The System

The System
Mengecek Pasukan



Keesokkan Harinya...


"Hoaam... Emm, Feng Gege mau kemana?" tanya Rara yang baru bangun tidur menatap ke arah Feng yang bajunya sudah rapi dan sudah mandi.


Feng tersenyum melihat Istri mungilnya yang baru bangun tidur tersebut, baju acak acakan, rambut berantakan, bekas air liur masih nampak dan matanya yang masih setengah terpejam.


Feng mendekat ke arah Rara kemudian mengecup puncak kepala Rara, Ia kemudian merapikan rambut rambut Rara yang berantakan dengan lembut.


"Aku ada urusan sebentar, Rara di sini aja ya, ajak Anan jalan jalan," ucap Feng lembut, Rara yang masih setengah mengantuk hanya mengangguk meng iyakan.


Hanya beberapa menit kemudian Rara sudah kembali tertidur dengan kepala bersandar pada dada Feng, Feng tersenyum gemas melihat muka Rara yang polos saat tidur.


Ia kemudian merebahkan Rara kembali ke tempat tidur dan menyelimutinya.


"Anan," panggil Feng.


"Ya, Kaisar!" ucap Anan yang tiba tiba muncul di atas guling di samping Rara tidur.


"Setelah Rara bangun tolong ajak Dia jalan jalan," ucap Feng, Anan mengangguk cepat.


"Baik Kaisar!"


Feng mengecup wajah Rara berulang kali kemudian tersenyum dan berjalan keluar kamar.


...- - -...


Feng menghentikan langkahnya saat mendengar sesuatu yang ribut dari Asrama Pasukan Reinkarnasi.


"Di Dunia ini tak ada siapapun kecuali Aku, Rara dan para Pasukanku, lalu siapa itu yang ribut," pikir Feng.


Feng kemudian memutuskan berjalan ke arah Asrama Pasukan Reinkarnasi, namun baru saja berjalan beberapa langkah tiba tiba.


Boom...


Salah seorang Pasukan Reinkarnasi terpental lalu jatuh tepat di hadapan Feng, Feng mengangkat sebelah alisnya melihat Pasukan itu.


"Lihat, bukankah Aku lebih kuat dari mu," sebuah suara terdengar dari Asrama Pasukan Reinkarnasi di ikuti keluarnya Pasukan Reinkarnasi melihat kejadian itu.


"Cih, hanya Kau menyerang mendadak, itu belum termasuk kuat," ucap Pasukan yang tadi terjatuh di hadapan Feng sambil mengelap darah yang mengalir di ujung bibirnya.


Semua Pasukan Reinkarnasi yang keluar segera terkejut melihat siapa yang berdiri di belakang salah satu Teman Mereka tersebut, Mereka segera menunduk takut.


"Heh, ada apa? Kalian merasa takutkah terhadapku sampai menundukkan kepala," ucap Pasukan Reinkarnasi di depan Feng tersebut masih belum menyadari bahwa Feng berdiri di belakangnya.


Feng tersenyum tipis menepuk pundak Pasukan Reinkarnasi tersebut, Pasukan Reinkarnasi itu berbalik dan segera terkejut saat tau siapa yang menepuk pundaknya.


"H-hormat Kaisar!" ucapnya gugup dan takut sambil membungkukkan badannya.


"Apakah Kalian sedang ada konflik saat ini?" tanya Feng menatap Pasukan Reinkarnasi di depannya dan Pasukan Reinkarnasi yang tadi berbicara.


Kedua Pasukan Reinkarnasi itu terdiam takut, Feng menghela nafas tipis.


[Ding! Tidak ada Tuan]


[Ding! Tapi System dapat membuatnya sesuai yang Tuan mau]


Feng kemudian menyebut ciri ciri dan apa saja yang Ia butuhkan dari kartu tersebut.


"Dan terakhir, buat Kartu itu sebanyak 200 buah," ucap Feng.


[Ding! Berhasil membuat : - 200.000]


[Sisa Point : 800.000]


Feng kemudian mengeluarkan kartu tersebut kemudian dengan Qi nya Ia melemparkan semuanya ke arah Pasukan Reinkarnasi satu persatu.


"Jika Kalian ingin membuktikan siapa yang lebih kuat maka buktikan dengan Perang akan akan segera Kita lakukan."


"Kartu itu akan menampilkan Point sesuai berapa banyak dan tingkatan Prajurit musuh yang Kalian bunuh, semakin banyak Prajurit atau semakin tinggi tingkatan Prajurit yang Kalian bunuh maka semakin banyak Point kalian."


"Point ini bisa di tukar dengan keterampilan, senjata, atau sumber daya nanti, dan 3 terbesar akan mendapat hadiah istimewa," ucap Feng kemudian berbalik.


"Jadi, dari pada bertarung sia sia seperti tadi lebih baik Kalian berlatih dan membuktikan siapa yang lebib kuat," ucap Feng berjalan pergi.


"Siap Kaisar!" ucap Pasukan Reinkarnasi kompak kemudian langsung pergi berlatih.


Semua Pasukan Reinkarnasi tentu saja tertarik akan hadiah ini, apalagi yang mendapat 3 besar.


Feng sendiri akhirnya memutuskan untuk mengecek tempat tinggal Pasukan Hewan Buas juga yang berada di Hutan.


Saat Ia baru memasuki Hutan, Ia tersenyum melihat kampung Hewan Buas yang tampak damai tersebut.


Lihatlah, Anak anak Hewan buas saling bermain tertawa sedangkan para Orang Tua duduk di depan Rumahnya masing masing memperhatikan Anak anak Mereka sesekali juga mengobrol dengan Tetangga Mereka.


"Cit... Cit..," salah satu burung Hewan Buas yang melihat kedatangan Feng langsung bersuara lalu terbang dan bersujud di hadapan Feng.


Para Pasukan Hewan Buas yang lain termasuk Anak anak yang sedang bermain yang mendengar suara Burung tadi segera paham dan bergegas ke hadapan Feng bersujud, Feng tersenyum mengangguk, keadaan para Pasukan Hewan Buasnya lebih tentram di bandingkan yang para Pasukan Reinkarnasi.


Feng kemudian membagikan kartu yang sama seperti yang Ia bagikan pada Pasukan Reinkarnasi tadi.


"Kartu itu akan menampilkan Point sesuai berapa banyak dan tingkatan Prajurit musuh yang Kalian bunuh, semakin banyak Prajurit atau semakin tinggi tingkatan Prajurit yang Kalian bunuh maka semakin banyak Point kalian."


"Point ini bisa di tukar dengan keterampilan, senjata, atau sumber daya nanti, dan 3 terbesar akan mendapat hadiah istimewa," jelas Feng sama seperti yang Ia jelaskan pada Pasukan Reinkarnasi tadi.


Para Hewan Buas mengangguk semangat mendengar itu, Feng tersenyum tipis kemudian berbalik dan melesat terbang pergi.


...- - -...


...Instagram : @t_riq__...