
Wei Yin benar benar mebgeluarkan seluruh kemampuan dan kekuatan yang Ia punya. Bahkan Ia mengeluarkan seluruh kartu as nya demi mengalahkan Ratu Lobster didepannya.
"Jurus Raja Racun!" ucap Wei Yin mengeluarkan salah satu kartu as nya. Racun dari tubuhnya keluar kemudian membentuk tubuh baru dengan pedang di tangannya. Raja Racun itu maju, menyerang lobster mata tiga disekitar Mereka.
Wei Yin cukup pintar karna menggunakan Raja Racun tersebut sebagai tambahan kekuatan untuk menghadang lobster mata tiga disekitarnya. Kini hanya tinggal pertarungannya dengan Ratu Lobster tersebut. Ia mengeluarkan senjatanya, sebuah cambuk berwarna merah darah, aura darah tercium pekat dari cambuk tersebut.
"Cambuk haus darah," gumam Dewa kematian membuat Dewi kehidupan, Feng dan Rara menoleh bertanya.
"Itu merupakan salah satu pusaka yang juga digunakan Racun kecil itu dulu meski Ia jarang menggunakannya. Meski tak sepenuhnya sama, namun cambuk di tangan bocah itu memang mengandung 10% kekuatan cambuk Racun kecil yang asli," jelas Dewa kematian.
Wei Yin bergerak, melesat maju sambil mengayunkan cambuknya.
Ctarrr... Satu cambukan berhasil Ia daratkan ke tubuh Ratu Lobster tersebut, meski tak sakit dan meninggalkan luka namun itu cukup untuk membuat Ratu Lobster itu kembali marah dan balas menyerang Wei Yin dengan ganas.
Booom! Booom! Wei Yin terus menghindar, sesekali bertahan dan balas menyerang Ratu Lobster didepannya. Ia mundur sejenak mengatur nafasnya yang sudah tak beraturan.
"Andai Racun kecil itu sudah bangun, pasti bocah itu akan menang," ucap Dewi kehidupan menatao Wei Yin kasihan.
Ctakkkk... Satu capitan tak berhasil Wei Yin hindari dan benar benar tepat di tubuhnya membuatnya menggeliat berusaha melepaskan diri. Namun Wei Yin tak cukup kuat melepaskan dirinya dari capitan tersebut yang semakin lama semakin keras mencapit dirinya. Energi Wei Yin juga sudah tak bersisa lagi hingga kini Ia merasa ada satu masa depan untuknya yaitu mati.
Tapi tidak begitu, saat Wei Yin sudah kehilangan kesadarannya, Ratu Lobster langsung melepaskannya atas perintah Feng. Feng kemudian mememerintahkan Ratu Lobster agar segera kembali ke penyimpanannya.
"Baiklah, selesai," ucap Feng, Rara mengangguk. Mereka berdua bangkit dan atas saran Dewa kematian dan Dewi kehidupan, Mereka berdua melesat menuju puncak gunung dunia, bertemu kenalan lama yang disebutkan.
Belum sampai ke puncak, Feng dan Rara sudah merasakan tekanan aura yang begitu kuat. Meski itu sebuah tekanan, bagi Feng dan Rara yang sudah berada di tingkat Walis itu tidak ada apa apanya. Dengan kecepatan yang sama, Mereka melesat dengan cepat menuju puncak gunung dunia.
Phoenix dipuncak gunung dunia itu nampaknya sudah merasakan keberadaan Feng dan Rara. Ia terkejut saat tau bahwa Feng dan Rara dapat melewati dengan cepat dibawah tekanannya. Ia menajamkan matanya kemudian menambah tekanan ke auranya.
Feng dan Rara yang merasakan tekanan aura itu semakin bertambah sempat terkejut dan berhenti sejenak. Namu Mereka berdua dengan cepat kembali melesat menuju puncak gunung dunia.
"Mustahil! Padahal auraku baruasan bahkan bisa membuat Pendekar tingkat langit jatuh berlutut," gumam Phoenix itu terkejut.
"Oh... Dari sini asal aura yang menekan tadi rupanya," sebuah suara perempuan muncul dibelakang Phoenix membuatnya langsung berbalik menatap kedua orang yang tiba tiba datang tersebut.
