
"Aku disini!"
Harimau yang mendengar suara itu langsung menoleh melihat seekor Serigala yang tampan 2 kali lebih besar di banding Serigala serigala yang Ia bunuh sebelumnya, melihat Serigala itu, maka meledaklah tawa Harimau tersebut.
"Hahahaha... Akhirnya Kau datang!" tawa Harimau itu penuh penghinaan dan ejekan.
"Ku kira Kau akan menunggu semua Rakyatmu Ku bantai baru Kau berani muncul, atau Kau mungkin sudah lari duluan dan mengorbankan seluruh Rakyatmu untuk menyelamatkan diri," ejek Harimau itu, Serigala di depannya hanya diam, tapi aura pembunuh berkali kali lipat muncul dari Serigala itu.
"Oh, sudah mau serius saja?" tawa Harimau itu terhenti, diganti dengan senyum ejekan.
"Lebih baik Kau pergi dari sini sekarang juga!" bentar Serigala itu menggeram marah, Harimau di depannya kemudian juga mengeluarkan aura pembunuh yang ternyata berkali kali lipat lebih kuat dari Serigala di depannya tersebut.
Hal itu tentu saja mengejutkan Serigala itu, namun pantang baginya untuk mundur apalagi menyerah sekarang, setiap nasib Rakyatnya kini ada di tangannya, Ia bisa saja kabur dan mundur, namun bagaimana dengan Rakyatnya? Tidak, Ia akan berjuang sekuat tenaga bahkan jika itu harus mengorbankan nyawanya.
"Heh, masih tidak mau kabur? Maka rasakanlah ini!" Harimau itu kemudian lomlat menyerang Serigala itu, Serangan i tu mrmang telalu bagi Serigala di depannya namun saylambatangnya bukan kecepatan yang unggul melainkan kekuatannya.
Boom!!!
Serangan Harimau itu meledak di udara, tak ada kehancuran apapun, namun secara tiba tiba tanah bergetar hebat, gempa!
"Hahaha... Bagaimana jurus baruku? Aku menyebutnya Gempa Kehancuran, yang tadi Ku keluarkan hanya 5% dari kekuatan jurus itu."
Serigala yang mendengar itu terdiam sambil merapatkan giginya, Ia tau, Ia pasti akan kalah melawan Harimau di depannya.
"Kalian, giring Serigala serigala yang lainnya untuk segera cepat pergi dari sini, cepat!" teriak Serigala itu pada salah satu Bawahan Serigalanya yang tampak terluka namunasih bisa bangkit, Bawahannya langsung mengangguk kemudian berbalik badan dan melesat pergi.
"Oh? Ingin mengorbankan diri demi Rakyatmu? Sungguh Pemimpin yang baik," ucap Harimau itu dengan senyum ejekan.
"Tapi mari Kita lihat, seberapa lama Kau bisa bertahan dari seranganku!"
Detik selanjutnya, Harimau itu kembali melemparkan serangan yang sama pada Serigala itu, Serigala itu dengan cepat menghindari serangan serangan itu, karna tak mungkin baginya untuk menahan serangan serangan itu.
"Kau! Baiklah, Aku ingin tau bagaimana caramu menghindar dari serangan satu ini!" Harimau yang sudah tampak kesal karna serangannya tak pernah mengenai Serigala itu langsung menutup matanya.
Seketika, gelombang kejut yang sangat kuat keluar dari tubuh Harimau itu ke seluruh wilayah di sekelilingnya, Serigala itu coba menghindar, namun serangan itu benar benar mengenai semua wilayah sehingga serangan itu juga mengenai Serigala itu dan membuatnya terhempas menabrak beberapa pohon hingga hancur.
"Hahaha... Bagaimana? Bukankah rasanya sangat enak?!" tawa Harimau itu kejam, Serigala itu dengan tertatih bangkit berdiri.
Ia harus menahan lebih lama lagi agar Rakyatnya bisa kabur, ya, lebih lama!
Serigala itu dengan kecepatan yang sungguh sangat cepat melesat menyerang Harimau itu, Harimau itu tak sempat bereaksi dari serangan cepat Serigala itu hingga membuat mukanya tergores dan meneteskan darah.
"Kau! Beraninya!" amarah Harimau itu, tubuhnya tiba tiba di lapisi aura berwarna kemerahan.
