
Pelelangan telah berakhir, barang terakhir yang ditawarkan adalah sebuah Senjata Tingkat Tinggi dan Feng tak berniat membelinya.
Kini Ia berjalan dengan Rara yang tidur didalam gendongan punggungnya, Feng berjalan menuju tempat penerimaan dan pembayaran barang.
"Tuan, Budak itu sudah Tuan bayar dan Kitab ini 1000 Koin Emas," ucap Nona Yin yang menjadi perantaranya, entah kenapa Nona Yin melayani Feng secara pribadi namun hal itu sudah tampak niat tersembunyi yang Ia ingin lakukan.
Feng hanya mengangguk tanpa berkata kata kemudian mengibaskan tangannya dan 1000 Emas muncul didepan Nona Yin.
Nona Yin juga langsung mengibaskan tangannya menyimpan seluruh Emas di Cincin Ruangnya.
"Baik Tuan, ini adalah kontrak segelnya Tuan hanya perlu meneteskan darah Tuan disini," jelas Nona Yin sambil menyodorkan sebuah kertas diatas meja.
"Tidak Perlu," ucap Feng dingin sambil menggelengkan kepalanya, Nona Yin yang mendengar hal tersebut menyerit tak paham.
Feng langsung mendekat kurungan yang terdapat Laki laki Klkelinci tadi yang kini masih belum sadar kemudian meninjunya.
Boom!
Mata Nona Yin lagi lagi tampak terkejut, setaunya Penjara tersebut bahkan tak akan hancur jika di Tinju oleh seorang pada Tingkat Bumi Lapis 1 kebawah namun Pemuda didepannya bahkan dengan tanpa Qi dapat menghancurkannya.
Feng kemudian menggambar sebuah segel diudara kemudian segel tersebut terbang dan masuk kedalam tubuh Laki laki kelinci tersebut.
Hal itu sontak membuat Nona Yin tambah terkejut berkali kali lipat, kini Ia menatap Feng dengan tatapan penasaran dan kagum, Ia merasa Feng adalah Orang yang penuh dengan Misteri yang tak berdasar.
Setelah segel tersebut masuk kedalam tubuh Laki laki kelinci tersebut, kertas tempat kontrak segel yang tadi disodorkan Nona Yin terbakar hingga menjadi abu.
Nona Yin hanya dapat mengahan nafas penuh kekaguman atas apa yang Ia lihat dari awal hingga akhir.
Feng sendiri langsung memegang tubuh Laki laki tersebut dan menuntunya berdiri dengan dipapah, Ia kemudian menatap Nona Yin sambil mengeluarkan sedikit Aura kematiannya membuat Nona Yin merinding ketakutan saat merasakan Auranya.
"Jangan berharap bisa mengambil keuntungan dariku bahkan jika itu menggunakan tubuhmu yang kotor tersebut," lirih Feng penuh penekanan lalu dengan langkah Naga Angin, Ia melesat keluar tanpa diketahui siapapun kecuali Nona Yin.
Nona Yin sendiri masih mematung mendengar ucapan Feng, entah kenapa ucapan Pria bertopeng tersebut sangat melukai harga dirinya karna Ia memang sering menjalin hubungan bisnis menggunakan tubuhnya tersebut.
Kini Ia benar benar malu pada dirinya sendiri.
...- - -...
Disisi lain Feng telah sampai di kamarnya, Ia kemudian membaringkan Rara yang sudah tertidur lelap diatas kasur.
Selanjutnya Ia mendudukan Laki Laki kelinci tersebut kemudian bersila dibelakangnya dan menyalurkan Qi nya untuk menyembuhkan Pria tersebut.
Perlahan seluruh luka yang ada didalam Laki laki Kelinci tersebut menutup dan menghilang, namun Feng tak hanya menyembuhkannya saja namun juga memeriksa tubuh Laki laki tersebut.
Setelah beberapa saat menyembuhkan dan memeriksa Feng akhirnya tau, bahwa Laki laki didepannya ada pada Tingkat Emas Lapis 1 dan lagi Ia memiliki 2 Akar Roh yaitu Tanah dan Kayu.
Setelah seluruh lukanya menutup Feng membaringkan Laki laki yang tampak belum sadarkan diri tersebut disamping Rara sedangkan Ia sendiri memilih untuk duduk bermeditasi untuk menyerap Qi.
...- - -...
Pagi Hari...
