
2 Hari kemudian...
Ujian kini tinggal 1 Hari 1 Malam lagi, dikedalam Hutan dimana terdapat Hewan Buas tingkat Tinggi, Feng dan Rara sedang duduk bermeditasi diatas sebuah batu dipinggir Sungai.
Boom!
Tingkat Bumi Lapis 10!
Ledakkan energi teredam keluar dari tubuh Rara, Feng membuka matanya menoleh pada Rara yang masih duduk memejamkan matanya.
Feng tersenyum melihat Rara, Ia kemudian bangkit dari duduknya dan menepuk nepuk jubah yang berdebu.
Beberapa saat kemudian Rara juga membuka matanya dengan senyum lebarnya, Ia bangkit dan langsung melompat memeluk Feng.
Feng yang sudah tau jadi langsung sigap menangkap Rara.
"Feng Gege, hadiahnya!" ucap Rara tersenyum lebar, Feng menggeleng tersenyum melihat hal tersebut.
1 Hari yang lalu Feng memang menjanjikan Hadiah yang sangat enak untuk Rara dengan syarat, Rara harus mencapai Tingkat Bumi lapis 10.
Rara yang memang sudah tinggal menerobos sejak keluar dari Alam Misterius Penguasa Dunia, jadi Ia dalam sehari sudah menerobos dan kini meminta Hadiahnya.
"System, Aku ingin membeli Wortel terbaik dari Bumi," ucap Feng.
[Ding! Membeli : -10 Point]
Feng mengeluarkan Wortel itu kemudian memberikannya pada Rara membuat Rara menatap bingung benda orange panjang di tangannya.
"Feng Gege, ini apa?" tanya Rara mengangkat Wortel itu.
"Itu namanya Wortel, coba aja," ucap Feng tersenyum.
Feng memang awalnya bingung ingin memberi Rara hadiah apa, namun kemudian saat Ia menelusuri Informasi Semesta Ia baru menyadari bahwa di Dunia ini tak ada Wortel.
Hal itu membuat Feng akhirnya memutuskan untuk memberi Rara hadiah wortel, karna wortel juga merupakan makanan favorit Kelinci di Bumi.
Rara sendiri menatap benda orange di tangannya kemudian menatap Feng yang mengangguk, Rara mendekatkan wortel itu ke mulutnya.
Krak...
Rara menggigit kemudian mengunyahnya sebentar sebelum kemudian ekpresinya berubah menjadi sangat terkejut dan senang.
Enak!
Hanya kata itu yang Rara bisa fikirkan, diantara banyak makanan yang Ia makan, wortel itu benar benar yang paling enak baginya.
Ia langsung menggigit gigit lalu kembali mengunyah Wortel itu lagi dan lagi, Rara benar benar dibuat candu oleh benda orange itu.
Kurang dari 10 detik, Wortel di tangan Rara sudah habis ludes dimakan, melihat makanan enaknya sudah habis, Rara langsung mendongak menatap Feng dengan tatapan sayu dan memelas.
Feng yang melihat dari tadi hanya tersenyum geli.
"Mau lagi?" tanya Feng, Rara mengangguk cepat.
"Naik dulu ke Tingkat Langit baru dapat lagi, dapat 3 nanti," ucap Feng membuat Rara jadi cemberut.
"Daripada gak sama sekali," Lanjut Feng membuat muka Rara berubah, Ia menganguk dengan cepat kemudian hendak duduk bermeditasi dulu namun ditahan oleh Feng.
"Nanti aja, Kita keluar dulu dari Gunung ini," ucap Feng, Rara mengangguk kemudian menggandeng tangan Feng dan berjalan ke arah kaki Gunung tempat awal Mereka datang.
...- - -...
Di tempat Ji Yao
"Ji Zang, bawa beberapa Orang untuk membunuh Feng dan bawa Gadisnya kesini dalam keadaan tak sadar lalu buatlah alasan yang tepat," ucap Ji Yao pada Ji Zang.
Ji Zang mengangguk lalu membawa 5 Orang pada Tingkatan Perak bersamanya dan pergi mencari Feng.
Ji Yao sendiri tersenyum menyeringai saat Ji Zang telah pergi.
"Feng! Tunggulah kematian mu dan Gadis mu akan menjadi milikku Hahaha..," tawa Ji Yao.
