sangat terbilang kuat di Kekaisaran Bulan.
Wusssh...
Kaisar Di melambaikan tangannya menghalau debu yang berterbangan, dan saat setelah hilang semua Orang tak tahan untuk tak tercengang begitu melihat hal diatas Arena.
Feng tampak dengan mudah menahan tangan Kepala Keluarga Ji!
"Cih, dasar!" decih kesal Feng kamudian melepaskan tangan Kepala Keluarga Ji.
Kepala Keluarga Ji langsung melompat mundur begitu tangannya dilepaskan, Ia menatap Feng dengan waspada.
"Siapa Kau?!" ucapnya waspada, dapat menahan tinju Pendekar Tingkat Bumi dengan usia semuda Feng merupakan sesuatu yang dapat dibilang diluar akal.
"Aku? Aku Feng dan Kalian tau itu," jawab Feng santai.
"Kau bohong! bagaimana mungkin ada Orang bisa sekuat itu diusiamu!" bantah Kepala Keluarga Ji marah sambil menunjuk nunjuk Feng.
"Kau pasti Orang yang sudah tua namun berpura pura muda!" lanjut Kepala Keluarga Ji.
"Pfft... Hahahaha..," Feng tertawa begitu mendengar hal tersebut.
"Kalau memang tak percaya Old Xi Kau bisa memeriksanya bukan?" tanya Feng menatap Old Xi.
Old Xi yang paham maksud Feng langsung mendekati Feng dan memegang tangannya, beberapa saat kemudian Old Xi mengangguk.
"Usianya memang 17 Tahun," ucap Old Xi membuat seluruh Orang terkejut.
"B-bagaimana mungkin?!" gumam Kepala Keluarga Ji tak percaya.
"Kau meragukan metodeku Kepala Keluarga Ji!" ucap Old Xi dengan nada tak suka.
Metode yang digunakan Old Xi untuk memastikan umur Feng adalah pengecekkan tulang.
Mungkin ada beberapa keterampilan yang dapat membuat seseorang tampak lebih muda, namun walau begitu tulang Mereka akan tetap sesuai umur Mereka sehingga metode ini adalah metode yang paling 97% dipastikan untuk mengecek usia seseorang.
Feng diam diam tertawa dalam hatinya, untung dengan cepat Ia langsung menurunkan Pondasinya ke Tingkat Perak sehingga saat Old Xi mengeceknya, Old Xi hanya mengetahui pomdasi Feng ada pada Tingkat Perak.
"Ya, semua sudah jelas bukan? Old Xi bisakah Kau melanjutkan Turnamennya?" ucap Feng.
Old Xi mengangguk.
"Pemenangnya adalah Feng!"
Pertandingan dilanjutkan dengan bertandingya Murid Sekte Naga Langit dan Murid Sekte Kembang Warna.
Pertarungan kali ini benar benar imbang hingga Mereka berdua sama sama terjatuh tak sadarkan diri karna masing masing terkena serangan akhir musuhnya.
Old Xi akhirnya memutuskan bahwa keduanya menang dan menjadi Juara 3.
"Baiklah, mari Kita masuk ke babak final! Rara melawan Feng!"
Seluruh Penonton bersorak sorak menyebut nama Rara dan Feng, disisi lain Feng dan Rara naik ke atas Arena.
"Ra! Satu luka padaku maka akan dapat 1 Wortel!"
Mendengar hal tersebut membuat telinga Rara tegak dan mengangguk dengan semangat.
"Baiklah, pertandingan di mulai!"
Rara langsung melesat dengan cepat menuju Feng sambil mengeluarkan Pedangnya.
"Tusukan Macam Malam!"
Dengan gerakan menusuk disertai siluet macam bewarna hitam disetiap tusukannya, Rara terus menusuk Feng.
Feng tersenyum kemudian dengan gerakan cepa menghindari serangan Rara.
Orang orang yang melihat itu termasuk Kaisar Di, Patriak Matriak serta Kepala Keluarga Bangsawan tertegun.
