
"Ketua, ada utusan Keluarga Ji datang!" ucap seorang berjubah hitam dengan lambang sayap hitam putih di punggungnya.
"Suruh masuk," jawab Orang yang dipanggail Ketua tersebut dari tempat duduknya.
"Baik Ketua!" jawab Orang tadi kemudian berjalan pergi keluar.
Setelah Orang tadi keluar, Ketua tersebut menghela nafasnya.
"Aku harap Tuan tak marah saat Aku membangun Organisasi seperti ini," gumamnya.
- - -
Organisasi Sepasang Dewa!
Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa Organisasi Sepasang Dewa merupakan Organisasi Pembunuh dan Informasi yang baru baru ini terbentuk di Kekaisaran Bulan.
Hal tersebut membuat Organisasi ini hanya diketahui beberapa Orang saja.
Walau begitu, semua yang mengetahui Organisasi ini telah melihat kualitasnya, karna setiap sewaan pembunuh selalu berhasil dan hampir seluruh Informasi yang ingin Mereka ketahui selalu ada di Organisasi ini.
Organisasi Sepasang Dewa Dewi menerapkan System kartu untuk Anggotanya, kartu tersebut dimulai dari warna Perunggu, Perak, dan Emas.
Semakin tinggi warna kartunya semakin tinggi juga pangkatnya di Organisasi tersebut.
Kini Organisasi Sepasang Dewa Dewi memiliki 20 Anggota, 15 kartu warna Perunggu, 4 kartu warna Perak sedangkan 1 lagi yang merupakan Ketuanya memiliki kartu warna Emas.
Organisasi ini juga tak asal menyewakan Pembunuh, harus ada keterangan alasan Orang itu dibunuh dan Tingkat kekuatan Orang yang akan dibunuh.
Saat ini Ketua Organisasi Pembunuh dengan mengenakkan jubah hitam dan topeng hitam putih sedang duduk berhadapan dengan Kepala Keluarga Ji.
"Katakan urusannya!" ucap Ketua tersebut, Kepala Keluarga Ji mengangguk.
Kemudian Kepala Keluarga Ji mengeluarkan kertas yang terlukis wajah Feng disana.
"Aku ingin menyewa Pembunuh untuk membunuh Orang ini, Ia telah menyiksa Anakku dan Ia juga dapat melawan Orang Tingkat Bumi!" jelas Kepala Keluarga Ji.
Ketua tersebut menunduk melihat lukisan tersebut dan segera tampak Ia tersentak tanpa disadari siapapun.
Dibalik topengnya, Ketua tersebut tersenyum tipis.
"Bayaran?!" ucap Ketua tersebut dingin.
"Baik, Kami telah menyiapkan 1000 Koin Emas!" jawab Kepala Keluarga Ji sambil mengeluarkan sepeti berisi koin Emas dari cincin ruangnya.
Ketua tersebut mengangguk kemudian mengibaskan tangannya memasukkan peti Emas tersebut ke dalam cincin ruangnya.
"Baiklah, Aku akan menunggu kepalanya sampai dikediamanku," ucap Kepala Keluarga Ji kemudian pamit undur diri.
Ketua tersebut tersenyum miring dibalik topengnya hingga salah seorang berjubah lainnya datang menghampiri Ketua tersebut.
"Ketua apakah Kita akan mengirim 5 anggota Perak untuk membunuhnya?" tanya Orang tersebut.
"Tidak, Aku sendiri yang akan pergi!" ucap Ketua tersebut kemudian melesat keluar.
...- - -...
Feng yang sedang tertidur didalam Kamar bersama Rara tiba tiba membuka matanya saat merasakan Aura Pembunuh yang kuat berasal dari atap penginapannya.
Ia langsung mengenakkan jubahnya kemudian melesat menuju atap penginapan.
"Apakah Kau Pembunuh yang dikirim Kepala Keluarga bodoh itu," ucap Feng.
Orang berjubah didepannya tersentak kemudian berbalik melihat seorang Pemuda 17 Tahun sedang menatapnya dengan senyum tipis.
Orang berjubah Hitam tersebut secara tiba tiba berlutut didepan Feng membuat Feng tersentak.
"Tuan!" ucap Orang berjubah hitam tersebut sambil membuka topengnya.
"Lin Shan!" ucap Feng terkejut.
"Iya Tuan, ini Aku, Lin Shan," jawab Lin Shan.
"Kau... Pembunuh yang dikirim Kepala Kelurga Ji tersebut!" ucap Feng menyipitkan matanya, hal tersebut membuat Lin Shan berkeringat dingin dan dengan cepat menggeleng.
