
"Dewa Kehancuran, Dia adalah salah satu dari beberapa Dewa Kuno," jawab Dewa Kematian, Feng mendengarkan dengan seksama perkataan Dewa Kematian.
"Lalu?" tanya Feng penasaran dengan lanjutannya.
"Ya udah itu aja, Kau bertanya bukan dan Aku sudah menjawab sekarang impas 2-2," jawab Dewa Kematian tersenyum licik, Feng mendecih menatap kesal Dewa Kematian.
"Gak Dewa Kematian yang itu, gak Dewa Kematian yang ini, sama aja," gumam Feng.
"Apa? Dewa Kematian ini itu?" tanya Dewa Kematian yang mendengar samar samar gumaman Feng.
"Ah tidak lupakan, tapi Kita belum impas, Aku sudah menjawab lebih dari 20 kata sedangkan Kau bahkan baru menjawab 10 kata," ucap Feng balas tersenyum licik, senyuman di wajah Dewa Kematian menghilang. Ia tak menyangka bahwa Pemuda didepannya dapat membalas perkataannya tadi.
"Baiklah, Aku menyerah, Aku akan menjelaskan semuanya apapun pertanyaanmu," ucap Dewa Kematian pasrah. Ia tak mau lagi adu debat atau otak dengan Pemuda di depannya.
"Hahaha, baiklah kalau begitu jelaskan dari Dewa Kuno dulu," ucap Feng.
"Dewa Kuno sejatinya bukan benar benar Dewa Kuno, itu hanya istilah saja karna diantara 3 Ras, Manusia, Dewa dan Iblis, Ras Dewalah yang paling kuat. Namun sejatinya, Dewa Kuno itu berasal dari 3 Ras meski yah, kebanyakan memang berasal dari Ras Dewa."
"Dewa Kuno adalah Mereka yang tingkatan kekuatan Mereka berada di atas tingkat Walis lapis 10 dan saat berhasil melewati tingkatan itu maka Orang itu akan masuk ke tingkatan Dewa Kuno. Mereka juga akan mendapat satu ciri khas sesuai dengan ciri khas Mereka saat berkembang dari awal, seperti Dewa Tombak yang menjadi Dewa Kuno dengan tombak sebagai ciri khas dari Dewa Kunonya, atau seperti Dewa Kehancuran tadi yang kehancuran yang menjadi ciri khas Dewa Kunonya."
"Nah, sekarang masuk tentang Dewa Kehancuran tadi," ucap Dewa Kematian siap siap menjelaskan tentang Dewa Kehancuran tadi, namun di potong oleh Feng.
"Tunggu! Aku ingin bertanya," tanya Feng, Dewa Kematian mengangkat alisnya sebelah memberi kode, bertanya apa?
"Kalau memang sekuat itu kenapa tak pernah ada Dewa Kuno yang terdengar atau muncul ke Dunia?" tanya Feng, Dewa Kematian mengangguk paham dengan pertanyaan Feng.
"Salah satu aturan Alam ini yang tak bisa di langgar siapapun, jika sudah menjadi Dewa Kuno maka Ia terikat untuk tak bisa datang ke Dunia ini."
"Lalu kemana Mereka akan pergi?"
"Entahlah, untuk yang satu itu Aku juga tak tau, karna Dewa Kuno yang terakhir adalah Dewa Tombak dan Ia menjadi Dewa Kuno jauuuh saat Aku masih kecil. Saat itu Dunia ini bergetar dan seluruh tatanan Dunia ini berubah, termasuk terpisahnya 3 Alam antara Manusia, Dewa dan Iblis serta sekat yang hanya bisa di tembus beberapa Orang tingkat Walis semuanya adalah sebab Dewa Tombak yang telah menjadi Dewa Kuno, dan Ia pun menghilang meski Orang mengatakan Ia telah tiada."
...----------------...
Di tempat Rara...
"Ya! Sikap kekanak kanakanmu hilang Rara!"
