The System

The System
Latihan 7



Feng memutar tubuhnya, menghindari  serangan Ular besar itu, tangannya kemudian bergerak cepat membuat sebuah Pedang dari element Angin dan menebaskannya ke Ular besar tersebut, satu detik kemudian Ular besar itu sudah terpotong menjadi kecil kecil. Feng menghela nafas, dimana sebenarnya Mutiara yang di bilang nenek Ki tersebut? sudah 3 Hari Ia mengelilingi Pulau ini, namun hasilnya nihil, Ia juga mencoba menggunakan Instingnya namun sia sia karna ada suatu kekuatan yang membuat Ia tak bisa menggunakan Instingnya. Namun walau begitu, hal yang paling Ia khawatirkan adalah Istrinya, Rara.


'Semoga Rara baik baik saja,' pikirnya sedikit cemas, Ia pernah sekali mencoba mengerahkan seluruh tenaganya untuk mencari Rara, bahkan Feng yakin bahwa Ia sudah mencari Rara ke seluruh penjuru Pulau, namun sayang, hasilnya nihil, jejak jejak keberadaan Rara saja tak dapat Ia temukan.


Kini Ia coba kembali menyelesuri Pulau itu dari ujung ke ujung sedikit demi sedikit, berkali kali Ia bertemu Hewan Buas namun dengan mudah Ia kalahkan, hal itu di karenakan setiap Hewan Buas yang Ia temui hanya pada tingkat Perunggu hingga Bumi, hal ini sebenarnya juga membuat Feng merasa Latihan yang di berikan Nenek Ki kali ini memang bukan sekedar latihan yang simple.


Wush... Feng tersentak saat Ia merasa ada yang bergerak cepat beberapa ratus meter di depannya, rasa penasaran akan apakah itu membuat Feng langsung melesat cepat menuju sumber, lama Feng melesat, namun Ia bingung karna Ia tak dapat menemukan apapun walau hanya sekedar jejaknya saja.


"Takuuut," tiba tiba sebuah suara yang sangat Ia kenali memasuki indra pendengarannya, Feng melesat menuju sumber suara, Ia berhenti di atas salah satu dahan Pohon yang besar lalu menatap ke bawah, Matanya membelakak kaget.


Itu Rara!


Feng menggelengkan kepalanya tak percaya, namun saat Ia lihat kembali, itu benar benar Rara! Badan feng membeku saat melihat Rara tampak di peluk Orang lain, bukan hanya dipeluk, Rara pun juga memeluk Orang tersebut. Feng memperhatikan lebih jelas siapa Orang tersebut, lagi lagi Ia kembali terkejut saat tau Orang tersebut adalah Naga yang tadi bersama Mereka saat ada Nenek Ki.


Tangan Feng mengepal, emosi memuncak, Aura kematian yang sangat dahsyat sedikit demi sedikit keluar dari tubuhnya, namun kemudian semua itu menghilang saat suara Rara kembali memasuki indra pendengarannya.


"Rara sebenarnya gak mau sama Feng itu, tapi Ia kasian kelihatannya," ucap Rara, begitu mendengar hal tersebut Feng terdiam, emosinya menghilang begitu pula Aura Kematian yang tadi keluar, Ia merasakan sakit di dalam hatinya, sakit yang sama saat Ia kehilangan kedua Orang Tua yang sangat Ia cintai, bahkan rasa sakit itu mungkin lebih. Tanpa Feng sadari setitik demu setitik air mata perlahan jatuh dan mengalir di pipinya, matanya memerah, bukan karna marah, namun karna rasa sakit di hatinya yang amat terasa.


"Selamat tinggal, Ra," gumam Feng kemudian berbalik kemudian melesat pergi.


- - -


Di Tempat Rara...


Rara berjalan dengan malas dan muka di tekuk, bibirnya terus menggurutu tentang di mana letak Mutiara yang dikatakan Nenek Ki, sudah 3 Hari Rara terus mencari namun tak juga menemukannya. Hal lain yang membuatnya tambah kesal adalah Ia tak bisa menemukan Feng, Rara tentu saja sangat merindukan Feng, Ia ingin bersama Feng, biarlah butuh waktu bertahun tahun untuk menemukan Mutiara itu, asal bersama Feng Ia rela.


Namun berkali kali Ia mencari Feng ke seluruh penjuru Pulau tetap saja tak di temukan, Ia justru hanya bertemu Hewan Buas yang membuat Rara melampiaskan kekesalannya karna tak bisa bertemu Feng itu ke Hewan Buas tersebut, Hewan Buas yang di temukan Rara juga hanya pada tingkatan Perunggu sampai Bumi membuatnya mudah membunuh dan menyiksa Hewan Buas itu tanpa tenaga banyak.