Di tempat Feng dan Rara
Feng dan Rara sudah berada di gua tempat Mereka berteduh selama 2 Hari ini, gua ini awalnya milik seekor Hewan Buas Tingkat Tinggi, namun Feng langsung membuhnya dan menempati gua ini.
Kini Feng sedang memanggang Ikan dengan Rara yang juga ikut membantunya, setelah beberapa saat akhirnya panggangan Mereka matang dan Feng serta Rara langsung menikmatinya.
Setelah makan, Feng langsung menyuruh Rara untuk tidur, Rara dengan patuh tertidur dipangkuan Feng.
Setelah memastikan Rara tertidur, perlahan Feng memindahkannya ke tanah yang sudah beralaskan daun lebar.
Feng kemudian melesat keluar gua, wajahnya yang tampak lembut dan senyum tulusnya berubah menjadi wajah menyeramkan dengan senyum Psikopatnya.
"Sudah lama Aku tak menyiksa seseorang," gumamnya tersenyum psikopat sambil melesat diantara pepohonan.
Tak lama kemudian, Feng akhirnya sampai di tempat yang ingin di tujunya, itu adalah kemah Orang orang bawahan Ji Yao yang sedang mencarinya.
Tap..
Tap..
Feng melangkahkan kakinya menuju kemah itu dengan berjalan santai, Ia mengibaskan tangannya sambil mengeluarkan element Anginnya membuat tenda tenda disana langsung rubuh atau terbawa terbang.
Sontak itu membuat semua Orang disana marah dan langsung keluar dari tendanya untuk melihat siapa yang berani mengganggu Mereka.
Alangkah terkejutnya Mereka saat tau ternyata Orang yang menganggu Mereka adalah Feng, Orang yang selama ini Mereka cari.
Semua Orang langsung memasang sikap waspada sambil mengeluarkan Aura dan Roh Bela Diri masing masing untuk menekan Feng.
Bukannya tertekan, Feng justru tertawa membuat Mereka semua terkejut.
"Ayolah, dengan kekuatan Kalian saat ini menyentuh ku saja tak bisa apalagi ingin menekanku," ucap Feng tersenyum sinis, Orang orang disana menggertakkan gigi geram mendengar itu.
"Serang dan bawa kepalanya ke Tuan Muda Ji!" tunjuk salah satu Orang disana dan maju berlari menerjang ke arah Feng diikuti yang lainnya.
Feng hanya menggelengkan Kepalanya mendesah pelan, Ia benar benar tak habis pikir dengan Anj_ng A_jing semacam ini, Mereka rela mempertaruhkan nyawanya hanya demi Tuan Mereka yang bahkan tak menganggap Mereka.
Wush...
Wush...
Wush...
Feng terus menghindari tanpa menyerang balik, namun sesuatu didalam tubuhnya tiba tiba bergejolak meminta sesuatu membuat mata Feng menjadi lebih dingin kali ini.
Feng langsung mengekuarkan 3% Aura kematiannya membuat semua Orang langsung jatuh berlutut karna merasakan Auranya.
Mereka jelas terkejut, kemudian menatap Feng dengan ketakutan.
"A-ampun," ucap salah seorang diantara Mereka dengam bergetar karna takut.
Alih alih dijawab, Feng justru tersenyum psikopat menatap Orang orang tersebut tanpa peduli Mereka yang sudah memohon ampunan Feng.
Feng membuat pisau dari angin kemudian menjilatnya dengan wajah Psikopat.
"Ehem... Lebih baik ku mulai menyiksa darimana dulu ya?!" timbang Feng menatap Orang oramg disekitarnya.
Hal tersebut membuat Mereka ketakutan apalagi saat melihat wajah menyeramkan dan psikopat Feng.
"Eh, Aku mulai dari Kau dulu saja," ucap Feng menatap gelap Hutan.
Kemudian Ia membuat tali tali dari elemnent kegelapannya dan tali tali itu masuk kedalam gelapnya Hutan.
Beberapa saat kemudian, tali tali itu kembali dengan seorang yang terikat, Orang itu tak lain adalah Ji Zang yang merupakan tangan kanan Ji Yao.
Ji Zang tampak memberontak dari Ikatannya namun sekeras apapun Ia mencoba memberontak tetap saja tak berhasil.
"Baiklah, karna Kau adalah tangan kanannya milik Tuan Muda bodohmu itu,maka Kau yang akan pertama menikmati Surga Dunia."
...- - -...