The System

The System
Marahnya 2 Kekaisaran



"Tuan Feng! Nona Rara!" panggilan itu membuat Rara dan Feng menoleh melihat siapa yang memanggilnya, di sana tampak Di Shi dan beberapa Pengawal yang berjalan di belakangnya,Di Shi berjalan cepat ke arah Feng dan Rara.


"Ada apa?" tanya Feng dengan nada biasa.


"I...Itu, Ayah Kaisar mengundang Kalian untuk ikut perjamuan di Istana Kekaisaran Malam ini," ucap Di Shi ragu ragu, untuk Orang biasa tentu saja tak akan mau dan bisa menolaknya, namun beda dengan Feng yang memiliki kekuatan dan kekuasaan, hal itu tentu saja membuat Di Shi ragu menyampaikannya.


Feng hanya diam kemudian memandang ke arah Rara bertanya, Rara yang paham maksud Feng menoleh menatap Di Shi.


"Di sana banyak Kue?" tanya Rara, Di Shi mengangguk.


"Ok, Ayo Feng Gege," senyum Rara lebar, Feng tersenyum mengacak ngacak rambut Rara kemudian berjalan menuju Istana Kekaisaran diikuti Di Shi yang tersenyum senang.


...- - -...


Kreeek...


Pintu besar Ruang tahta itu terbuka, tampak banyak Orang dengan pakaian mewah berbincang dan tertawa, menari dan hal lainnya.


"Selamat datang Tuan Putri!" ucap Prajurit keras, semua Orang langsung menoleh dan membungkuk memberi hormat.


Di Shi mengangguk tersenyum kemudian berjalan ke arah Kaisar Di yang duduk di tahtanya sambil berbincang dengan Istrinya, Orang orang juga kembali melanjutkan kegiatannya.


Feng berjalan mengikuti Di Shi sedangkan Rara? Ia sudah lepas begitu melihat meja meja penuh kue tersebut.


"Salam Ayah Kaisar!" ucap Di Shi berlutut, Feng hanya mengangguk saja sebagai penghormatan.


Kaisar Di langsung menoleh tersenyum lebar, lalu menatap Feng.


"Kau yang bernama Feng?" tanya Kaisar Di, Feng mengangguk, Kaisar Di berdiri dari tahtanya.


"Bisa ikuti Aku, ada hal yang ingin Ku obrolkan denganmu," ucap Kaisar Di, Feng mengangguk mengiyakan.


Kaisar Di kemudian berjalan pergi diikuti Feng, sedangkan Di Shi dan Ibunya hanya menatap itu terdiam.


"Hei Shi'er, bukankah Ia tampan, ba-" ucap Permaisuri Di tersebut namun di potong duluan oleh Di Shi.


"Lupakan saja bu, Ia sudah punya Orang yang di cintai dan tak ada selain dia," jawab Di Shi yang sudah mengerti maksud Ibunya tersebut, Permaisuri Di menghela nafas.


"Lalu bagaimana dengan menantuku nanti?" cemberut Permaisuri Di, Di Shi memandang kesal ke arah Ibunya tersebut.


"Ibu! Aku masih 15 tahuh!" ucap Di Shi kesal, kemudian berjalan pergi, Permaisuri Di tertawa kecil melihat Putrinya itu.


...- - -...


Di tempat Rara


Orang orang di sekitar meja makan menatap ngeri dan aneh ke Gadis kecil yang sedang melahap makanan makanan di meja tersebut.


Rara tentu saja hanya cuek dan lebih memilih melahap kue kue yang sangat menggoda di atas meja tersebut.


"Hey Gadis kecil, tidakkah Kau malu memakan seperti itu?" seorang Pria Dewasa berkata pada Rara.


Rara menoleh dengan mulut penuh mengunyah kue, Ia memiringkan kepalanya bingung.


"Hey Penjaga! Usir Gadis tak tau malu ini, Dia pasti masuk tanpa undangan dan hanya mencari makan saja!" ucap Pria Dewasa itu, Penjaga didekat sana yang dari tadi sudah memperhatikan yang terjadi mengangguk berjalan maju.


"Aku yang mengundangnya," ucap Seorang yang baru datang, semua Orang terkejut begitu melihat siapa yang berkata, itu adalah Di Shi, Putri Kekaisaran Bulan.


"Dia tamu terhormatku, siapa yang berani mengusirnya," ucap Di Shi galak menatap Pria Dewasa tadi, Pria Dewasa tadi menunduk takut.


"Hamba tak berani Tuan Putri," ucap Pria Dewasa itu berkeringat dingin.


"Hmph! Rara ayo Kita kesana, disana ada banyak kue yang enak dan banyak lho!" ajak Di Shi, Rara mengangguk semangat, Di Shi kemudian menggandeng tangan Rara berjalan pergi.


