
"Yeyyy... Rara menang," ucap Rara yang baru saja sampai di Daratan Hitam disusul Feng, Feng hanya tersenyum melihat kegirangan Rara dan memberi 5 Wortel yang Ia janjikan padanya, Rara menerima Wortel itu dan langsung melahapnya.
" Akhirnya Kalian kembali juga," ucap Nenek Ki yang tiba tiba muncul di hadapan Feng dan Rara, Feng dan Rara mengangguk.
"Baiklah, sepertinya Kalian sudah siap menjalani latihan Kalian," ucap Nenek Ki, Feng dan Rara mengangguk yakin.
"Baiklah, kalau begitu, ikuti Aku," ucap Nenek Ki lalu melesat terbang diikuti Feng dan Rara.
- - -
Nenek Ki, Feng dan Rara kini telah berdiri di pinggir Laut, Feng menatap jauh Laut di depannya sambil berpikir apa latihan yang akan diberikan Nenek Ki padanya dan Rara, sedangkan Rara sendiri masih asyik menikmati Wortel terakhirnya.
"Baiklah, latihan pertama yang kuberikan adalah melewati Lautan ini hingga ke Pulau itu," ucap Nenek Ki menunjuk Lautan yang luas di depan Mereka, Feng memfokuskan pandangannya dan menggunakan teknik "Penglihatan Naga Cahaya" untuk melihat Pulau itu.
"Tentu saja itu mudah bagi Kalian yang memiliki kekuatan Monster, namun bagaimana jika..," ucap Nenek Ki kemudian menjetikkan jarinya dan tiba tiba Feng dan Rara merasa bahwa Kultivasi Mereka di tekan hingga Perunggu tingkat 7.
"Baiklah, ingat baik baik, Kalian harus mencapai Pulau itu baru bisa lanjut dan berhati hatilah karna banyak Binatan Buas di Lautan melebihi yang Kalian kira," ucap Nenek Ki kemudian tiba tiba menghilang, Feng hanya menghela napas. 'Ini memang tak semudah yang Ku pikirkan,' pikirnya kemudian memandang Rara yang juga menatap Feng polos. Feng tersenyum mengacak ngacak rambut Rara, bagaimanapun juga Ia harus menjalani latihan ini agar lebih kuat dan dapat melindungi Rara.
"Ra'er tunggu di sini yah, biar Aku periksa sebentar," ucap Feng yang di jawab anggukan patuh oleh Rara. Feng kemudian melompat ke Laut karna dengan Kultivasinya yang sekarang, Ia jelas tak bisa terbang sedangkan jika menggunakan Element Anginnya pasti akan kalah dengan kencangnya Angin di Lautan.
Byurr... Feng mengaktifkan "Penglihatan Naga Cahaya" dan mulai berenang maju, beberapa Hewan Buas tingkat Perunggu dan Perak berbentuk Ikan mencoba mendekatinya namun Feng langsung mengusirnya dengan "Aura Kematian" walau hal itu menghabiskan banyak Qi nya, Ia terus berenang hingga beberapa Ratus Meter ke depan hingga tiba tiba Instingnya bergerak saat sesuatu yang lebih kuat datang menyerangnya, Feng dengan cepat berputar menghindari serangan itu.
Slashh... Benar saja, setelah Feng menghindar seekor Makhluk dengan cepat melesat bahkan dengan mudah membelah terumbu karang didekatnya, Feng menatap Hewan Buas apa itu, dan ternyata Hewan Buas itu beberbentuk Bintang Laut dengan ukuran sebesar Mobil di Bumi, dengan setiap sisi tubuhnya yang mengkilat tajam. Feng bahkan tak yakin tubuhnya akan benar benar selamat terkena serangan Hewan Buas itu, Feng kembali memfokuskan penglihatannya hingga Ia tau bahwa Hewan Buas itu ada pada Tingkat yang setara Tingkat Emas, kemudian mau tak mau, Feng harus melawan Hewan Buas itu untuk melanjutkan perjalanannya.
Slassh... Hewan Buas itu kembali melesat ke arah Feng dengan cepat, kali ini Feng yang sudah siap, menghindari serangan itu dengan mudah.
"Jurus 1000 Jarum," ucap Feng kemudian ribuan jarum terbentuk disekitarnya dan melesat menuju Hewan Buas itu, beberapa jarum berhasil di hindari atau di tangkis sedangkan beberapa jarum lagi memang mengenai Hewan Buas itu namun tak berefek apapun padanya.
'Aku tak bisa melanjutkan pertarungan ini,' pikir Feng kemudian dengan sisa tenanganya kabur dari Hewan Buas tersebut.
"Feng Gege!" pekik Rara kaget dan panik saat Feng berhasil kembali dengan tubuh penuh luka, Rara langsung membaringkan Feng dan meminumkan Pil Penyembuh yang pernah Feng berika padanya.
"Hiks... Feng Gege..," isak Rara, Feng yang masih sadar tersenyum kemudian mengelus kepala Rara lembut.
"Tenang saja, Aku gak papa," ucap Feng tersenyum lembut.
- - -
Tempat Misterius...
"Kau memang kejam, bentuk mu saja seperti Nenek Tua yang baik hati," ucap Penguasa Dunia melirik Nenek Ki yang duduk di dekatnya.
"Mereka memang harus menerima latihan seperti itu agar menjadi lebih kuat tak seperti diri mu yang lemah," ucap Seorang Gadis kecil yang juga berada di dekat Penguas Dunia dan Nenek Ki.
"Dasar Loli Tua, harusnya Aku yang berkata seperti itu pada dirimu, apalagi dengan tubuh kecilmu itu," balas Penguasa Dunia.
"Kau!"
"Sudahlah, jangan bertengkar lagi, lebih baik Kita memperhatikan bagaimana Pasangan yang dipilih Takdir ini menyelesaikan latihan Mereka," ucap Nenek Ki melerai dan kembali memeperhatikan layar di depan Mereka begitu juga dengan Gadis kecil itu dan Penguasa Dunia walau masih beradu mulut.
- - -