
"Tuan, semua Pasukan sudah bersiap," ucap Lin Shan pada Feng dan Rara yang baru masuk ke markas.
Feng mengangguk tersenyum, kemudian berjalan ke arah Ruangan tempat Pasukan Reinkarnasi berkumpul.
"Salam Kaisar dan Permaisuri!" ucap hormat para Pasukan Reinkarnasi begitu Feng dan Rara memasuki ruangan, Feng hanya melambaikan tangan dingin berbeda dengan Rara yang mengangkat kedua tangan layaknya Artis.
"Kalian pasti sudah tau bukan alasan Kalian berkumpul saat ini," ucap Feng.
"Ya Kaisar!" jawab Pasukan Reinkarnasi kompak, Feng tersenyum tipis kemudian menatap Pasukannya yang tampak gugup, tentu saja gugup dan takut jika lawannya adalah sebuah Kekaisaran.
"Aku tau Kalian gugup dan takut, tapi tenang saja, bukan Kalian saja yang akan bertempur kali ini," ucap Feng, Pasukan Reinkarnasi mendongak menatap Feng senang, apakah ada Pasukan tambahan?.
"System bawa Kami ke Dunia kecil," ucap Feng.
[Baik Tuan]
Tiba tiba pemandangan sekitar semua Pasukan, Lin Shan, Feng dan Rara gelap lalu berubah menjadi dataran rumput hijau yang luas.
Tentu saja hal tersebut membuat Pasukan Reinkarnasi, Lin Shan dan Rara terkejut.
"Feng Gege, Kita dimana?" tanya Rara menarik narik ujung baju Feng, Feng tersenyum mengelus kepala Rara.
"Kita sekarang ada di Dunia ku, hanya dengan izinku Kalian bisa keluar masuk Dunia ini, Dunia ini layaknya Dunia luar tapi tak ada satupun Makhluk hidup kecuali rumput dan pohon," jelas Feng, semua Orang disana mengangguk paham.
"Wah~ Keren," ucap Rara berbinar binar, kemudian Rara menoleh menatap Feng.
"Feng Gege, Rara mau jalan jalan sama Anan boleh?" tanya Rara, Feng mengangguk tersenyum.
"Yeeey~ Anan ayo keluar," ucap Rara mengetuk gelangnya, gelang itu kemudian bersinar dan berubah menjadi seekor Anak Ayam di pundak Rara.
"Cik~Ada apa Permaisuri?" tanya Anan.
"Anan bilang, Anan bisa jadi besar, Rara mau jalan jalan tapi mau terbang di atas Anan," ucap Rara, Anan mengangguk paham kemudian tubuhnya kembali bersinar lalu terbang.
Sinar itu semakin besar hingga sebesar mobil kemudian perlahan menghilang, lalu tampaknya seekor Burung besar cantik berwarna perak di sekitar sayapnya bersinar corak berwarna putih yang cantik.
Pasukan Reinkarnasi dan Lin Shan terpana melihat kecantikan Burung itu, Feng sendiri juga kagum atas keindahan Burung tersebut.
"Wah~ Anan cantik banget," ucap Rara girang lalu langsung berlari memeluk leher Anan dan menduselkan kepalanya di bulu Anan.
"Bulu Anan lembut, juga hangat," ucap Rara, Ia kemudian naik ke punggung Anan.
"Ayo Anan Kita berangkat!" ucap Rara penuh semangat.
"Baik Permaisuri," ucap Anan kemudian perlahan mengepakkan sayapnya lalu melesat terbang dengan cepat.
Feng tersenyum kemudian kembali menatap para Pasukannya.
"Baiklah, sesuai kataku Kalian tak akan bertarung sendirian," ucap Feng lagi, Pasukan Reinkarnasi kembali fokus pada ucapan Feng.
"Lalu siapa Pasukan tambahannya Tuan?" tanta Lin Shan, Pasukan Reinkarnasi mengangguk menatap Feng bertanya tanya.
Feng tersenyum kemudian berucap.
"Keluarlah, Hewan Buas dan Pasukan Kelelawar," ucap Feng.
Wushh~
Tiba tiba sejumlah Hewan Buas berbagai macam dan sekumpulan Kelelawar muncul membuat Pasukan Reinkarnasi dan Lin Shan kaget hingga bersiap bertempur.
"Kalian tak perlu waspada begitu, ini adalah Pasukan tambahan yang Aku katakan," ucap Feng, semua Hewan Buas itu kemudian bersujud di hadapan Feng.
"Baiklah, dengarkan ini wahai Pasukanku! Sementara Kalian berlatihlah di Dunia ini dan latihlah kerja sama antara Kalian semua, baik itu Manusia maupun Hewan Buas harus bisa bekerja sana dengan baik, Ingat itu," ucap Feng.
...- - -...
"Baiklah, sepertinya di sini tempat yang cocok dan strategis untuk di jadikan tempat tinggal Mereka, dekat dengan Sungai dan Hutan," gumam Feng.
"System bisakah Kau bangun bangunan disini?" tanya Feng.
[Bisa Tuan, Tuan hanya tinggal pilih tempat pas nya dan bangunannya]
Kemudian layar hologram muncul di depan Feng dan menampilkan sejumlah bentuk dan gaya bangunan.
Beberapa Jam kemudian...
Setelah memilih dan memastikan semua letaknya pas, Feng mengangguk tersenyum.
[Konfirmasi Pembangunan : Ya/Tidak]
"Ya,"
[Pembangunan : - 1.500.000 Point]
[Sisa Point : 500K]
Feng menghela nafas berat atas bangkrutnya point miliknya namun itu tak bertahan lama saat tiba tiba semua tempat yang Ia tandai tadi bercahaya dan perlahan muncul bangunan.
Feng tersenyum lega saat bangunan bangunan yang Ia bangun sesuai keinginannya.
Bangunan bangunan tersebut berisi berupa sebuah Istana, asrama tempat Pasukan Reinkarnasi, tempat tinggal Hewan Buas di hutan, sebuah dermaga kecil, tempat pelatihan, ladang, dan beberapa tempat senjata tersembunyi.
Feng kemudian berjalan ke arah Dermaga yang Ia buat lalu menatap sungai.
"System, isi sungai ini dengan 1000 benih Ikan Nila, Lele, Patin, Emas, Krapu, Mujair dan Ikan kecil lainnya," ucap Feng.
[Ding! Dikonfirmasi : - 1000 Point]
[Sisa Point : 499K]
"Lalu tebar benih berbagai sumber daya bermacam macam sepanjang sungai dan tempat tempat yang ku tandai tadi sebanyak 1000 juga," lanjut Feng.
[Ding! Dikonfirmasi : - 49.000 Point]
[Sisa Point : 450K]
Feng menghela nafas lega kemudian berbalik dan melesat terbang menuju tempat latihan para Pasukannya.
Hari sudah Sore saat Feng sampai dan tersenyum melihat Pasukannya yang sedang berlatih keras dengan keringat bercucuran.
"Baiklah semua! Sampai sini dulu latihan Kalian, Kalian semua ikuti Aku sekarang," ucap Feng berjalan pergi, para Pasukannya mengangguk patuh kemudian mengikuti Feng berjalan pergi.
...- - -...
Di tempat Rara
"Permaisuri?" panggil Anan yang saat ini sedang terbang dengan Rara yang sudah tertidur pulas di punggungnya.
"Ah... Permaisuri sudah tertidur sebaiknya Aku segera mencari Kaisar sekarang," ucap Anan kemudian melesat mencari Feng.
...- - -...
...Instagram : @t_riq__...