The System

The System
Balas Dendam 2



"K-kau siapa? kenapa Kau menahan Kami?!" tanya Ning Mei gemetaran saat melihat Feng berjalan ke arah Mereka.


Feng hanya membalas tersenyum, namun bagi Ning Mei dan yang lainnya itu sangan menyeramkan.


Bahkan Wang Yi, Di Shi dan yang lainnya langsung mengambil langkah mundur.


"Aku tak menyangka Kau melupakanku Mantan Pacarku," ucap Feng menekankan kata Mantan Pacar.


Mata Da Bai, Ning Mei, dan Ru Lang membulat dengan raut wajah terkejut.


"Kau... Feng, gak, gak mungkin," ucap Da Bai tak percaya.


"Oh Kau juga melupakanku Mantan Sahabatku," ucap Feng tersenyum menoleh ke arah Da Bai.


"Ah iya, Kalian pasti tak percaya Aku adalah Feng, karna Kalian telah membunuhnya dengan tangan Kalian kan," lanjut Feng membuat Da Bai dan Ning Mei gemetaran.


Kini Feng ganti menoleh ke arah Ru Lang yang masih terkejut.


"Apa kabar Ketua kelas?" ucap Feng membuat Ru Lang menelan ludahnya.


Ru Lang dan Feng memang tak pernah berkomunikasi dulu saat di Bumi, namun Feng masih ingat bahwa Ru Lang merupakan satu diantara banyak Orang yang tak pernah peduli padanya bahkan saat Feng di bully secara terang terangan.


Jika itu adalah Murid biasa mungkin Feng paham namun Ru Lang adalah Ketua kelas dan hal itu jelas kewajibannya untuk membantu Orang yang di bully.


"F-feng..," ucap Ru Lang gemetaran.


"Em... Ketua kelas bagaimana kabarmu? Kau masih jadi Ketua kelas atau sudah berhenti, dan berapa banyak Orang yang Kau biarkan di bully di kelas?" Feng tersenyum menatap Ru Lang.


Kata kata Feng jelas menusuk batin Ru Lang, membuat Ru Lang sangat menyesal karna dulu tak membantu Feng di saat Feng di bully.


"Ehem... Baiklah, Ra, Di Mo, Wang Yi dan Kalian semua keluarlah dari Daratan Hitam sekarang, ada beberapa hal yang perlu Ku bicarakan dengan kelompok B_jingan ini," ucap Feng menatap Rara, Di Mo, Wang Yi dan yang lainnya.


Mereka semua mengangguk paham kemudian berjalan pergi.


"Oh iya, Ra'er, bantu Di Mo untuk membawa kepala Tetua Orang yang membimbing kelompok ini," lanjut Feng, Di Mo dan Rara mengangguk paham.


"Kalau Kau punya dendam pada Mereka kenapa membawa bawa Kami?!" teriak Pangeran Mahkota pada Feng.


Feng yang mendengar itu menoleh ke arah Pangeran Mahkota, Pangeran ke dua dan Han Si.


"Oh oh, Kalian juga tak mengenali Aku Mantan Kakak Pertama, Mantan Adik ketiga dan Mantan Tunanganku," Ucap Feng membuat ketiganya terkejut.


"Y-yun F-feng..," ucap Han Shi tak percaya.


"Oh Kalian salah namaku Bukan Yun Feng tapi Feng," Feng tersenyum.


"B-bagaimana mungkin?! Kau adalah Orang dari Dunia Mereka bukan?! Kau berarti bukan Yun Feng!" teriak Pangeran kedua tak percaya.


"Hahahaha... Lucu sekali, Aku memang Orang dari Dunia Mereka namun Kau tau, tubuh yang ku tempati ini adalah milik Kakakmu dan Rohnya juga sudah bersumpah membalaskan dendamnya pada Kalian, jadi apa salahnya Aku membantunya sedikit," tawa Feng tersenyum sinis.


Semua Orang terdiam mendengar itu beberapa saat kemudian mulut Mereka tercengang saat menyadari sesuatu.


"Kau?! Bereinkarnasi!" ucap Ru Lang tak percaya.


"Ah... Sesuai yang diharapkan Ketua kelas yang sangat pintar, Aku memang di reinkarnasikan untuk membalas apa yang pernah Kalian lakukan padaku dulu," ucap Feng lalu membuat sebuah jaring dari Angin dan mengikat Mereka semua.