"Bayangan pembunuh!" gumam Serigala itu mengeluarkan jurusnya, seketika tubuhnya terpecah menjadi 5 Serigala dan dengan kecepatan yang tak bisa di tangkap mata melesat menyerang Harimau itu.
Serangan itu sungguh cepat dan selalu mengincar titik vital, namun sayang semua serangan itu malah menjadi sia sia karna aura merah yang menutupi tubuh Harimau itu, tubuh Harimau itu seakan akan ditutupi zirah merah yang tak kasat mata.
Serigala itu akhirnya berhenti dengan nafas terputus putus, Ia menatap Harimau di depannya yang tampak menyeringai padanya.
"Kenapa? Sudah menyerah?" tanya Harimau itu mengejek. Serigala itu diam, mengatur nafasnya.
"Baiklah, sepertinya ini waktunya mengakhiri semua ini."
"Hahaha... Akulah Binatang Iblis terkuat di Alam ini!" tawa Harimau itu menggelegar, Ia mengangkat tangannya ingin mendaratkan serangan terakhir pada Serigala itu.
"Tunggu Kucing kecil!"
Sebuah suara tiba tiba menghentikan gerakannya bahkan langsung membuat amarah Harimau itu bangkit, Ia langsung berbalik melihat siapa yang berbicara itu.
Di sanalah Ia melihat seorang Gadis yang tampak anggun dengan jubah putihnya berjalan ke arahnya.
"Kucing kecil gak boleh bunuh Anjing kecil, soalnya Feng Gege masih mau nanya nanya ke Anjing kecil," ucap Rara dengan tampang polosnya.
"Siapa yang Kau sebut Kucing kecil!" bentak Harimau itu dengan amarah memuncak, aura pembunuh langsung Ia arahkan pada rara dan Ia juga langsung maju menyerang Rara dengan jurus yang sama seperti Ia gunakan ke Serigala tadi pertama kali.
Boom!!
Bukan Rara yang jatuh terhempas melainkan Harimau itu sendiri, Serigala dan Harimau yang melihat itu tentu saja terkejut, Harimau itu sudah menggunakan 100% kekuatannya untung serangan itu namun dengan mudahnya Gadis itu memukul Harimau itu hingga balik terhempas dan jurusnya di gagalkan.
Tidak, tidak, Harimau itu tak percaya jurusnya bisa di batalkan semudah itu, Ia langsung melapisi tubuhnya dengan aura kemerahan.
"Hmph! Berani sekarang ya, Kucing nakal!" ucap Rara dengan bibir mengerucut kesal, Ia langsung mengangkat tangannya dan menampar Harimau itu.
Krekk...
Boom!!!
Aura yang melapisi tubuh Harimau itu langsung retak dan pecah begitu tangan Rara mengenainya, Ia juga langsung terhempas dengan keras lebih keras dari apa yang Ia lakukan pada Serigala tadi.
"K-kau b-bagaimana bisa?" ucap Harimau itu tak percaya dengan tubuh penuh luka.
"Tu lah, makanya jangan jadi Kucing nakal!" ucap Rara masih kesal.
"Feng Gege, hukum apa Kucing nakal ini?" tanya Rara, setelah Rara berucap seperti itu tiba tiba seorang Pemuda yang tampak sangat tampan dengan jubah hitam muncul di samping Rara.
Harimau dan Serigala yang melihat Pemuda itu langsung merasakan perasaan ketakutan yang lusr biasa, padah Pemuda itu belum mengeluarkan sedikitpun auranya, tapi keberadaannya saja sudah sangat menakutkan.
Mata Feng menyorot kedua Hewan itu bergantian.
"Siapa di antara Kalian yang paling bisa memberi informasi sebanyaknya padaku?" tanya Feng dengan nada dingin seperti biasanya.
"Aku Tuan! Serigala pengecut itu sangat bodoh, Aku bisa memberi tahu apa saja!" ucap Harimau itu dengan cepat, Feng melihat itu sejenak, kemudian melihat Serigala yang mulutnya seakan ingin bergerak, namun karna terluka Ia tak bisa mengucap apapun.
"Bunuh Harimau itu Ra!"
...- - -...
Assalamualaikum...
Gimana kabarnya para Readers semua? Masih puasa kan? Udah ada yang bolong belum?
.