
"Wahhh..," mata Rara berbinar binar melihat jejeran kue ber aneka ragam, Ia menelan ludahnya menatap buas ke arah kue kue itu. Di sebelahnya Di Shi menatap aneh Rara.
"Baru kali ini Aku menemukan Orang yang sangat memuja kue," pikir Di Shi menatap Rara, Rara menoleh pada Di Shi memasang mata penuh harapnya.
Di Shi yang paham mengangguk canggung.
"Silahkan jika Kamu ingin memakannya," ucap Di Shi, Rara langsung melompat kegirangan kemudian maju mulai melahap kue kue itu.
"Ra, boleh Aku bertanya?" tanya Di Shi duduk di samping Rara yang asik melahap kue kue itu, Rara menoleh sebentar ke arah Di Shi kemudian mengangguk.
"Em... Bagaimana Kau dan Tuan Feng bisa begitu kuat?" tanya Di Shi, Rara terdiam sebentar mengetuk ngetuk kepalanya berpikir.
"Ooo... Kata Feng Gege, Orang kuat karena yang Orang itu suka," ucap Rara, Di Shi mengangguk paham.
"Lalu apa yang Kau suka?" tanya Di Shi, Rara terdiam berpikir lagi,Rara kemudian mengangkat kuenya.
"Rara suka kue!" ucap polos Rara, Di Shi terdiam tak tau harus menanggapi apa atas gadis polos didepannya ini.
"Oh... Rara juga suka Feng Gege!"
...- - -...
"Apa?! Kita bahkan tak punya permusuhan dengan Kekaisaran Bintang, kenapa Mereka ingin menyerang Kita?!" ucap Kaisar Di terkejut.
"I-itu Kaisar, menurut kabar yang Kami dapat bahwa Kekaisaran Bintang menyerang Kita karna Kita melindungi Musuh Mereka," lapor Prajurit itu lagi.
"Musuh?" bingung Kaisar Di, beberapa detik kemudian Ia tersentak kaget lalu menatap ke arah Feng, Feng tersenyum tipis saat Kaisar Di melihatnya, Kaisar Di menghembuskan nafas panjang kemudian menatap ke arah Prajurit itu lagi.
"Kalau begitu siapkan Pa-"
"Tak perlu," sela Feng, Kaisar Di menatap kaget ke arah Feng.
"Tapi Tuan-"
"Aku akan mengurusnya sendiri, Kau lebih baik fokus meningkatkan kekuatan Kekaisaranmu," ucap Feng bangun dari duduknya kemudian berjalan menuju pintu keluar.
"Oh satu lagi, jangan pernah mengumumkan identitasku pada siapapun atau Kau tau akibatnya..," ucap Feng dingin, Kaisar Di menelan ludahnya mengangguk.
...- - - ...
"Eh, Dia malah tidur?" ucap Di Shi kebingungan melihat Rara yang tertidur dengan kepala bersandar pada meja tempat kue. Di Shi memang meninggalkan Rara sebentar tadi karna Ia ingin mengambil minum, tapi siapa duga saat Ia kembali Rara sudah terlelap dalam mimpinya.
"Aduh... Sekarang gimana?" gumam bingung Du Shi, tiba tiba Ia tersentak saat seorang laki laku datang ke samping Rara. Ia menghela nafas lega saat tau laki laki itu adalah Feng.
"Nona Di, terima kasih sudah mau menjaga Istriku," ucap Feng pada Di Shi, Di Shi tersenyum mengangguk dengan canggung.
"Tak masalah Tuan Feng," jawab Di Shi, Feng mengangguk lalu menggendong Rara di pelukannya.
"Aku pergi dulu," ucap Feng pada Di Shi, Di Shi mengangguk.
...- - -...
"Tuan!" ucap Lin Shan yang kebetulan bertemu Feng yang sedang berjalan kembali ke Penginapan.
"Ah kebetulan," ucap Feng, Lin Shan menatap bingung pada Feng.
