
"Kalau perempuan satu lagi kurasa Saudara lebih tau bukan?" ucap Pangeran ketujuh tersenyum menatap Feng. Feng tersenyum tipis mendengar ucapan Pangeran kesepuluh itu.
"Dia benar benar cerdas," pikir Feng.
"Kekuatannya, sama sepertiku," jawab Feng singkat, Pangeran kesepuluh nampak kecewa sesaat mendengar jawaban Feng yang sama sekali tak sesuai harapannya, tapi Ia tak kehabisan akal.
"Lalu apakah Saudara ada hubungan dengannya?" tanya Pangeran kesepuluh lagi.
"Menurut Pangeran?" balas Feng, Pangeran kesepuluh merapatkan giginya kesal mendengar jawaban Feng. Feng sendiri mengetahui itu namun tetap memasang tampang dinginnya dan kembali menutup matanya. Pangeran kesepuluh sendiri kembali mengarahkan perhatiannya ke arena pertama.
"Hei lihatlah, Ia hanya bisa menghindar tanpa membalas," ucap salah seorang Penonton.
"Ya, ini... Justru lebih nampak seperti 2 Orang pemburu memburu seekor harimau," sahut yang lainnya.
Mendengar bisik bisik itu, Feng membuka matanya dan menatap arena pertama itu. Benar saja, Putri ketujuh dan Tang Ya nampak sudah bercucuran keringat setelah berkali kali mengeluarkan kekuatam serangannya sedangkan Rara yang sedari tadi menghindar tanpa membalas atau menahan justru nampak biasa saja tanpa setetespun keringat di tubuhnya.
"Tapi lihatlah, Ia sama sekali tak nampak kelelahan setelah diserang berkali kali oleh Tuan Putri dan Tang Ya," bisik bisik penonton kembali terdengar. Pangeran ketujuh juga memperhatikan itubdengan lebih seksama, Ia juga mencoba memeriksa kekuatan Rara namun nihil, Feng benar, Ia sama seperti Orang pada umumnya.
Feng tersenyum mengetahui Pangeran kesepuluh coba memeriksa kekuatan Rara. Ia kemudian langsung bangkit dan berjalan mendekati arena pertama. Ia mendekati juri arena pertama dan menepuk pundaknya.
"Bukankah harusnya pertandingan ini selesai?" ucap Feng, juri arena pertama itu tersentak kemudian langsung maju menuju arena pertama.
"Baiklah, pertandingan selesai! Selanjutnya akan ada pertandingan satu lawan satu, hingga tersisa 50 Orang maka Ia akan resmi menjadi Murid Akademi Dewa!" umum Juri tersebut.
"Semua calon murid yang lolos silahkan beristirahat sebentar sebelum mengambil nomor lot untuk menentukan lawannya," setelah Juri itu mengumumkan, seluruh calon murid langsung mengambil tempat untuk istirahat dan memulihkan tenaga Mereka.
"Feng Gege," Rara yang turun dari arena langsung memeluk Feng erat.
"Gimana Feng gege? Rara hebatkan?" ucap Rara tersenyum lebar, Feng mengacak rambut Rara gemas.
"Hebat sih hebat, sampai lihatlah seluruh orang memperhatikan Kita sekarang," ucap Feng, Rara tersadar menatap sekitarnya. Benar saja, seluruh orang mengarahkan tatapan Mereka ke Rara dan Feng sekarang. Rara nyegir memasang tampang tak berdosa ke Feng.
"Hehe... Maaf ya Feng gege," ucap Rara mengacungkan dua jarinya. Feng menghela nafas mengangguk. Ia kemudian mengajak Rara mencari tempat untuk duduk.
Disisi lain Putri ketujuh yang baru turun langsung dihampiri oleh Pangeran kesepuluh.
"Kak, bagaimana?" tanya Pangeran kesepuluh, Putri ketujuh masih diam menatap Feng dan Rara yang berjalan pergi.
"Kekuatannya tak terukur," ucap Putri ketujuh menatap Pangeran kesepuluh, Pangeran kesepuluh nampak berfikir sejenak kemudian menjentikkan jarinya. Seketika muncul seseorang berbaju hitam dibelakang Mereka.
"Selidiki seluruh tentang kedua Orang itu," perintah Pangeran kesepuluh menunjuk Feng dan Rara, Orang berjubah hitam itu menunduk hormat.
"Baik Tuan," ucapnya kemudian menghilang, Putri ketujuh langsung menatap Pangeran kesepuluh.