Mereka benar benar tak dapat menangkap pergerakan Rara dan Feng yang begitu cepat.
Sreet...
Feng tersenyum kemudian gantian menyerang Rara.
"Tinju Naga Api!"
Rara yang melihat serangan Feng langsung memutar badannya kesamping.
Boom!
Semua Orang tercengang!
Mulai dari Arena tinju Feng hingga pembatas Arena seluruhnya tampak hancur.
"Cakar Serigala Petir!"
Qi berbentuk cakar melesat menuju Feng dari Rara.
"Tubuh Naga Bayangan!"
Wussh...
Boom!
Lagi lagi seluruh Orang tercengang!
Cakar tersebut tampak menembus tubuh Feng dan menabrak pembatas Arena hingga membuat ledakan yang sangat besar.
Diam diam seluruh Orang menelan ludahnya, pertandingan Feng dan Rara benar benar diluar kemampuan Mereka bahkan bagi Kaisar Di sekalipun.
"Baiklah, Aku menyerah!" ucap Feng kemudian melempar 3 Wortel ke Rara.
"Yeeeey!!!" Rara bersorak senang menangkap Wortel tersebut kemudian melompat memeluk Feng.
Sunyi~
Feng menatap seluruh Orang yang kini tengah menatap Mereka dengan mulut terbuka.
"Ehem..," dehem Feng membuat Mereka semua tersadar.
"Baiklah! Pemenang Turnamen kali ini Juara 1 didapatkan oleh Rara, Juara 2 didapatkan oleh Feng!" umum Old Xi.
Seluruh Orang bersorak, bertepuk tangan dan bersiul menyoraki Feng dan Rara.
"Feng Aku mencintaimu!"
"Rara, Kau Dewiku!"
Sorakan kekaguman, dan pujian bersahutan terutama dari kalangan Remaja.
"Baiklah, 10 Orang yang berhasil mengikuti Turnamen babak akhir ini silahkan berkumpul 1 pekan lagi untuk masuk ke Daratan Hitam!" ucap Old Xi.
Feng tersenyum tipis mendengar hal tersebut.
"Sepertinya akan ada petualangan yang lebih menarik sebentar lagi," gumamnya.
...- - -...
Kekaisaran Matahari
"Bagaimana? Apa sudah ada yang punya kabar tentang keberadaan Feng?!" tanya Kaisar Yun pada seluruh Orang yang berkumpul.
Seluruh Orang saling berpandangan kemudian menggeleng.
"Maaf, tak ada Kaisar!" ucap Mereka kompak.
"Tak ada yang tau bagaimana wajahnya karna wajahnya telah banyak berubah, bahkan Alchemist Tu tak bisa menggambarkan detailnya," lapor salah seorang Mentri.
Kaisar Yun mendesah berat kemudian beralih menatap Patriak Cao.
"Bagaimana dengan persiapan menuju Daratan Hitam?" tanya Kaisar Yun, Patriak Cao mengangguk dengan sopan kemudian mulai berbicara.
"Aku telah memilih Pangeran Mahkota, Pangeran Kedua, Putri Mentri Han, Da Bai, Ning Mei, Ru Lang, serta 4 Orang jenius lainnya di Sekte Matahari," lapor Patriak Cao.
Pangeran Kedua yang dimaksud Patriak Cao adalah Pangeran Ketiga, sejak Feng keluar dari Keluarga Yun otomatis Pangeran Ketiga naik menjadi Pangeran Kedua.
Sedangkan Ru Lang adalah Ketua kelas yang sama sama memiliki Roh Bela Diri Tingkat Walis seperti Da Bai.
Kaisar Yun mengangguk paham kemudian kembali menatap yang lain lalu kembali menghela nafas.
"Tetap teruskan pencarian Feng!" perintahnya.
"Siap Kaisar!" jawab kompak seluruh Orang kemudian pamit undur diri.
...- - -...