"Apakah ada tugas Tuan?" tanya Lin Shan pada Feng, Feng mengangguk tersenyum.
"Pertama ku beritahu bahwa Kalian kini harus bekerja sama dengan Kekaisaran," ucap Feng.
"Ah? Bekerja sama?" bingung Lin Shan terkejut, Feng mengangguk.
"Lakukan apa yang dimintai tolong Kekaisaran Bulan, dan minta tolong juga pada Kaisar Di jika ada yang butuh tapi setiap itu Kau harus melaporkannya padaku," ucap Feng, Lin Shan mengangguk paham.
"Baik Tuan," jawab patuh Lin Shan.
"Bersiap siap apa Tuan?" bingung Lin Shan lagi.
"Bersiap siap untuk perang melawan Kekaisaran Bintang," ucap Feng, Lin Shan terlonjak kaget.
"P-erang melawan Kekaisaran?!" ucap Lin Shan kaget.
"Ya, tenang saja, anggap saja ini latihan untuk Kalian," ucap Feng santai kemudian berjalan pergi.
Lin Shan masih terdiam shock atas itu hanya bisa menatap Feng yang berjalan pergi.
"Hahhh... Kali ini apa yang di rencanakan Tuan?" gumam Lin Shan menghela nafas panjang kemudian berbalik melesat pergi.
...- - -...
"Apa?! Perang melawan Kekaisaran Binrang?!" ucap Pasukan Reinkarnasi kaget.
Tentu saja Mereka kaget, bagaimana Mereka bisa perang dengan Kekaisaran yang pasukannya ribuan sedangkan Mereka bahkan tak sampai 100.
Belum lagi Kultuvasi Mereka yang masih rendah, itu bagaikan seekor kumpulan Ikan Teri yang ingin melawan sekumpulan Ikan Paus, hanya akan berakhir sebagai Makanan!
"Ya, Kalian bersiap siap saja, Aku yakin Tuan memiliki rencana sendiri atas ini," ucap Lin Shan tegas.
"Baik Ketua!"
...- - -...
Feng membaringkan Rara di atas kasur, Ia tersenyum lembut melihat wajah imut nan polos Rara.
"Em... Kue enak, Feng gege harus makan," igau Rara, Feng tertawa kecil mengecup wajah Rara.
"Aku sungguh beruntung bertemu Gadis sepertimu Ra," ucap Feng mengelus kepala Rara.
"Tapi jalan yang Kita akan lalui masih panjang, Ku harap Kau bisa slalu di sisiku dan menjadi kekuatanku," gumam Feng menghela nafas.
Feng kemudian bangkit lalu berjalan menuju balkon kamar Mereka, Ia menatap langit yang dipenuhi bintang bintang.
"Di Mo!" ucap Feng.
"Ya, Tuan?!" jawab Di Mo yang tiba tiba muncul di samping Feng.
"Pergi ke keluarga Wang dan periksa Keluarga Mereka termasuk Kepala Keluarga Wang," ucap Feng.
"Baik Tuan!" patuh Di Mo kemudian berubah menjadi jarum dan melesat pergi.
"Ok selanjutnya... Semua Kelelawar kembalilah," gumam Feng menyuruh seluruh Boneka Kelelawar yang tersebar untuk kembali.
"Baiklah, ku rasa ini cukup untuk menyerang Kekaisaran itu," gumam Feng tersenyum tipis, Ia kemudian memandang langit.
"Setelah Perang ini lalu kembali ke Daratan Hitam dan berlatih, kemudian ku rasa harus pulang mengunjungi Ran dan Fey," monolognya.
"Aku tak tau sudah secepat apa Bocah laki laki dan Rubah itu berkembang,"
"Hahh... Lebih baik ku pikirkan untuk Perang melawan Tikus tikus itu dulu,"
"Sudah lama ya tak berjumpa... System!"
[System : On]
...- - -...
...Instagram : @t_riq__...