"Hari ini juga Aku akan membalas semua yang pernah Kalian lakukan padaku," ucap Feng menarik Mereka menuju lantai 2.


"Kau?! Kekaisaran Matahari tak akan pernah melepaskanmu B_ajingan!" teriak marah Pangeran Mahkota terseret seret.


"Ya Tuan?" ucap Di Mo membungkuk.


"Bungkam mulutnya," ucap Feng tersenyum psikopat.


Di Mo yang paham akan maksud senyuman Feng pun mengangguj kemudian berubah menjadi jarum dan melesat menuju Pangeran Mahkota.


"Ba_ingan apa yang ma- Aarghh!" omongan Pangeran Mahkota berubah menjadi teriakan kesakitan saat jarum yang merupakan Di Mo menusuk mulutnya.


Tak berhenti sampai situ, Jarum tersebut naik turun menusuk mulut Pangeran Mahkota dan ternyata itu bukan sekedar menusuk melainkan menjahit.


Menjahit mulut!


Semua yang melihat itu langsung gemetaran ketakutan, keringat dingin mengalir dari punggung Mereka saat melihat kekejaman Feng.


"Sudah Tuan," ucap Di Mo membungkuk, Feng mengangguk tersenyum puas lalu tiba tiba Ia teringat sesuatu.


"Oh bagaimana dengan makam Istrimu?" tanya Feng membuat Di Mo tersentak lalu menunduk dengan sedih.


"Aku belum menemukannya Tuan," ucap Di Mo sedih Feng menghela nafas menepuk pundak Di Mo.


"Kita akan mencarinya bersama nanti setelah Aku membalas semua perlakuan Orang orang pengkhianat ini," ucap Feng, Di Mo mengangguk paham.


"Kau bawa Orang ini," ucap Feng menyerahkan tali jaring yang mengikat kelompok Kekiasaran Matahari tersebut.


"Baik Tuan," jawab Di Mo kemudian menarik jaring itu.


Da Bai dan yang lainnya hanya diam namun Mereka meringis kecil saat Mereka terseret seret di tarik oleh Di Mo.


Feng dan Di Mo kemudian berjalan keluar Daratan Hitam melalu portal pintu yang ada di lantai 2.


Sampai di luar Feng dikejutkan dengan semua Orang termasuk Old Xi bersujud ke arah Mereka, namun tidak dengan kelompok Kekaisaran Bintang.


"Hormat Tuan Kaisar Leluhur," ucap Mereka kompak, Feng hanya mengabaikan itu dan menatap Rara yang menyerahkan kepala Pembimbing yang datang bersama kelompok Kekaisaran Matahari.


Feng mengangguk tersenyum puas lalu menyimpan kepala itu di cincing ruangnya kemudian beralih menatap kelompok Kekaisaran Bintang yang kini menatapnya dengan tajam.


"Tetua! Dia yang sudah menyakiti Kami di Daratan Hitam," tuduh salah seorang Murid, Murid yang lain mengangguk karna Mereka percaya akan kekuatan Tetua yang membimbing Mereka pada tingkatan Langit lapis 2.


Feng hanya menghela nafas mendengar hal itu.


"Di kasih jari minta kepala," gumam Feng kemudian mengangkat tangannya.


"Jurus Seribu Jarum," ucap Feng, kemudian seribu jarum tiba tiba terbentuk di sekililing Feng membuat senuanya terkejut.


Feng melambaikan tangannya ke depan, dan kemudian 1000 jarum itu melesat menuju kelompok Kekaisaran Bintang tersebut.


Beberapa dari Mereka langsung membuat perisai dari Qi namun dengan mudahnya tertembus dan memenggal kepala Mereka.


Sedangkan beberapa Orang lagi berusaha menghindar namun jarum itu mengejar targetnya hingga akhirnya kepalanya putus.


Tetua tadi juga berusaha bertahan namun tampak jelas Ia kesusahan melawan jarum jarum tersebut.


Feng tersenyum sinis melihat itu, jarumnya saja bahkan bisa membunuh Pendekar Tingkat Surka dan ini Pendekar Tingkat Langit ingin melawan.


Bodoh!


...- - -...