"Hoaaam..," Laki laki kelinci tersebut menguap sambil membuka matanya, visinya langsung menangkap seorang Lelaki muda yang sedang duduk dengan posisi meditasi sambil menatap dirinya sambil tersenyum tipis.
Feng hanya diam masih memperhatikan tanpa berniat berbicara sama sekali dengan Laki laki kelinci tersebut.
Tiba tiba mata Lelaki kelinci tersebut terbelakak saat melihat Gadis kecil yang sedang tidur meringkuk diatas kasur sambil mengisap jempolnya.
Air matanya menetes, lalu tanpa berkata kata Ia mendekat dan memeluk erat Gadis kecil tersebut membuat Gadis kecil tersebut terbangun.
Rara yang terbangun karna pelukan erat seseorang terkejut saat yang memeluk dirinya adalah Orang yang selama ini Ia rindukan.
Rara langsung balas memeluk sambil terisak kecil, Feng hanya mengamati dari jauh 2 Orang tersebut.
Setelah beberapa saat, Lelaki kelinci tersebut baru menyadari bahwa ada Orang selain Mereka berdua, sontak itu membuatnya langsung melepaskan pelukannya dan memasang sikap siaga didepan Rara.
Rara yang bingung akan kelakuannya beberapa saat kemudian baru paham.
"Abang! Feng Gege tak salah, Ia yang nyelamatin Abang tau," ucap Rara pada Laki laki kelinci tersebut, Laki laki kelinci yang mendengar ucapan Rara sedikit mengendurkan siaganya namun tetap waspada.
Feng yang melihat hal tersebut hanya tersenyum kemudian menatap Rara.
"Ra, Bisa Kau memperkenalkannya sekarang?" tanya Feng, Rara mengangguk kemudian berdiri dan berjalan mendekat kearah Feng lalu duduk dipangkuan Feng.
Laki laki kelinci tersebut terbelakak hendak menarik Rara namun Rara dengan tangannya menyuruh Laki laki kelinci tersebut diam dulu.
"Feng Gege, Dia adalah Abang kandung Rara namanya Wanwan," kenal Rara sambil menunjuk Wanwan yang masih memasang sikap waspada.
"Dan Abang, Ini Feng Gege, Suami Rara," kenal Rara membuat mata Wanwan terbuka lebar mendengar kata Suami yang keluar dari mulut Adiknya tersebut.
"Salam kenal Kakak Ipar," ucap Feng sambil tersenyum pada Wanwan, Wanwan sendiri diam beberapa saat kemudian tiba tiba melontarkan tinjunya ke arah Feng.
Buk!
Bukan Feng yang menahan tinjunya melainkan Rara yang berada dipangkuan Feng yang menahannya sambil memasang raut wajah kesal.
Wanwan sendiri kaget karna tinjunya tersebut sudah dialiri Qi yang dapat melukai setingkat dengannya namun Adiknya tersebut yang dulu lebih lemah darinya namun kini dapat menahannya dengan mudah.
"Ikkh... Abang! Rara udah bilang Feng Gege yang nyelamatin Abang malah Abang mau nyerang Feng Gege," kesal Rara sambil melepaskan genggamannya dari tinju Abangnya tersebut.
"Sepertinya memang harus dijelaskan ya," ucap Feng tiba tiba, Ia kemudian mengeluarkan sedikit Aura kematiannya dan mengarahkan pada Wanwan membuat Wanwan terduduk.
"Ra, bisa tolong pesan makanan dulu ke bawah terus minta anatarin ke atas," ucap Feng memberikan sekantung Uang berisi 10 Koin Emas pada Rara, Rara mengangguk patuh kemudian mengambil kantung tersebut dan berjalan keluar amar hendak memesan makanan.
Feng sendiri setelah Rara keluar langsung merubah raut wajahnya menjadi dingin lalu menatap Wanwan.
Feng melepaskan Aura kematiannya membuat Wanwan bernafas lega namun langsung memasang sikap waspada pada Feng.
Feng tak terganggu dengan sikap waspada tersebut malah Ia tersenyum lembut melihatnya.
"Baiklah, mari Kita luruskan kesalahpahaman ini lewat ceritaku pertama kali dengan Rara terlebih dahulu," ucap Feng kemudian berjalan ke balkon dibawah tatapan waspada Wanwan yang sudah menurunkan sedikit kewaspadaanya.
...- - -...