"Feng Gege," suara tersebut membuat telinga Rara tegak, dengan cepat Rara melesat menuju sumber suara, dengan harapan bahwa Ia akan bertemu dengan Feng padahal tanpa Ia sadari, suara yang Ia dengar tadi bukan suara Feng melainkan suara Perempuan!


Tak lama akhirnya Rara sampai ke tempat suara tersebut berasal, namun kemudian matanya membelakak dan badannya melemas saat melihat hal di depannya. Itu memang benar Feng, namun bukan hanya ada Feng di sana, ada juga seorang Perempuan yang memeluk Feng begitu juga Feng yang memeluk orang tersebut, Rara mengenali Perempuan tersebut, itu adalah Naga yang tadi bersamanya, Feng dan Nenek Ki.


"Rara itu cuman beban, bentar lagi juga mati," ucap Feng, Rara membeku, Ia merasa seluruh sendi dan tulangnya sudah hilang, air matanya yang memang sudah jatuh dan mengalir sejak tadi bertambah deras, bahkan kini Rara merasa Dunianya menjadi tambah hampa.


Rara hanya bisa membalikkan badannya dengan gemetar lalu pergi dengan badan gemetar dan air mata mengalir, Ia tak bisa mengucapkan sepatah katapun, hatinya terlalu sakit hingga membuat akal dan lisannya terkunci rapat.


- - -


Kekaisaran Matahari...


Kini di halaman latihan Kekaisaran Matahari tampak ribuan Orang tengah berlatih, Orang orang tersebut terdiri dari Para Pahlawan, Para Iblis, Prajurit Istana, dan Orang orang yang akan menjadi Pasukan Kekaisaran Matahari. Dari atas Balkon, Kaisar Yun tersenyum melihat ribuan Orang tersebut, hatinya bertambah sombong dan yakin bahwa Ia pasti akan menguasai seluruh Dunia.


Di sisi lain ada seorang yang sedang menatap Kaisar Yun dengan senyum tipis, Orang tersebut adalah Raja Iblis, Raja Iblis jelas sudah melihat kesombongan Raja Manusia di atasnya tersebut, namun Ia mau tau bagaimana nanti jika kesombongan itu hancur bersama seluruh harapannya. Raja Iblis sebelumnya juga sudah memberi tahu kepada seluruh Orang kepercayaannya untuk mengikuti apa perkataan Raja Manusia, yang ada di depannya hingga Raja Iblis memberi sebuah kode.


Di sisi lain ada beberapa Orang yang melihat Pasukan itu berlatih dengan dendam di hati Mereka, Orang orang tersebut adalah Pangeran Pertama, Pangeran Ketiga, Anak Mentri yang merupakan Mantan Tunangan Feng, Mantan Pacar Feng, Ketua Kelas, dan Mantan Sahabat Feng.


Mereka semua jelas sangat dendam pada Feng, apalagi kejadian yang paling membuat mental Mereka jatuh sejatuh jatuhnya, Mereka sangat tak ingin mengingat Hari itu namun tak bisa, hal itu juga yang membuat Mereka tambah dendam pada Feng, Dendam yang tak akan berakhir sebelum Feng tersiksa sama seperti Mereka tersiksa.


Di saat seperti itu, tiba tiba terdengar sebuah suara yang membuat semua Orang terkejut, bukan hanya semua Orang, bahkan seluruh Kekaisaran Matahari, Bintang dan Bulan terkejut, suara itu juga merupakan sebuah tanda seseorang di tingkat Surka yang baru naik lapisan.


Boom! Suara itu di sertai dengan cahaya dari langit yang amat bersinar terang hingga menyilaukan siapa saja yang melihatnya, Kaisar Yun yang melihat hal tersebut gemetar, bukan gemetar karna takut namun gemetar karna kebahagiaan dan kesenangan yang luar biasa, tanpa menunggu waktu, Kaisar Yun langsung melesat menuju tempat sumber sambil berteriak senang, "Leluhur sudah naik tingkat!" teriaknya.


Semua Orang penting di Kekaisaran Matahari langsung melesat menuju Istana, Beberapa Orang mata mata dan utusan dari Kekaisaran Matahari dan Bulan juga melesat menuju Kekaisaran Matahari.


Di sisi lain Raja Iblis yang melihat itu hanya tersenyum kecil sambil bergumam, "Ternyata ada Orang yang cukup kuat di Dunia ini yah," gumamnya tersenyum tipis. Raja Iblis kemudian mengirim pesan pikiran ke seluruh Orang kepercayaannya.


"Berkumpul nanti Malam," pesannya. Semua Orang kepercayanya yang mendapat pesan dari Raja Mereka mengangguk paham.


- - -