
Tak butuh waktu lama untuk Mal Li mengumpulkan seluruh pasukannya, itu karena pasukannya yang memang sedikit.
"Feng Gege..." ucap Rara menghampiri Feng yang tengah berdiri menatap seluruh Pasukan itu, Feng tersenyum mengelus kepala Rara.
"Baiklah, apakah semuanya sudah berkumpul?!" tanya Mal Li tegas kepada Pasukannya.
"Sudah Tuan!" jawab Pasukannya, Mal Li mengangguk.
"Baiklah, Aku mengumpulkan Kalian disini karna ada satu info penting, bahwa Kediaman Mal Kota satu Ras kini telah disusupi," jelas Mal Li.
"Disusupi?!" ucap beberapa Pasukan kaget, Mal Li mengangguk kemudian menoleh menatap Feng.
"Disini ada Tuan Feng yang akan langsung mencari tau siapa saja yang menyusup itu, Tuan Feng silahkan," lanjut Mal Li mempersilahkan, Feng mengangguk kemudian menatap Rara. Rara yang paham langsung menutup matanya dan dalam hitungan detik aliran Qi bercahaya keluar dari tubuh Rara dan langsung terbang ke salah satu Pasukan utama dan mengelilingi tubuhnya hingga cahaya Qi itu hilang sedangkan Pasukan itu sudah terbaring terikat sebuah akar.
"He-hei apa ini?! Aku bukan Penyusup!" teriak Pasukan itu tak terima, Feng tersenyum dingin berjalan mendekat.
"Masih mengelak? Kau yang kemarin memata matai Istriku dan Mal Xia, tanpa menyembunyikan aura sama sekali. Kau terlalu meremehkan Istriku, karna tanpa Kau sadari saat Istriku meniup bunga bunga itu, aliran Qi nya ikut terbawa mengarah bersama serbuk sarinya ke arah dirimu, dan sekarang Kau masih mengelak?!" ucap Feng dengan muka dingim dan aura kekejaman yang keluar dari tubuhnya, Pasukan yang terikat di depannya sudah gemetar ketakutan, Ia tak menyangka sudah melakukan hal se fatal itu kemarin, di tambah aura mengerikan dan kejam Pria di depannya, Ia benar benar ketakutan sekarang.
"Beruntung Kau tak coba mengusik Istriku Kemarin, kalau tidak," dalam kecepatam yang tak bisa di tangkap mata, Feng membuat sebuah Pisau dari Qi dan langsung melemparkannya ke Penyusup itu, menancap tepat di pahanya, membuatnya berteriak kesakitan.
"Ini bukan satu Orang lagi saja, Mal Li gunakan jurus ikatan jiwa yang Kau pelajari dulu pada Orang ini dan cari penyusup lainnya," perintah Feng, Mal Li yang mendengar perintah itu tersentak kemudian menatap Feng ragu ragu, Ia baru mendapatkan kekuatannya tadi dan sekarang Ia langsung disuruh Feng menggunakan jurus padahal kekuatan dalam dirinya belum seimbang.
"Coba saja dulu," ucap Feng mengerti ke khawatiran Mal Li, Mal Li yang mendengar itu mengangguk patuh kemudian mendekati penyusup yang menggerang kesakitan itu, Ia kemudian memegang kepalanya dan memfokuskan pikirannya, mendadak muncul aliran benang dari kepala Penyusup itu yang langsung menyambung cepat ke beberapa Orang di sekitatnya ataupun jauh, beberapa Penyusup yang sudah tau bahwa Mereka ketahuan langsung ingin melesat pergi, namun gerakan tangan Feng lebih cepat membuat energi yang langsung melesat keleher para Penyusup itu, membuat kepalanya jatuh terpisah dari badannya.
"Cukup," ucap Feng saat benang benang itu tak lagi mengalir ke pasukan di sekitarnya namun masih mengalir keluar kediaman, Mal Li yang menyadari itu khawatir dan menatap Feng, Ia khawatir ternyata jurusnya itu juga berlaku ke seluruh Orang dan itu artinya kekuatannya akan cepat terungkap dan para Penyusup itu akan menyiapkan pasukan lebih bagus dan kuat.
"Tenang saja, besok Kau latih apa yang Kau pelajari dulu dan dalam waktu Tiga hari lagi, Kita akan menyerang para Penyusup itu," ucap Feng, Mal Li mengangguk patuh, Ia percaya bahwa Feng pasti menunjukkan jalan yang benar.
