The System

The System
Sesaat Sebelum Perang



"Hormat Kaisar dan Permaisuri!" tunduk hormat seluruh Pasukan Reinkarnasi begitu melihat Feng dan Rara memasuki Dunia kecil, Lin Shan dan Wangwang juga menunduk hormat.


Feng tersenyum tipis mengangguk, kemuduan berjalan ke Istananya dengan biasa sedangkan Rara mengangkat tangannya bak seorang artis yang di sapa Fansnya.


"Apa hal yang berubah selama Aku pergi?" tanya Feng pada Wangwang dan Lin Shan yang berjalan di belakangnya. Lin Shan yang mendengar itu menoleh menatap Wangwang, Wangwang yang mengerti arti tatapan Lin Shan mengangguk.


"Feng, Aku menampung seluruh Orang Kekaisaran Bintang," jelas Wangwang, suasana hening sejenak setelah Wangwang berkata seperti itu, Lin Shan menunggu dengan cemas, apakah Tuannya akan marah karna itu?


"Oh? Dimana Mereka?" tanya Feng sambil tersenyum tipis, Lin Shan dan Wangwang yang melihat itu menghela nafas lega.


"Mereka ada di arah barat, menempati beberapa kediaman yang sudah Kami buat," jawab Wangwang, Feng mengangguk kemudian terbang.


"Ikuti Aku," ucap Feng kemudian pergi melesat menuju tempat Orang orang Kekaisaran Bintang itu, Rara, Lin Shan dan Wangwang mengikuti. Mereka terbang beberapa saat sebelum akhirnya kemudian sampai di pemukiman Orang orang Kekaisaran Bintang.


Beberapa Orang yang mengenali Lin Shan dan Wangwang langsung mengabari Kaisar Muda dan Orang orang Kekaisaran Matahari. Semua Orang orang langsung berkumpul, termasuk Mantan Kaisar dan Mentri Kekaisaran Bintang.


"Hormat Tuan Lin Shan, Tuan Wangwang!" ucap Orang orang itu melihat Lin Shan dan Wangwang, namun begitu melihat 2 Orang asing bersama Lin Shan dan Wangwang.


"Baiklah, dengarkan, ini adalah Tuanku, Kaisar Kami dan Pemilik serta Penguasa Dunia ini, sedangkan di sebelahnya adalah Istrinya, Permaisuri Kita," ucap Lin Shan mengenalkan Feng dan Rara.


"Hormat Kaisar!" hormat Orang orang itu, Feng dan Rara mengangguk.


"Siapa Kaisar Kekaisaran Bintang?" tanya Feng, semua Orang saling memandang sebelum akhirnya Kaisar muda itu maju.


"Aku adalah Kaisar Mereka, Penguasa," jawab Kaisar Muda itu, Feng mengangguk, kemudian muncul di hadapan Kaisar muda itu, tangannya meninju perut Kaisar muda itu.


Boom!


Kaisar muda itu terhempas jatuh, semua Orang yang melihat itu terdiam.


"Jika Kau ingin Kau dan Rakyatmu tinggal di sini, maka coba seranglah Aku, jika Kau bisa mendaratkan satu tinjumu kepadaku maka Kalian bisa tinggal disini," ucap Feng, semua Orang yang mendengar dan melihat itu terdiam, jantung Mereka berdetak kencang mendengar itu.


Kaisar muda Kekaisaran Bintang itu bangun, Ia mengelap darah yang mengalir di bibirnya kemudian menatap Feng.


"Baiklah," ucapnya kemudian maju menyerang Feng dengan seluruh Qinya, Feng dengan mudah menahan itu kemudian memutar membanting Kaisar Muda itu.


Kaisar Muda itu langsung bangkit kemudian menyerang Feng berkali kali, Feng menghindari dan menahan kemudian membalas Kaisar Muda itu.


Berkat itu Kaisar Muda itu tak dapat bangkit lagi, Warganya yang melihat itu terdiam sampai kemudian beberapa Warganya maju.


"Penguasa! Biarkan Kami membantu Kaisar!" ucap Warganya, beberapa yang lainnya juga maju.


"Jangan! Kalian hanya akan sia sia," ucap Kaisar Muda Kekaisaran Bintang itu, dengan sisa sisa tenaga Kaisar Muda itu coba bangkit.


"Penguasa sama sekali tak menggunakan Qi nya, tapi Ia bisa mengalahkanku yang bahkan menggunakan seluruh tenagaku," ucap Kaisar Muda itu, semua Warga yang mendengar itu terdiam, Mereka jelas tau bahwa Kaisar Mereka pada tingkat Langit lapis 1, dan Penguasa bisa menahan bahkan menjatuhkannya tanpa kekuatan sedikitpun?.


