
"Cih, Kau kira Kau sudah menang!" decih Kaisar Kekaisaran Bintang tadi, Feng mengangkat sebelah alisnya melihat keras kepala Kaisar ini.
Insting Feng berdentang saat merasakan sebuah serangan besar mengarah ke arahnya dan Rara.
Rara yang juga sudah merasakannya langsung dengan cepat menghindar.
Boom!
Benar saja, kini tempat berdiri Feng dan Rara yang tadi sudah berlubang dalam, Feng dan Rara menatap ke atas melihat 2 Orang yang sedang terbang.
"Hahaha... Leluhur! Hidup Leluhur! Matilah Kau Bocah!" tawa arogan Kaisar Kekaisaran Bintang itu, Feng hanya tersenyum tipis melihat ke arogan an Kaisar Kekaisaran Bintang tersebut.
"Nak! Lebih baik sekarang Kau berlutut dan meminta maaf serta potong kedua tanganmu," ucap seorang Kakek yang merupakan Leluhur Kekaisaran Bintang tersebut.
2 Orang yang terbang itu adalah seorang Kakek dan Nenek yang merupakan Leluhur Kekaisaran Bintang tersebut.
Feng hanya diam melihat sepasang Orang tua tersebut, namun sebuah tarikan di baju belakangnya membuat Feng menoleh.
Rara yang dari tadi tak bisa diam akhirnya memutuskan untuk menarik narik baju Feng.
"Ada apa Ra?" tanya Feng lembut sambil mengelus kepala Rara.
"Feng Gege, biar Rara aja ya, yang lawan Kakek sama Nenek itu yah? Rara masih belum capek nih," ucap Rara cemberut, Feng tersenyum mengangguk.
"Kau! Begitu sombong!" ucap Nenek tersebut dengan wajah emosi karna merasa di remehkan, begitu pula Kakek yang berada di sebelahnya.
"Dasar Ja_ang kecil! Kedua Leluhur sudah berada di tingkat Langit lapis 8! Bahkan jika bekerja sama Tingkatan Surka pun tak berani bermain main dengan Mereka!" teriak Kaisar Kekaisaran Bintang tersebut, namun kemudian Ia terdiam gemetaran saat sebuah aura kuat menekan tubuhnya hingga tak dapat menggerakkan tubuhnya walau hanya mengedipkan mata.
Kedua Leluhur tadi juga terdiam membeku saat sebuah Aura menahan Mereka, Mereka mencari asal Aura tersebut dan seketika terkejut saat tau Aura tersebut berasal dari Anak Muda yang ada di bawah Mereka.
"Aku sebenarnya berencana melepaskan Kalian, namun jika seperti ini justru Kalian yang tak akan bisa lepas dari Kematian!" ucap Feng dingin.
Feng kemudian mengangkat tangannya dan seketika ribuan jarum Qi terbentuk di sekitarnya, Ia mengayunkan tangannya dan seketika ribuan Jarum tersebut terbang melesat dengan cepat.
"Aargh!"
"Aaaaargh!"
"Tolo-!"
Semua Orang yang masih hidup di medan perang tersebut tak tahan untuk tak membuka mulutnya ternganga terkejut melihat kekuatan Feng.
Bahkan Pasukannya pun terdiam berkeringat dingin melihat kekuatan dan kekejaman Feng, bagaimana tidak kuat, setiap jarum yang meluncur dari Feng pasti mengambil satu nyawa dari Pasukan Kekaisaran Bintang.
Hanya kurang dari 1 menit, seluruh Pasukan Kekaisaran Bintang termasuk Jendral yang tadi di lumpuhkan Rara sudah menemui kematiannya.
"Feng Gege! Jangan dibunuh ya Kakek sama Nenek itu yah! Biar Rara aja," ucap Rara dengan muka imutnya, Feng tersenyum mengangguk kemudian melambaikan tangannya, seketika itu Kakek dan Nenek itu terhempas hingga ke tengah medan pertempuran yang sudah kosong dan hanya tersisa mayat mayat dan genangan darah.
Feng menjentikkan jaringan dan seketika sebuah pelindung Qi yang transparan menutupi seluruh medan perang yang di dalamnya hanya ada Kakek, Nenek dan Rara.
Para Pasukan Feng memang sudah Feng suruh mundur saat Ia akan membantai Pasukan Kekaisaran Bintang tersebut sehingga kini medang perang kosong.
"Perhatikanlah bagaimana Permaisuri Kalian bertarung dan pelajarilah beberapa hal dari peetarungan itu," ucap Feng, Para Pasukannya mengangguk dan mulai memperhatikan Rara yang akan bertarung melawan 2 Leluhur Kekaisaran Bintang tersebut.
Feng sendiri kemudian tersenyum dingin kemudian mengangkat tangannya, kemudian seorang Manusia melesat cepat dan lehernya tercengkram oleh tangan Feng tersebut.
"Kau ingin kabur setelah berani menghina Istriku," ucap Feng tersenyum pskopat, Kaisar Kekaisaran Bintang yang di cekik Feng tersebut meronta berusaha melepaskan tubuhnya, namun itu sangan mustahil.
"Ku rasa kematian terlalu mudah untukmu," ucap Feng kemudian membanting Kaisar Kekaisaran Bintang tersebut hingga membuat lubang di tanah.
Feng maju dan menarik rambut Kaisar Kekaisaran Bintang tersebut membuat Kaisar Kekaisaran Bintang tersebut mendongak dengan muka hancur.
"Aku sudah lama tak menyiksa Hewan sepertimu, dan sekarang Aku juga berterima kasih karna sudah membangunkan Insting untuk menyiksa lagi," ucap Feng sambil tersenyum psikopat.
Kaisar Kekaisaran Bintang tersebut membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu, namun tangan Feng dengam cepat masuk ke dalam mulutnya dan menarik lidahnya.
Tesss...
Kini Kaisar Kekaisaran Bintang tersebut sudah tak memiliki lidah karna di tarik Feng, Feng kemudian membuat sebuah jarum panjang.
Jleb...
Jarum panjang Feng menusuk tepat di mata Kaisar Kekaisaran Bintang tersebut hingga tembu ke kepalanya.
Kaisar Kekaisaran Bintang yang ingin berteriak kesakitan justru tak bisa berteriak karna rahangnya dan tahan Feng, Feng tersenyum psikopat lalu menarik membuka mulut Kaisar Kekaisaran Bintang tersebut.
Kreeek...
Ctak...
Mata Kaisar Kekaisaran Bintang tersebut memutih dan kemudian Ia menemui kematiannya, Feng berdecih kesal karna sebenarnya Ia ingin menyiksa lebih lama namun sayangnya sudah mati.
Feng memanggil salah satu pasukan Kelelawarnya dan menyuruhnya membawa jasad Kaisar Kekaisaran Bintang tersebut ke Istananya.
Feng menepuk tangannya, kemudian melihat ke arah Rara yang sudah akan memulai pertarungannya tersebut.
"Baiklah, saatmya melihat sejauh apa perkembangan Istri kecilku," ucap Feng tersenyum.
...- - -...
...Instagram : @t_riq__...