"Bagaimana mungkin?! Aku sama sekali tak merasakan keberadaan Kalian," ucap Phoenix tersebut terkejut, Ia benar benar sama sekali tak merasakan kedatangan 2 manusia ini, padahal tadi Ia merasakannya cukup jelas saat masih jauh.
Kini Feng dan Rara menatap hewan besar didepannya ini. Seekor burung dengan bulu indah berwarna biru dan merah. Aura disekitarnya membuat orang lain akan merasakan sangat panas dan sangat dingin secara bersamaan. Hewan buas didepan Mereka ini bukan hanya sekedar hewan buas namun adalah hewan legenda sepeerti Naga. Ya, dalam sekali lihat Feng dan Rara sudah tau hewan didepan Mereka ini, seekor Phoenix.
Wuushhh.... Booom! Phoenix itu tanpa berkata satu patah katapun langsung mengayunkan sayapnya, menyerang Feng dan Rara. Feng dan Rara dengan cepat menghindar dari serangan itu dan kemudian berbalik membalas serangan phoenix tersebut.
Feng mengarahkan tinjunya tepat ke badan phoenix tersebut, phoenix itu mengangkat sayapnya dan menggulungnya sebagai perisai untuk menghalang pukulan Feng. Baru selesai menahan pukulan Feng, Rara muncul di belakangnya dan mengayunkan kakinya menendang Phoenix tersebut. Phoenix itu tak punya persiapan sehingga dengan mudah terlempar jauh oleh tendangan Rara barusan. Pertarungan antara Feng dan Rara pun dimulai dengan pertarungan fisik tanpa kekuatan didalamnya.
Tak lama, Phoenix itu nampak mulai terpojok karna melawan dua orang. Ia segera melepaskan auranya secara kuat membuat Feng dan Rara mundur sejenak menatapnya. Phoenix itu akhirnya mulai mengeluarkan kekuatannya.
"Bulu Malam!" ucapnya mengeluarkan jurusnya, Ia kemudian mengayunkan sayapnya yang berwarna biru dan menembakkan bulu bulunya ke arah Feng dan Rara.
Wushh... Wushhh... Feng dengan Rara dengan cepat menghindar. Namun Mereka terkejut melihat serangan Phoenix itu barusaha membunuh Mereka.
Bulu bulu Phienix tersebut menancap di tanah atau pohon dan langsubg menyebabkan sekitarnya langsung membeku. Apa yang terjadi seandainya itu mengenai kulit Mereka?
Feng dan Rara tak diam dan menunggu Mereka diserang saja, kini Mereka kembali bergerak balas menyerang Phoenix tersebut. Rara mengeluarkan pedangnya dan menebaskannya silang, energi tebasan itu melesat cepat ke arah Phoenix tersebut. Phoenix tersebut mencoba menghalanginya.
Booom! Phoenix tersebut memang berhasil menahan serangan Rara barusan namun tetap saja Ia harus termundur beberapa langkah karnanya. Rara tersenyum, tentu saja Phoenix itu tak dapat menahan serangan itu sepenuhnya karna Rara menggunakan hampir 50% kekuatannya untuk menggunakan serangan kepada Phoenix itu tadi.
Belum lama sejak Rara menyerang, kini giliran Feng yang mencul dengan tombak kunonya di tanganya. Phoenix itu dengan cepat menyadari serangan itu dan langsung memakan persiapan untuk melawannya.
"Jurus tubuh emas!" tubuh Phoenix tersebut kemudian tiba tiba mengeluarkan aura berwarna emas yang sangat kuat. Tak hanya aura bahkan setelah mengeluarkan jurus tersebut, bahkan tubuh Phoenix itu berubah menjadi warna emas.
Tingg... Ting... Ting... Serangan Feng benar benar tak berpengaruh kepada Phoenix tersebut. Wajar saja, Feng juga tak mengeluarkan lebih dari 10% kekuatamnya.
Phoenix itu segera terbang dan menatap kedua orang tersebut dari langit. Feng dan Rara diam menatap tajam Phienix itu.
Feng dan Rara melepaskan sedikit auranya, menyamai dan beradu dengan aura yang dikeluarkan Phoenix. Membuat Mereka bisa bergerak dengan bebas.
"Mari Kita mulai!"
...- - -...