"Baiklah, suruh Pasukanmu berlatih lagi lebih keras dan Kau juga stabilkan energi dalam tubuhmu, besok Kita akan mulai latihan seriusnya," perintah Feng kemudian berbalik berjalan pergi bersama Rara, Mal Li mengangguk menatap punggung Feng dan Rara yang berjalan menjauh sambil menghela nafas.
...- - -...
3 Hari kemudian...
"Raja, ini Dia penyusup yang coba masuk ke Istana," ucap Iblis itu menunjuk seodang Iblis dengan pakaian prajurit yang Ia dorong hingga terjatuh di lantai tadi, Raja Iblis diam namun tatapannya dan auranya menekan kuat Iblis dengan pakaian prajurit tadi hingga sesak nafas.
"A-aku..." Saudara Mal Li itu membuka mulutnya namun tak kuat berkata, apakah hidupnya akan berakhir disini? Setelah perjuangan kerasnya menyusup jadi Prajurit dan memasuki Istana, apakah semua perjuangannya itu akan sia sia? Tidak! Ini tidak bisa berakhir segini, setidaknya Ia harus menyelesaikan misinya jika ingin kehilangan nyawanya.
Maka dengan sisa sisa tenaga dan tekad yang membara, Ia melemparkan ujung tanduknya ke arah Raja Iblis yang langsung di tangkap dengan mudah oleh Raja Iblis.
"Lancang!" teriak salah satu bawahan Raja Iblis kemudian mengeluarkan pedangnya ingin menebas leher Saudara Mal Li itu, namum sebelum ujung pedang itu benar benar menyentuh kulit leher Saudara Mal Li itu, Raja Iblis sudah menahan gerakannya dengan auranya. Bawahannya itu menatap Raja Iblis tak mengerti, sedangkan Raja Iblis bangkit kemudian berjalan ke arah Saudara Mal Li itu dan mendadak memegang bahunya dan membantunya berdiri, seluruh bawahan yang ada di dalam ruangan itu terkejut begitu juga Saudara Mal Li tadi.
"Berdirilah, apakah Kau utusan dari Tuan Feng?" tanya Raja Iblis, Saudara Mal Li mendongak mebgangguk cepat.
"Tuan Feng?! Tuan Feng ada di alam Iblis?!" ucap bawahan bawahan Raja Iblis kaget dan senang.
"Tenanglah!" perintah Raja Iblis kembali duduk ke singgasananya, seluruh bawahannya langsung terdiam menatap Raja Iblis.
"Dari apa yang di bawa utusan Tuan Feng ini, Ia berpesan untuk membantu utusan ini dan keluarganya untuk menyerang sesuatu dan pesan kedua adalah untuk tidak mencari Tuan Feng hingga Tuan Feng sendirilah yang ingin bertemu dengan Kita," jelas Raja Iblis membuat beberapa bawahannya mendadak memasang muka kecewa karna tak dapat bertemu dengan Feng. Namun sedetik kemudian Mereka kembali memasang wajah semangat mengingat perintah Feng yang Pertama untuk membantu utusan ini.
"Baiklah, duduklah dan layani Ia dengan baik, lalu jelaskan semuanya," ucap Raja Iblis, Saudara Mal Li itu kemudian di layani dengan baik, namun Ia tak menikmati pelayanan itu, justru dengan cepat menjelaskan semua apa yang terjadi, mulai dari Ras Mal, Para Penyusup dan rencana penyerangan ke Ras Mal.
Setelah mendengar cerita dan penjelasan Saudara Mal Li tersebut, Raja Iblis dan bawahannya mengangguk paham kemudian menatal Raja Iblis.
"Kalian semua tunggu disini, Aku sendiri yang akan menjalankan perintah Tuan Feng ini," ucap Raja Iblis.
"Tapi Tuan..." ucap Bawahannya keberatan, Raja Iblis melambaikan tangannya.
"Ini adalah perintah, lagipula Aku akan menyelesaikan ini dengan cepat dan berharaplah semoga Tuan Feng ingin menemui Kita cepat atau lambat," lanjut Raja Iblis, para Bawahannya mengangguk setuju.
"Kau, tunjukkan jalannya!"
...- - -...