...- - -...


Kekaisaran Matahari


"Iya Ayah! Akan ku cabik cabik tubuhnya jika Kau bisa menangkapnya!" sahut Pangeran Ketiga.


Kaisar Yun hanya diam duduk di tahtanya, tangannya mengepal erat, ia juga menggertakkan giginya marah.


Ini benar benar suatu penghinaan!


Tepat sepekan yang lalu, segerombolan Kelelawar datang ke Istana Kekaisaran Matahari sambil membawa sebuah bungkusan besar yang ternyata berisi Orang orang yang Ia kirim ke Daratan Hitam.


Namun hal yang membuatnya terkejut dan marah adalah keadaan Orang orang itu benar benar mengenaskan.


Setelah diobati dan pemulihan akhirnya Orang orang itu mulai bercerita tentang kenapa Mereka bisa seperti ini, Kaisar Yun sendiri juga terkejut saat tau hal ini dilakukan oleh Mantan Putranya, Feng.


Hari ini Kaisar Yun memutuskan untuk mengadakan rapat atas hal ini, beberapa Orang seperti Mentri Han yang putrinya juga dilecehkan dan dihina meminta untuk menyiapkan Pasukan untuk membalas dendam.


Namun tentu saja lebih banyak yang memilih menahan membalas dendam di karenakan banyak kritis yang terjadi di Kekaisaran Matahari seperti Sumber Daya dan yang lainnya.


Perdebatan pun tak terelakkan, antara yang ingin membalas dendam sekarang atau nanti, Patriak Cao yang melihat kebimbangan di wajah Kakak Iparnya itu pun maju dan membisikkan sesuatu padanya.


Kaisar Yun langsung menghembuskan nafas panjang begitu mendengar apa yang dibisikkan Patriak Cao padanya.


"Sudah diputuskan! Kita akan menahan balas dendam dan mengumpulkan kekuatan serta menangani masalah yang terjadi di Kekaisaran Matahari terlebih dahulu!"


...- - -...


Kekaisaran Bintang


Kaisar Kekaisaran Bintang menggertakkan giginya dengan mata penuh emosi, bagaimana tidak emosi saat tau Orang orang yang Ia kirim ke Daratan Hitam hanya tersisa kepalanya.


Apalagi di antara Orang orang itu ada Putranya.


"Yang Mulia?" Penasehat Kekaisarannya memandang ke arah Kaisarnya tersebut.


"Siapkan Pasukan! Kita akan membalas dendam saat ini juga!" ucap Kaisar Kekaisaran Bintang tersebut.


"Baik Yang Mulia!"


...- - -...


Tempat Feng dan Kaisar Di


"Jadi apa yang ingin Kau katakan padaku?" ucap Feng dengan nada datar.


Kaisar Di langsung berlutut di hadapan Feng.


"Salam Tuan Leluhur Kaisar!" ucapnya penuh hormat pada Feng, Feng hanya menghela nafas melihat itu.


"Sudahlah, Aku tak punya banyak waktu, katakan apa yang mau Kau katakan," ucap Feng, Kaisar Di menelan ludahnya sedikit gugup apalagi saat tau kehebatan dan kekuatan Pemuda yang berada di depannya tersebut, bahkan baginya bukan tak mungkin Pemuda didepannya ini bisa menghancurkan Kekaisaran Bulan.


"A-aku hanya ingin... Tuan bekerja sama dengan Kekaisaran Bulan," ucap Kaisar Di ragu ragu.


"Kerja sama?" ucap Feng menatap tajam ke arah Kaisar Di, Kaisar Di langsung berkeringat dingin melihat tatapan tajam Feng tersebut.


"Ma-maksudnya, Anda bisa minta apa saja ke Kekaisaran tapi anda tak akan melakukan apa apa pada Kekaisaran," jelas Kaisar Di, Feng terdiam sebentar kemudian mengangguk.


"Karna Di Mo termasuk bawahanku maka Ku terima apa yang Kau inginkan, tapi ingat! Jangan sampai kau keterlaluan karna hal ini," ucap Feng, Kaisar Di mengangguk dengan senang.


"Dan lagi, Aku ingin Organisasi ini ada dibawah perlindungan Kekaisaranmu," ucap Feng sambil menyodorkan kartu pada Kaisar Di, Kaisar Di melihat kartu yang diberikan Feng adalah kartu Organisasi Sepasang Dewa Dewi sedikit terkejut namun tak bertanya hanya meng iyakan.


Brak... tiba tiba pintu terbuka dan seorang Prajurit masuk dengan wajah panik.


"Tuan! Ada kabar bahwa Kekaisaran Bintang sedang menyiapkan pasukan untuk menyerang Kekaisaran Bulan!"


...- - -...