The System

The System
Melatih Ran



"Cucuku!" ucap Nenek Zi kaget dan langsung memeluk Ran erat, Ran juga balas memeluk Nenek Zi erat. "Nenek!"


Feng, Raja Iblis, Rara dan yang lainnya yang melihat itu tersenyum, sudah beberapa Hari sejak Kaisar Iblis di bangkitkan dan beberapa Hari yang lalu Kaisar Iblis berucap.


"Feng, tolong latih Anak ini dengan Kitab yang pernah Aku berikan, Aku perlu beberapa hari dulu untuk menyesuaikan kondisiku saat ini, dan juga pada Kalian para Iblis, patuhi apa perintah Feng, karna sekarang kedudukannya sama sepertiku," ucap Kaisar Iblis pada Feng dan Raja Iblis, Feng dan Raja Iblis mengangguk.


Setelah itu, Feng memutuskan untuk kembali mengajak Ran kembali ke Desa Hijau Lumut menemui Nenek Zi, dan hari itu Mereka berangkat dan sampai di Desa Hijau Lumut.


"Oh Tuan Feng, Nona Rara, Tuan Iblis, mari masuk," ucap Nenek Zi mengajak Feng dan Raja Iblis masuk, Feng, Raja Iblis dan Rara mengangguk berjalan masuk.


Mereka bertiga kemudian berjalan masuk, lalu bagaimana dengan Bawahan Raja Iblis? Beberapa Hari yang lalu, Feng telah memerintahkan para Bawahan Raja Iblis untuk kembali menyamar menjadi Pasukan Kekaisaran Matahari dan melaporkan setiap gerak geriknya.


"Oh iya, Nona kecil ini siapa?" tanya Nenek Zi melihat Fay, Fay tersenyum manis pada Nenek Zi kemudian memeluk lengan Ran.


"Aku Calon Istrinya Ran, Nek," ucap Fay, Ran hanya menghela nafas.


"Dia Fay Nek, Rubah putih yang dulu," ucap Ran, Nenek Zi terdiam sebentar kemudian ber ooh panjang, baru ingat.


"Nenek nenek!" tiba tiba Rara maju menarik ujung baju Nenek Zi, Nenek Zi menoleh tersenyum.


"Ada apa Nona Rara?" tanya Nenek Zi tersenyum, Rara cemberut memegang perutnya.


"Rara laparr...."


...- - -...


Esok Harinya...


"Fokuskan pikiranmu dan coba rasakan Qi di sekitarmu," ucap Feng pada Ran yang duduk bersila di atas sebuah batu, Ran mengangguk kemudian memejamkan matanya mencoba memfokuskan dirinya.


Ia merasakannya, namun Ia hanya merasakan Qi yang panas berwarna merah dan dingin berwarna hitam, Ia kemudian membuka matanya menatap Feng bingung.


"Guru, kenapa Aku hanya bisa merasakan Qi berwarna hitam dan merah?" tanya Ran, Feng tersenyum kemudian melemparkan kitab yang di berikan Kaisar Iblis.


"Bacalah," ucap Feng, Ran mengangguk kemudian membuka Kitab itu dan membacanya.


"Jadi, kalau Aku yang memiliki Roh Beladiri Kaisar Iblis yang Special sehingga Aku juga memiliki perbedaan dengan para Kultivator lainnya," ucap Ran, Feng mengangguk.


"Kau hanya bisa melatih 2 Element yaitu Api yang bersifat Yang dan Kegelapan yang bersifat Yin, 2 Element itulah yang biasanya afa dalah diri setiap Iblis termasuk Kaisar Iblis yang menjadi Roh Beladirimu," jelas Feng, Ran mengangguk paham.


"Lalu selanjutnya Aku harus apa Guru?" tanya Ran.


"Kembali fokuskan dirimu, cobalah serap Qi di sekitarmu," perintah Feng, Ran mengangguk kemvali menutuo matanya dan mencoba menyerap Qi di sekitarnya.


