
3 Hari kemudian
"Beneran Feng Gege?!" pekik Rara kegirangan, Feng mengangguk sambil tersenyum.
"Asyiiik!" pekik Rara melompat lompat di atas kasur, Feng tadi menyampaikan untuk menyuruh Rara bersiap siap untuk ikut Festival malam ini.
Sudah 3 Hari Feng dan Rara kembali dan tinggal di Kekaisaran Bulan, Feng memutuskan untuk benar benar istirahat, hingga Ia mematikan System dan meminta seluruh Orang yang mengenalnya selama 1 Pekan.
...- - -...
"Wahhhh!!!" kagum Rara melihat toko hiasan yang Mereka lalui selagi berjalan jalan.
"Ada yang mau?" tanya Feng, Rara mengangguk antusias.
"Ya udah, pilih aja," ucap Feng, Rara tanpa banyak bicara langsung maju ke toko untuk memilih hiasan yang ada.
Malam ini memang adalah Festival di Kekaisaran Bulan, menurut yang di ketahui Feng, Festival ini sekaligus untuk membuat Rakyat senang.
Eh, Feng tersenyum baru menyadari sesuatu saat melihat hiasan hiasan yang sedang Rara pilih, kini Feng berganti menatap Penjaga Toko yang merupakan seorang Kakek Tua tersebut, Kakek Tua tersebut yang merasa di tatap Feng ikut menatap Feng lalu tersenyum lembut.
Feng maju, kemudian mengambil salah sebuah ikat rambut yang ada di Toko itu lalu menyodorkannya ke Kakek Tua tersebut.
"Kek, ini berapa harganya?" tanya Feng, Rara yang mendengar itu ikut menatap Kakek Tua itu.
"Oh, ini 10 perunggu saja Tuan Muda," ucap Kakek itu sambil tersenyum lembut.
"Kakek yakin barang sebagus ini dan semematikan ini hanya 10 perunggu?" ucap Feng tersenyum, Feng kemudian mengalirkan sedikit Qi nya ke jepitan rambut itu.
Boom!
Jepitan Rambut itu bersinar lantas meledak kencang, senyum Kakek itu pudar lalu Ia menatap keselilingnya, namun Ia tak menemukan satu Orang pun yang menatap Mereka mendengar suara itu.
"Kakek tenang saja, Aku sudah memasang pelindung Qi di sekeliling Kita, tak ada satupun dari Mereka yang akan mendengar Kita," ucap Feng tersenyum.
Kakek tadi menghela nafas sejenak kemudian menatap Anak Muda dan Gadis kecil di depannya tersebut, sekilas Feng dan Rara memang tampak seperti Anak Muda pada umumnya namun Ia tak menyangka rahasia yang sudah Ia simpan bertahun tahun itu ketahuan oleh 2 Anak Muda itu.
"Bagaimana Kau mengetahuinya?" tanya Kakek itu, Feng tersenyum kemudian menunjuk satu persatu barang Hiasan di Toko itu.
"Itu sebenarnya ada racun yang kuat, yang itu memiliki ketajaman yang sangat tajam, yang ini bisa menyerap Qi..," jelas Feng sambil menunjuk satu persatu barang, Kakek tadi tambah terkejut mendengar hal tersebut, tentu saja Ia terkejut bahkan Kaisar Kekaisaran Bulan yang merupakan salah satu Orang terkuat di Kekaisaran Bulan pun tak tau kalau yang di jual Kakek itu bukan hanya sekedar hiasan belaka.
"Baiklah, Aku tak tau Kau tau dari mana tentang semua ini, namun yang jelas Aku memiliki tujuan sendiri melakukan ini," jelas Kakek itu, senyum di muka Feng hilang di gantikan tatapan tajam dan aura kematian yang di arahkan pada Kakek itu.
Tubuh Kakek itu seketika bergetar begitu Feng menatapnya dengan aura kematian, Ia menelan ludahnya tak Ia sangka Anak muda yang tampak polos tadi bisa berubah menjadi menyeramkan seperti sekarang.
"A-" Kakek itu ingin berbicara lagi namun segera Feng mengangkat tangan menyuruh diam, Feng menyodorkan sebuah kertas pada Kakek itu.
"Datang ke alamat di kertas itu sepekan lagi," ucap Feng dingin lalu menarik tangan Rara pergi, Ia menghela nafas, hampir saja jalan jalan yang ingin Ia nikmati dengan Rara dengan tenang terganggu karna urusan ini.
...- - -...
"Feng Gege! Rara cantik gak?" ucap Rara meminta saran sambil memutar mutar tubuhnya yang kini tengah mengenakkan gaun berwarna pink dengan mahkota mengkilap yang terbuat dari perak.
Feng menelan ludahnya, tak usah di tanya lagi tentang seberapa cantiknya Rara, Pelayan Toko yang tadi menawarkan gaun itu saja terpesona begitu juga beberapa Orang yang sedang ada di Toko itu.
Feng mengangguk sambil tersenyum, Rara kegirangan kemudian menyodorkan gaun itu ke Pelayan Toko itu.
"Rara mau gaun ini," ucap Rara, Pelayan Toko itu tampak kaget lalu menatap Feng, Feng yang paham akan maksud kekagetan Pelayan Toko itu segera mengeluarkan sekantong Emas dan melemparkannya ke Pelayan Toko itu.
Pelayan Toko itu menerima kantong itu dan kembali terkejut saat melihat isinya yang merupakan lebih dari 300 koin emas.
"Biarkan Dia memilih yang Ia mau," ucap Feng, Pelayan Toko itu menangguk patah patah.
"I-iya Tuan Muda," ucap Pelayan Toko itu kemudian mengajak Rara melihat lihat baju yang lainnya di toko itu.
...- - -...
"Feng Gege... Rara lapar," ucap Rara sambil mengusap perutnya, Feng tersenyum kecil kemudian mengangguk, Ia kemudian menarik Rara kesalah satu Toko makanan di dekat situ.
"Selamat datang Tuan dan Nona muda, ingin memesan apa?" tanya seorang Bapak yang merupakan pemilik Toko itu.
"Mau apa?" tanya Feng menatap Rara, Rara maju sambil meletakkan telunjuknya depan jari berpikir apa yang mau Ia pilih.
"Rara mau semuanya!" ucap Rara, Bapak pemilik Toko tadi tentu saja kaget mendengarnya, Feng sendiri hanya tertawa kecil kemudian mengeluarkan sekantong uang untuk Bapak itu.
"Sajikan semuanya," ucap Feng kemudian berjalan duduk di salah satu kursi di Toko itu, Bapak tadi mengangguk lalu dengan cepat mulai menyiapkannya.
...- - -...
"Pelan pelan ra," ingat Feng pada Rara yang makan seperti biasanya.
Rara mengangguk lalu makan dengan lebih tenang, lihatlah, Orang orang di sekitar Mereka saja menatap Rara ngeri saat mulai makan.
Feng sendiri memilih membiarkan itu, toh yang penting Ia mencintai Rara dan segala apapun yang ada pada diri Rara.
...- - -...