"Begitu pentingkah sampai harus mengutus seseorang tingkat Langit lapis 7 untuk menyelidiki Mereka?" tanya Putri ketujuh, Pangeran kesepuluh mengangguk menatap Feng dan Rara tajam.
"Jika Mereka berdua berpotensi, Kita dapat menarik Mereka sebagai bantuan namun jika Mereka menolak, lebih baik segera disingkirkan daripada menjadi benalu yang menghalangi."
...- - -...
Alam Manusia...
Disisi lain, Kaisar Di yang memperhatikan peristiwa itu langsung memanggil bawahan bawahannya yang paling kuat.
"Pergi dan cek seluruh penjuru tentang Peristiwa ini," perintahnya.
"Baik Kaisar!"
Disisi lain, Ran yang tengah berlatih dengan Fay juga langsung menghentikan latihan Mereka dan menatap langit.
"Ada apa ini?" gumamnya, Ia merasakan aura kekuatan yang membuat tubuhnya merinding begitu juga Fay.
"Seseorang telah datang ke Alam ini dan kekuatannya sangat kuat," ucap Di Mo yang tiba tiba muncul, Ran dan Fay langsung menatap Di Mo.
"Apakah itu Tuan Feng?" tanya Fay, Di Mo menggeleng.
"Sepertinya bukan, aura ini sama sekali tak akrab dan lagi aura ini benar benar mengintimidasi."
Jauh di kedalaman hutan...
Sebuah portal muncul di kedalam hutan, dari dalam portal itu melangkah seorang laki laki dengan jubah robek dan badan penuh luka.
"Sialan, ini benar benar menghancurkan tingkat kekuatanku," ucap Kaisar Dewa saat merasakan bahwa kekuatannya turun hingga tingkat Langit lapis 1. Ia kemudian mengambil posisi duduk dan memulihkan luka dan mengganti bajunya terlebih dahulu sebelum akhirnya kembali bangkit.
Ia menajamkan matanya saat merasakan aura beberapa Orang didekatnya, benar saja beberapa orang dengan tampang garang dan membawa senjata muncul didekatnya.
"Wah wah, sepertinya ada orang kaya yang tersesat," ucap salah seorang diantara Mereka kemudian disambut gelak tawa yang lainnya, Kaisar Dewa mengangkat sebelah alisnya mendengar itu tersenyum.
"Heh kau tersenyum, tersenyumlah untuk terakhir kalinya, sebelum bertemu Dewa kematian!" Bandit bandit itu kemudian langsung maju ingin menyerang Kaisar Dewa. Kaisar Dewa sama sekali tak bergerak dari tempatnya dan tersenyum kejam.
"Pas sekali, Kalian bisa menjadi objek jurusku untuk pertama kalinya," ucap Kaisar Dewa kemudian mengangkat telapak tangannya, sebuah bola berwarna hitam muncul ditelapk tangannya dan langsung menyerap kekuatan Bandit bandit itu. Bandit bandit itu sudah merasakan bahaya begitu bola hitam itu dikeluarkan, Mereka berbalik ingin kabur. Kaisar Dewa menyadari itu kemudian tersenyum sinis.
"Heh, bukankah Kalian tadi ingin membuatku bertemu Dewa kematian?" ucapnya kemudian memperbesar bola hitam ditangannya dan bola hitam itu dengan cepat menyerap kekuatan Bandit bandit itu tak hanya menyerap kekuatannya, bahkan sumber kehidupannya hingga membuat bandit itu menjadi mayat tulang berlapis kulit.
"Asal Kalian tau, bahkan Dewa kematian mati dibawah tanganku."
"Hm... Kekuatan ini lumayan, Aku bahkan bisa naik dua tingkat dalam sekejap," gumam Kaisar Dewa tersenyum kejam, Ia kemudian menatap langit yang kembali membiru.
"Aku akan menguasai seluruh Dunia ini!"
...- - -...
Assalamualaikum semuanya...
Maaf baru bisa nyapa para Readers The System. Author balik up nih setelah sekian lama, bahkan hingga pembaca The System perlahan hilang satu persatu, tak hanya itu bahkan level novel The System jatuh kebawah karna Author jarang Up.
Itu memang penyesalan terbesar Author namun ingat janji Author dari dulu, bahkan hingga bertahun tahun, puluhan, ratusan bahkan ribuan tahun novel ini berhenti dan lanjut update, namun ingatlah satu hal...
Novel ini pasti Author tamatkan.
Ingat janji Author ini, janji Sang Penulis!