
"Kau benar benar akan pergi secepat ini?" tanya Kakek itu menatap Feng yang sudah bersiap akan pergi karna tugasnya disini sudah selesai. Feng mengangguk kemudian menatap sekelilingnya dimana para Manusia Elang yang kini sudah terbebas tengah berpesta atas kebebasan Mereka.
"Ya! Tak bisakah Kau menunggu sebentar lagi?" tanya Falco menatap Feng berharap Feng masih bisa lebih lama disitu. Feng tersenyum tipis, bukankah dulu Falco membencinya? Sekarang justru Ia orang yang paling berharap Feng tetap disitu.
"Maaf, Aku harus segera mencari Istriku," ucap Feng, kata kata Feng itu membuat Kakek dan Falco menghela nafas pasrah sedangkan Falca hanya bisa terdiam sambil menahan sakit hati atas perkataan Feng barusan.
Ia masih mencintai Feng dan sampai sekarang pun Ia terus memendamnya, tapi nampaknya perasaan itu tak mungkin terwujudkan melihat Feng yang sangat setia kepada Istrinya tak pernah melirik Wanita manapun selain Istrinya.
"Adik, ada yang ingin Kau sampaikan?" tanya Falco, Ia mengerti bagaimana perasaan Falca saat mendengar perkataan Feng tersebut. Feng pun sekali lirik sudah tau bahwa Falca sangat mencintainya, namun Ia adalah tipe lelaki yang sangat setia pada satu Wanita, dan Ia tak akan pernah menduakan Rara walaupun kematian sekalipun yang jadi pemisah diantara Mereka.
"A-aku..." Falca tergagap, apakah Ia akan menyampaikannya? atau lebih baik memendamnya saja.
"Ungkapkanlah, setidaknya itu membuatmu lega," ucap Feng menatap Falca, Falca balas menatap Feng. Apa yang di katakan Feng benar, apakah Ia akan terus memendamnya? Memendam perasaan cinta dan sakit hati itu? Hingga Ia tak tau kapan perasaan itu akan hilang.
"AKU MENCINTAIMU FENG!" Teriak Falca melepaskan perasaan itu, Feng tersenyum tipis sedangkan Falco dan Kakeknya yang mendengar itu menganga. Sejak kapan Adiknya begitu berani mengungkapkan perasaannya?
Falca yang sudah tersadar dengan apa yang Ia katakan langsung menutup mukanya yang sudah memerah malu. Falco dan Kakeknya yang melihat itu hanya tertawa.
"Ya! Kami mencintaimu Dewa Pembebas!" salah seorang Manusia Elang berkata, diikuti sahut menyahut dari Manusia Manusia Elang yang lainnya.
"Ya! Hidup Dewa Pembebas!"
"Kami akan mengabdikan hidup padamu!"
"Kami memujamu!"
Sahut sahutan itu terdengar ramai, Feng tersenyum kemudian terbang. Sanjungan dan sahutan itu mengiringinya pergi, meninggalkan cerita yang baru saja berakhir.
...----------------...
Alam Iblis...
Feng menatap sekitarnya, Ia tampaknya berada di sebuah puncak Gunung. Mata Feng tiba tiba tertuju pada sekumpulan Makhluk yang nampaknya sedang bertarung di kaki Gunung tersebut.
Feng mengangkat sebelah alisnya melihat pasukan yang dari pakaian nampaknya adalah para Bandit itu, meski Mereka para Bandit namun kekuatan Mereka cukup kuat apalagi seseorang yang nampaknya adalah Pemimpin Mereka yang berada di tahap Surka tersebut.
Namun segitu melihat lawan para Bandit itu, Feng langsung menajamkan matanya. Iblis iblis itu cukup kuat dan jika di hadapkan dengan para Bandit itu bisa dikatakan cukup seimbang bahkan Iblis itu lebih unggul, namun mengingat dari para Bandit itu ada seorang yang berada pada tingkatan Surka, Feng rasa pertarungan ini akan berbalik.
Feng tiba tiba tersentak saat menyadari sesuatu, pertama bahwa energi para Iblis itu tak pernah habis kedua Ia merasakan aura familiar dari para Iblis tersebut. Feng terdiam memfokuskan dirinya dan seketika senyum mengembang dari bibirnya.
Itu aura Rara!
Feng sekarang tau bahwa Iblis iblis itu adalah bawahan Rara, kalau begitu bukankah Mereka tau dimana Rara sekarang?