"Biasanya Kau memanggil dirimu 'Rara' tapi kini justru memanggil 'Aku' biasanya Kau memanggilku 'Kak cantik' tapi kini Kau memanggilku 'Dewi Kehidupan' biasanya saat Kau diserang seperti tadi Kau akan mengatakan 'Iih kok nyerang Rara sih' sekarang Kau justru diam dan tetap tenang, selain itu, nada dan gaya bicaramu, gaya tegak dan tatapan matamu, Kau sudah bertambah Dewasa!"
Rara terdiam mendengar penjelasan Dewi Kehidupan, Rara tak mengingkari perkataan Dewi Kehidupan karna Ia sendiri juga merasa ada yang berubah dari dirinya dan semua yang dikatakan Dewi Kehidupan itu benar adanya. Ia juga ingat bahwa sikapnya sebelum ini sangat kekanak kanakan tak seperti saat ini, dan Ia merasa juga ingin mengubah sikapnya menjadi lebih Dewasa, Ia memegang dadanya, Ia merasa perubahannya berasal dari sini, dari Jiwanya.
"Aku tak tau, tapi apakah itu buruk untukku menurut Dewi Kehidupan?" tanya Rara meminta pendapat Dewi Kehidupan. Dewi Kehidupan diam sejenak berfikir kemudian menggeleng.
"Apakah lebih baik Aku menghubungi Feng Gege?" tanya Rara, Dewi Kehidupan mengangguk, itu lebih baik.
"Feng Gege..."
...----------------...
Di Tempat Feng...
Feng bersiap menanyakan pertanyaan selanjutnya saat sebuah suara memasuki pikirannya.
"Feng Gege..." itu suara Rara! Feng diam tak langsung menjawab, pertama karna Ia ingin menjawab dengan tenang sedangkan saat mendengar suara Rara itu hatinya ingin meledak ledak oleh kegembiraan, sedangkan alasan kedua, Ia sudah menemani Rara dari awal begitupun dengan Rara sehingga mendengar 2 kata dari Rara itu, Feng langsung sadar bahwa ada yang berubah dari Rara.
"Ada yang berubah dari dirimu Ra," balas Feng lewat telepati kepada Rara.
Hening sejenak.
"Enm, Dewi Kehidupan juga mengatakan itu tadi Feng Gege, dan Ia mengatakan bahwa sikap kekanak kanakanku hilang sekarang Ia memintaku bertanya pada Feng Gege tentang pendapat mengenai sikapku saat ini, sikapku yang mungkin sudah tak kekanak kanakan lagi dan sedikit lebih... Dewasa," balas Rara dengan suara kecil karna takut Feng tak akan menyukai sikap dewasanya saat ini dan lebih menyukai sikap kekanak kanakanya seperti dulu.
Feng tersenyum menghela nafas mendengar semua penjelasan Rara dan nada Rara yang tampak seperti ketakutan bahwa Ia tak akan menyukai Rara dengan sikapnya yang baru itu.
"Ra, dengarkan baik baik ya, Aku mencintaimu bukan karna fisikmu, bukan karna bakatmu, bukan karna sikapmu, tapi Aku mencintaimu karna Aku mencintai setiap proses yang Kita lewati, proses saat Kita bertemu, berpetualang, berjuang hingga Kita terpisah seperti saat ini, Aku mencintai semua itu, sedangkan untuk fisik, bakat ataupun sikap itu hanya tambahan dan tak akan merubah cintaku padamu walau sepersen saja."
Hening kembali setelah Feng mengatakan semua itu, Feng yakin meski Rara mungkin sikapnya kini telah berubah lebih dewasa namun Ia masih berusaha mencerna perkataan Feng tadi dengan baik.
Di seberang sana, Rara yang mendengar dan mencerna perkataan Feng tak tahan untuk tak terharu dan meneteskan air matanya, dalam hati Ia juga mengatakan hal yang sama seperti yang di ucapkan Feng tadi. Bahwa Ia mencintai Feng sangat mencintainya melebihi segala cintanya kepada apapun bahkan nyawa dan dirinya sendiri, sungguh Ia sangat mencintainya.
"Feng Gege..."
"Ya?"
"Rara sangat sangat sangat cinta Feng Gege!"
"Ahaha Aku juga sangat sangat sangattttt cinta Rara."
......................
Assalamualaikum...
Udah ngaji berapa juz nih selama Puasa?