"Aku tidak berani Tuan!" ucapnya takut.
"Hmm... Baiklah, ikut Aku ke Kamarku dan ceritakan semuanya," ucap Feng, Lin Shan mengangguk patuh.
Mereka kemudian melesat menuju Kamar Feng dan Rara.
...- - -...
Feng tampak mengangguk anggukan kepalanya begitu mendengar cerita Lin Shan.
Lin Shan bercerita bahwa setelah Feng pergi, Ia langsung pergi ke Kekaisaran Bulan dan mulai merekrut Orang dan melatihnya menjadi Pembunuh.
Ia selain mendapat dana dari Feng, juga mendapat dana dari kerja sama beberapa Restoran berkat resep yang Feng berikan.
Kini Ia membentu Organisasi Sepasang Dewa Dewi yang terinspirasi dari Feng dan Rara dan Ia juga menjadi Ketuanya.
Lin Shan juga menceritakan secara detail tentang Organisasi Sepasang Dewa Dewi dengan sedikit takut kalau Feng marah karna itu.
Feng tampak terdiam sejenak begitu mendengar cerita Lin Shan lalu kemudian mengangguk.
Lin Shan menghela nafas lega dengan hati bersorak mengetahui Tuannya tak marah padanya.
"Jadi, Keluarga Ji membayar untuk membunuhku?" tanya Feng, Lin Shan mengangguk.
"Baiklah, mari Kita sedikit bermain main dengannya terlebih dahulu," ucap Feng membuat Lin Shan bingung.
"System, apakah ada benda yang dapat menirukan sesuatu?"
[Ding! Ada Tuan!]
[Tanah liat peniru : 100 Point
Dapat meniru bentuk sesuai apa yang dipikirkan namun tak dapat hidup]
"Baiklah, beli 1 Tanah liat peniru."
[Ding! Membeli : -100 Point]
[Sisa Point : 70K]
Lin Shan menatap bingung saat Feng tiba tiba mengeluarkan sepotong Tanah di tangannya.
"Tuan? untuk apa tanah itu?" tanya Lin Shan bingung.
"Lihat saja," jawab Feng singkat kemudian menutup matanya.
Perlahan Tanah liat tersebut berubah bentuk menjadi bola lalu sedikit demi sedikit seluruhnya berubah.
Sekitar 1 Menit kemudian, Lin Shan tampak terkejut sedangkan Feng tersenyum melihat benda ditangannya.
Itu adalah Kepala Feng!
Tanah liat peniru itu sengaja dibuat Feng membentuk kepalanya sendiri kemudian menyerahkannya ke Lin Shan.
"Beri ini ke Kepala Keluarga bodoh itu, untuk selanjutnya akan ku beri tau setelah Kau memberi ini," ucap Feng.
Lin Shan mengangguk menerima Kepala tiruan tersebut kemudian pamit untuk melakukan tugasnya.
Feng mengangguk kemudian Lin Shan langsung pergi.
"Hehehe... permainan ini akan semakin menarik!" gumam Feng tertawa kecil.
"Hm... sudah lama Aku tak memeriksa statusku," gumamnya lagi.
"Status."
[Status :
Nama : Feng
Tingkat : Langit Lapis 1
Pondasi : Berlian
Akar Roh : Air, Api, Tanah, Angin, Cahaya, Kegelapan, Racun
Teknik Budidaya : 7 Tanda Neraka {3 Tanda}
Teknik Lainnya : Aura Kematian, Teknik Naga, Segel Semesta, Alchemist Bulan, Jurus 1000 Jarum
Senjata : Jarum Jiwa
Point : 70K
>> Toko
>> Penjualan
>> Keluarga
>> Ruang Latihan
>> Gacha]
Feng mengangguk begitu melihat statusnya, Ia kemudian melihat Inventorynya.
Tiba tiba tatapan Feng tertuju pada Kalung Liontin yang merupakan peninggalan Orang Tuanya.
[Liontin]
Feng mengerutkam dahinya saat hanya Informasi itu yang muncul saat Ia ingin tahu Liontinnya.
Ia menatap Liontin di tangannya yang merupakan kalung, kemudian menatap Rara yang sedang tertidur.
Tersenyum, Feng bangkit dari duduknya lalu menghampiri Rara yang tengah tertidur lalu memasangkan kalung Liontin tersebut pada Rara lalu tersenyum lembut.
"Yah, Bu, Liontin ini sekarang telah Aku pasangkan pada Orang yang paling berarti dalam hidupku seperti kata Kalian," gumam Feng dengan setitik Air mata yang jatuh dari matanya.
...- - -...