Feng tetap diam di tempatnya memilih memperhatikan Mereka terlebih dahulu sebelum nanti bertanya tentang keberadaan Rara.
...----------------...
"Hutan Hewan Buas yah," gumam Rara saat melihat Hutan di bawahnya. Hutan ini berbeda dengan Hutan yang sebelumnya Ia kunjungi itu, namun sama seperti Hutan itu yang memiliki banyak Hewan Buas kuat yang tak bisa di taklukan siapapun termasuk pasukan Kerajaan Iblis.
Rara turun mendarat dan seketika Ia sudah merasaka berbagai aura kuat yang berasal dari berbagai penjuru. Rara tersenyum tipis, melihat sekitarnya, hanya dalam hitungan detik kini Ia sudah di kelilingi berbagai macam Hewan Buas yang memiliki kekuatan yang sangat kuat, mulai dari tingkat Bumi hingga Langit.
Rara tersenyum, Hewan Buas ini cukup cerdik. Mereka bersama menyatukan auranya dan menggunakan aura Mereka coba menekan Rara. Rara menghela nafas, Ia adalah Dewi atau Penguasa dari seluruh Hewan Buas di Dunia ini, dan kini Mereka ingin menekannya?
Rara menutup matanya sejenak dan kemudian membuka matanya, Ia mengeluarkan roh beladirinya. Siluet seorang Perempuan dengan jubah putih dan telinga Kelinci keluar dari dalam tubuhnya, membuat seluruh aura yang tadi menekan tubuhnya langsung hancur.
Para Hewan Buas yang berada di dalam hutan itu begitu merasakan juga melihat Roh Beladiri Rara pangsung bersujud ke arah Rara. Rara tersenyum tipis, kini Hewan Buas apapun bahkan Naga ataupun Phoenix sekalipun akan tunduk padanya begitu Ia mengeluarkan Roh beladirinya.
...----------------...
Boom!
Pasukan Iblis kuno itu langsung terbang begitu terkena ledakan besar itu. Feng mengangkat sebelah alisnya melihat kejadian di depannya itu.
Pasukan Iblis Kuno itu semula unggul bahkan berada di atas angin berkat Mereka tak pernah kelelahan dan energi Mereka tak pernah habis, bahkan saat melawan Pemimpin Bandit itu yang berasal di tingkat Surka pun Mereka sama sekali tak kewalahan karna Mereka saling berkerja sama untuk melawan Pemimpin Bandit tetsebut.
Pemimpin Bandit itu yang terus menerus di tekan oleh kerja sama para Iblis Kuno itu akhirnya tak tahan lagi. Mendadak Ia membuat sebuah segel tangan dan seketika seluruh Pasukan Banditnya yang telah mati bergetar, sebuah cahaya berwarna ungu keluar dari tubuh para Bandit yang sudah mati tersebut dan melesat masuk ke dalam tubuh Pemimpin Bandit itu.
Seketika itu juga kekuatan Pemimpin Bandit itu melesat naik melebihi kultivasinya, hingga kekuatannya akhirnya baru berhenti di tingkat Surka lapis 7. Para Iblis Kuno yang melihat itu tentu saja terkejut, ternyata ada jurus seperti itu dan tentu saja Mereka yakin bahwa jurus itu pasti sangat terlarang.
"Itu memang jurus yang hebat, namun resikonya juga tak main main. Meski kekuatan bertambah berkali kali lipat namun resikonya Ia akan kehilangan pelatihannya, menjadi cacat atau bahkan mati."
Feng bergumam melihat hal itu, Ia kini justru semakin tertarik melihat pertarungan itu apalagi tadi setelah melihat bagaimana kerja sama para Iblis Kuno tersebut, apakah kini Mereka masih bisa bertahan?
Pemimpin Bandit itu terbang beberapa jengkal dari tanah, telapak tangannya terbuka dan perlahan sebuah bola energi terbentuk. Ia dengan satu gerakan melemparkan bola energi itu ke tengah tengah Pasukan Iblis Kuno tersebut
BOOM!!
......................
**Assalamualaikum...
Maaf baru Up, 4 Hari kemarin lagi males malesnya juga karna The System belum ramai lagi.
Jadi demi Up The System yang lancar dan banyak, maka bantu ramaikan The System dengan share, like dan Comment yah...
Makasih**!