
Lebih dari jutaan abad yang lalu, Alam semesta ini telah di ciptakan. Jutaan galaxy dan di dalam satu galaxy terdapat lebih dari 5 planet, kadang satu dua planet memiliki kehidupannya sendiri atau bahkan tak ada kehidupan sama sekali di dalamnya. Namun ada satu hal yang sama di setiap planet, bahwa tak lama setelah planet itu di ciptakan, percaya atau tidak muncul Makhluk makhluk yang hidup tak lama setelah planet itu di ciptakan, sebagian Orang menyebutnya Dinosaurus, Hewan purba atau bahkan... Hewan kuno.
Ya, meski itu hanya Legenda di 3 Alam, namun itu benar benar nyata. Legendanya adalah dimana sebelum adanya Dewa, Iblis dan Manusia, sebelum adanya 3 Alam, jauh ber juta juta abad yang silam, saat Dunia itu baru di ciptakan. Hiduplah 3 Makhluk, masing masing Makhluk itu menjadi Raja di kawasannya, Daratan, Lautan dan Langit. Mereka terus hidup dan berevolusi setiap harinya, tak ada yang tau kekuatan pasti Mereka namun di katakan bahwa kekuatan Mereka bahkan dapat menghancurkan 3 Alam bahkan dunia itu.
Hewan kuno, itulah nama Makhluk tersebut. Lama setelah Hewan kuno tersebut hidup, muncullah Manusia, Dewa dan Iblis, lalu tanpa alasan yang jelas dan tak di ketahui, Hewan hewan kuno itu mendadak menghilang, meninggalkan Misteri yang dalam bagi seluruh Manusia, Dewa dan Iblis. Kini setelah berjuta juta abad berlalu, hanya sedikit yang mengetahui Legenda itu, Manusia sendiri tak ada yang tau karna umur Mereka yang lebih pendek di banding Dewa dan Iblis, membuat Legenda itu hilang bersama kematian leluhur leluhur Mereka, namun meski begitu masih banyak Dewa dan Iblis yang mengetahui legenda itu meski banyak juga yang tak percaya.
...- - -...
Boom! Debu berterbangan, membuat wilayah itu tertutup kabut debu yang tebal. Feng mengelap darah yang mengalir dari sudut bibirnya, Ia meringis merasakan bahu kirinya terasa sakit sekali.
Ia tak pernah tau tentang Hewan Kuno ini, kecuali dari beberapa cerita santai yang di ceritakan Kaisar Iblis dulu saat Mereka sering duduk bersama. Ia tak menyangka kekuatan Hewan kuno di depannya benar benar tak dapat di ukur, bahkan setelah mengeluarkan seluruh tenaga dan kemampuannya, Feng hanya mampu menumbangkan 3 di antaranya, entah hanya sekedar tumbang pingsan atah mati.
Tatapannya menatap tajam ke arah langit, masih ada 7 Manusia elang yang kini menatap Feng was was, mungkin Mereka juga masih tak menyangka ada seorang Makhluk yang entah datang dari mana dan berhasil menumbangkan 3 dari kalangannya.
Tanpa menunggu waktu lebih lama, Manusia elang itu kembali menyerang Feng. Kali ini Ia tak melesat menyerang jarak dekat melainkan memutar tubuhnya dan seketika itu ribuan bulu melesat cepat ke arah Feng.
"Sial, Qi ku sudah habis sekarang," gumam Feng menatap bulu bulu yang nampak lebih tajam dari silet dan lebih keras dari besi tersebut. Dengan sisa tenaganya, Feng berusahan menghindari setiap bulu bulu tersebut, namun benar saja, bulu bulu itu memang sangat berbahaya.
Meski tak ada bulu yang menancap di tubuhnya, namun kini tubuh Feng nampak dihiasi dengan luka luka goresan akibat bulu tersebut, Feng meringis kembali menatap Manusia manusia elang itu.
Tiba tiba salah satu Manusia elang telah melesat dengan cepat tanpa Feng sadari dan muncul di belakangnya, mengayunkan hempasan kuat dengan sayapnya ke arah punggung Feng membuatnya terpental terbang ke atas. Belum sempat Feng mengambil nafas, salah sagu Manusia elang itu kembali muncul mengayunkan tinjunya tepat ke dada Feng.
Krekkk... Booom! Feng dapat merasakan sakit yang luar biasa pada dadanya, dan juga tulangnya yang sepertinya telah hancur, kini tubuhnya tergeletak tak berdaya di atas tanah, tatapannya menatal rabun ke atas melihat Manusia manusia elang itu terbang di atasnya.
"Ra, maafkan Aku," gumam Feng menutup matanya pasrah, mungkin pukulan terakhir Manusia elang itu yang akan mengakhiri hidupnya di Dunia ini, setelah ini entah Ia akan kembali berenkarnasi atau tidak Ia benar benar tak tau.
Boom!!!
...- - -...
"Feng Gege!" teriak Rar bangun dari tidurnya, Ia menatap ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Orang yang sangat Ia cintai itu, namun nihil Ia tak menekukannya. Ia justru kini menemukan bahwa Ia berada di sebuah kamar yang mewah, Rara menggeleng dengan air mata mengalir, tidak tidak! Ia harus menyusul Feng Gege!
Rara bangun berjalan keluar kamar, Ia akan membantu Feng Gege apapun itu resikonya, Ia tak akan membiarkan Orang yang paling Ia cinta dan paling mencintainya itu terluka parah, tidak! Tidak akan Ia biarkan.
Namun baru saja Ia keluar dari kamar, Raja Iblis bersama para Mentrinya sudah muncul tepay di hadapan Rara dan menghadang jalannya. Rara menatap Raja Iblis dan para Mentrinya itu dengan mata tajam dan linangan air mata yang masih belum bergenti mengalir.
"Menyingkir!" ucap Rara dengan aura kehidupan yang kuat, Raja Iblis dan para Mentrinya yang merasakan aura Kehidupan dari tubuh Rara nampak sedikit tertekan, namun Mereka berusaha untuk tetap bertahan dan menghadang Rara.
"Permaisuri mohon tetap beristirahat didalam," ucap Raja Iblis dengan penuh hormat, bagaimanapun itu adalah pesan yang di sampaikan Feng padanya, Ia harus menjaga Rara dengan nyawanya, namun sebelum satu hari benar benar terlewat, Ia juga harus menahan Rara agar tak pergi kemana mana.
"Menyingkir! Feng Gege butuh bantuan!" bentak Rara dengan aura yang semakin meluap luap, bahkan Istana Raja Iblis nampak bergetar. Raja Iblis dan para Mentrinya nampak menelan ludah saling berpandangan, sepertinya tak ada yang bisa menahan Rara kecuali dengan kekerasan.
Boom!
...- - -...