Wussh... Dengan cepat Qi di sekitar Ran terserap, Ran tersenyum kemudian menyerap lebih banyak, namun sesuatu tiba tiba terjadi dalam dirinya, rasa panas dan dingin yang menyatu membuat tubuhnya terkejut dan Ia langsung memuntahkan darah.


Feng yang melihat itu tersenyum kemudian memberika pil penyembuh padanya.


"Kau tidak bisa menyerap sekaligus banyak saat ini, Kau harus bisa menyesuaikan hawa panas dan dingin dalam tubuhmu kemudian mencampurkan keduanya," nasehat Feng, Ran mengangguk kemudian kembali menutup matanya, kembali berlatih.


Feng yang melihat semangat berlatih Ran hanya tersenyum, tiba tiba seekor Kelelawar terbang di depannya, Feng diam sebentar kemudian tersenyum.


"Kembalilah," ucap Feng, Kelelawar itu kemudian membungkuk hormat dan terbang pergi.


...- - -...


Hari sudah Sore saat Feng menyudahi latihan Ran dan mengajaknya masuk ke Rumah, baru saja Ia masuk, aroma makanan yang enak langsung menyergap hidung Mereka, membuat Mereka langsung berjalan menuju ruang makan.


Sesampainya di ruang makan, betapa terkejutnya Mereka berdua saat melihat banyaknya makanan di atas meja makan.


"Lho? Kok banyak makanan?" tanya Ran kebingungan.


"Itu Rara dan Fay yang nyiapin buat Kalian," ucap Nenek Zi menjawab kebingungan di wajah Feng dan Ran.


"Hah?" Feng menoleh bingung.


"Mereka berlomba untuk siapa yang paling Romantis terhadap Pasangannya," ucap Nenek Zi lagi membuat Ran dan Feng tambah bingung.


"Feng Gege!"


"Ran!"


Tiba tiba Rara dan Fay datang mendorong tubuh Feng dan Ran untuk duduk di meja makan, Mereka lalu langsung mengambil piring untuk pasangan Mereka masing masing. Kemudian meletakkan nasi dan berbagai macam lauk di atasnya, Feng dan Ran hanya menatap itu dan bingung.


"Ran harus makan yang banyak, apalagi udah latihan seharian, pasti capek," ucap Fay terus menambahkan lauk, Ran hanya tersenyum meringis, 'ini terlalu banyak' pikir Ran.


"Feng Gege juga harus makan banyak mak-" ucap Rara mau menirukan Fay, namun belum selesai meletakkan lauk, Feng memegang lengan Rara.


Cup...


Feng mengecup bibir Rara, muka Rara memanas memerah, Fay dan Ran yang melihat itu tercengang, beda dengan Nenek Zi dan Raja Iblis yang hanya tersenyum menggeleng melihat itu.


"Tak perlu lomba lomba seperti itu untuk mengetahui berapa besar cintaku padamu," ucap Feng kemudian mengelus kepala Rara, Rara hanya mengangguk patuh dengan muka malu memerah.


"Udah, sekarang duduklah dan makan," ucap Feng kemudian memberi Rara piring, Nasi dan lauk.


...- - -...


Malam Hari...


"Feng Gege," ucap Rara manja memeluk Feng yang sedang menyandar pada balkon menikmati angin malam, Feng tersenyum kemudian memeluk Rara dan mendudukkannya ke pembatas balkon. Feng kemudian menyandarkan kepalanya di pundak Feng dan menghirup aroma wangi rambut Rara.


"Ada apa hm?" tanya Feng mencium leher Rara, muka Rara memerah begitu Feng menyium lehernya.


"Feng Gege... Geli," ucap Rara lemah, Feng tersenyum kemudian menghentikan kegiatannya.


"Ra, ingat janji Kita waktu masih di Jurang Kematian," ucap Feng, Rara mengangguk tersenyum manis.


"Masih," jawab Rara.


"Aku mencintaimu," ucap Feng, Rara mengangguk.


"Rara juga cinta Feng Gege,"


...- - -...