Feng tersenyum tipis melihat tekad Kaisar Muda itu kemudian mengeluarkan sesuatu dari cincin ruangnya.


"Kau mengenali ini?" ucap Feng memperlihatkan sebuah sobekan kain, Kaisar Muda yang melihat itu langsung mengenali itu membuka matanya, matanya langsung memerah menatap Feng.


"Kau... Kau!" ucap Kaisar Muda itu dengan nada penuh amarah, Feng tersenyum tipis.


"Ya, Aku yang sudah menghabisi seluruh Prajurit, Kaisar, Leluhur Kalian yang perang dulu," ucap Feng, semua Warga Kekaisaran Bintang yang mendengar itu membuka matanya lebar.


Kaisar Muda Kekaisaran Bintang yang mendengar itu tampak sangat marah dan dendam, kemudian maju kembali menyerang Feng. Feng masih bisa menahannya beberapa hingga akhirnya, Kaisar Muda itu sampai mengeluarkan seluruh tenaganya dan mengumpulkannya di tangannya.


Boom!


"Baiklah, Kalian bisa tinggal di sini, lalu Kau yang merupakan Kaisar Mereka, temui Aku di Istanaku," ucap Feng kemudian berbalik melesat pergi diikuti Rara, Lin Shan dan Wangwang.


Kaisar Muda yang sudah lemas di bantu Istrinya mengangguk tersenyum, "Terima Kasih Penguasa."


Feng mengangguk.


...- - -...


Halaman Istana Kekaisaran Matahari...


"Bagaimana Pasukan yang Kalian siapkan?" tanya Leluhur Kekaisaran Matahari, Kaisar Yun mengangguk siap.


"Persiapan sudah sampai selesai Leluhur!" jawab Kaisar Yun, Leluhur Kekaisaran Matahari mengangguk kemudian menatap ratusan ribuan Pasukan Kekaisaran Matahari di halaman Kekaisaran Matahari.


"Apakah Kita akan mulai menyerang pinggiran Kekaisaran Matahari Leluhur?" tanya Kaisar Yun, Leluhur menggeleng.


"Kita akan langsung menyerang pusat Kekaisaran Bulan," jawab Leluhur Kekaisaran Matahari, Kaisar Yun yang mendengar itu tampak kaget.


"Kenapa langsung Pusatnya Leluhur, bukankah itu akan banyak menyebabkan kerugian?" tanya Kaisar Yun, Leluhur Kekaisaran Matahari menggeleng tersenyun tipis.


"Kita harus langsung menyerang akarnya agar Pohonnya tumbang," ucap Leluhur Kekaisaran Matahari, Kaisar Yun yang mendengar itu terdiam kemudian mengangguk. Leluhur Kekaisaran Matahari berbalik kemudian berjalab pergi.


"Apa sebenarnya yang di incar Leluhur?" gumam Kaisar Yun.


...- - -...


Alam Dewa...


"Bagaimana?" tanya Kaisar Dewa pada Mentrinya, Mentrinya mengangguk.


"Semua persiapan masih butuh 65% Tuan," jawab Mentrinya, Kaisar Dewa menggertakkan giginya kesal, Mentri mentri yang mendengar itu terdiam dengan jantung berdetak kencang.


"Butuh beberapa lama lagi hingga semuanya siap?!" tanya Kaisar Dewa, Mentrinya itu dengan sedikit gugup menjelaskan.


"Jika di hitung dengan tambahan Qi dan Sumber daya Alam yang lebih baik di banding 3 Alam, mungkin butuh sekitar 10 Tahun lagi," jelas Mentri itu, Kaisar Dewa yang mendengar itu tambah kesal.


"Percepat hal itu!" ucap Kaisar Dewa marah, para Mentrinya yang merasakan aura menekan dari Kaisarnya, menggigil ketakutan.


"Baik Kaisar!" ucap Mereka kemudian berbalik pergi, Kaisar Dewa menutup matanya menahan marah, Ia kemudian berdiri dan turun dari singgasananya.


Ia berjalan sampai di salah satu ruangan, Ia membuka ruangan itu dan berjalan masuk. Kaisar Dewa berjalan sampai di depan sebuah lemari besar yang terbuat dari kaca, di dalam lemari itu tampak sebuah jasad Orang.


Jasad dengan jubah hitam, di tangannya Ia tampak memegang sesuatu namun tak ada yang di pegang, Kaisar Dewa itu memegang kaca itu dengan ujung jarinya kemudian mengelusnya lembut.


"Jasadmu masih disini, namun kemana Rohmu? Apakah Kau yang menyebabkan semua kekacauan ini? Jika benar, maka Kau salah besar, maka Kau akan kembali merasakan rasanya kematian kedua..."


...Dewa Kematian!"


...- - -...