The System

The System
Lelang



Feng dan Rara sudah siap dengan mengenakkan jubah dan topeng untuk menutup muka Mereka, Rara juga tak protes saat Feng tadi Menyuruh Ia menggunakan topeng karna Suaminya tersebut berkata bahwa Ia akan bertemu Abangnya.


Mereka keluar lewat balkon dengan cepat karna jika lewat bawah dipastikan Mereka akan jadi pusat perhatian.


Beberapa detik kemdian Feng dan Rara sudah berdiri didepan Gedung Pelelangan, Mereka berjalan ingin masuk tapi langsung dihentikan penjaga.


"Undangannya!" ucap Penjaga tersebut, Feng mengangguk lalu mengeluarkan undangan yang diberi setelah Ia mendaftar tadi kemudian saat ingin lanjut berjalan lagi lagi Penjaga itu menyuruhnya berhenti.


"Bisa Kalian buka topeng," ucap Penjaga tersebut, Feng menggeleng membuat Penjaga itu menyodorkan Tombaknya pada leher Feng.


"Buka!" teriaknya, hal ini tentu saja menarik Orang orang disekitar untuk melihat, Feng berdecih kesal kemudian dengan 1 jari Ia menyentil ujung Tombak tersebut.


Kreek...


Takkk...


Tombak tersebut retak kemudian patah menjadi beberapa bagian, Hal tersebut tentu saja membuat Orang orang disana terkejut termasuk Penjaga itu sendiri.


"Bukankah Pelelangan melindungi privasi pelanggannya," ucap Feng dengan dingin, Penjaga didepannya sedikit gugup namun kemudian Ia menunjuk Feng.


"Siapa yang tau, kalau ternyata Kau adalah seorang Buronan atau Kriminal! Lagipula Kau hanya Orang lantai 1!" teriaknya membuat Orang orang berbisik bahkan beberapa setuju.


Feng yang mendengar itu sudah merasa kesal sendiri, akhirnya memutuskan berjalan masuk sambil dengan Rara tanpa menghiraukan Penjaga yang ingin mencoba menahannya.


Penjaga itu kemudian hendak menahan dengan memegang bahu Feng namun Feng lebih dahulu memegang pergelangan tangan Penjaga tersebut kemudian memelintirnya lalu menghempaskannya.


Kreek..


Boom!


Arghhh..


Penjaga tersebut berteriak kesakitan sambil memegang tangannya yang dipelintir Feng hingga patah dan lagi Ia juga dihempaskan hingga beberapa meter.


Semua Orang disana terdiam menelan ludahnya melihat hal tersebut.


"Hei... ada apa ini?" sebuah suara Perempuan muda tampak keluar dari atas, semua Orang mendongak keatas termasuk Feng dan Rara.


Mereka semua kecuali Feng, terutama yang laki laki menatap kagum pada seorang Perempuan yang turun dan atas.


Gaun putih panjang dan lekukan tubuhnya membuat siapa saja tak terutama laki laki tak dapat memalingkan tatapannya, Feng sendiri cuek karna Ia tak tertarik dengan Perempuan kecuali dengan Rara.


"Nona muda! Orang itu tak mau melepaskan topengnya, mungkin Ia seorang buronan," teriak Penjaga tadi menunjuk nunjuk Feng.


Mendengar hal tersebut membuat Gadis berusia 20an tersebut menoleh menatap seorang Pemuda mengenakan topeng dan jubah serta seorang Gadis kecil yang juga mengenakkan topeng dan jubah.


Feng hanya cuek kemudian berjalan memasuki pelelangan tanpa peduli pada Gadis tersebut, melihat itu membuat beberapa Orang tak tahan untuk tak mengunpat Feng.


"Dasar tak tau diri! beraninya Kau menghiraukan Nona Muda Yin," teriak Seorang disana.


"Ya, Hanya Orang miskin berani menghiraukan Nona Muda Yin," sahut yang lainnya.


Feng tetap cuek hingga masuk ke dalam Pelelangan, setelah Feng masuk beberapa Orang yang mengumpatnya langsung terdiam karna merasakan Aura yang menekan Mereka.


Aura tersebut berasal dari gadis yang Mereka sebut Nona Yin tersebut, Nona Yin tersebut menoleh menatap Penjaga tersebut dengan datar.


"Kau, mulai besok Aku tak mau lagi melihatmu di Kota ini," ucap Nona Yin membuat Orang disana terkejut.


Karna, hal tersebut secara tidak langsung menunjukkan bahwa Nona Yin membela Orang bertopeng tadi.


"Tapi Nona..," Penjaga itu berkata dengan nada memohon.


"Tak ada alasan, Kau tau privasi Pelanggan adalah hal penting dan kali ini Kau bahkan menyinggung Orang yang kuat," ucap dingin Nona Yin kemudian berjalan masuk ke Gedung Pelelangan.


Orang orang disana masih termenung menyaksikan hal ini, terlebih lagi Penjaga tadi, Ia sangat menyesal karna telah menganggap remeh Orang ber topeng tadi dan bersikap seenaknya.


...- - -...


Semua Pria menatap Nona Yin dengan berbagai tatapan namun Nona Yin sama sekali tak merasa risih dengan tatapan tersebut.


Sedangkan Para Perempuan berdecih melihat tatapan Pria yang mengarah pada Nona Yin.


Nona Yin sendiri berdiri dipanggung walau Ia tampak sedang menatap semua Orang namun sebenarnya matanya sedang fokus mencari Orang ber topeng yang Ia temui tadi.


Feng sendiri duduk dengan diam, dipangkuannya Rara duduk sambil menyadandarkan kepalanya di dada Feng.


"Baiklah, barang pertama merupakan Pil Penyembuh Tingkat Tinggi yang dapat menyembuhkan segala luka luar selagi Orang itu bernafas namun hanya bisa digunakan Orang pada Tingkat Perak kebawah," ucap Nona Yin.


"Harga dimulai dari 10 Emas, satu botol berisi 5 Pil Penyembuh," lanjutnya.


Mendengar hal tersebut, Orang orang menjadi antusias dan mulai menawar.


"15 Emas!"


"22 Emas!"


"30 Emas!"


Penawaran terus naik sampai 43 Emas yang didapat oleh seorang Pria Dewasa di Lantai 1.


"Baiklah, barang kedua tak kalah unik, yaitu adalah Senjata berupa Pedang Tingkat Menengah bernama Pedang Gigi Naga," ucap Nona Yin.


"100 Koin Emas, setiap naik 10 Koin Emas," lanjutnya.


"110 Emas!"


"150 Emas!"


"190 Emas!"


"500 Emas!"


Suara dari Ruang VIP membuat semua Orang terdiam, suara itu berasal dari Ruang VIP No 1 yang merupakan Ruang VIP salah satu Sekte terbesar di Kekaisaran Bulan yaitu Sekte Naga Langit.


"Baik, 500... 1, 500... 2, 500..3!"


Tok.. Tok.. Tok..


"Selamat kepada Ruang VIP No 1," ucap Nona Yin.


Pelelanganpun terus berlanjut, beberapa barang berhasil didapatkan oleh Lantai 1 dan 2 namun barang barang bagus langsung ditawarin Ruang VIP membuat lantai 1 dan 2 terdiam.


Feng sendiri baru menyadari bahwa Ruang VIP ditempati oleh 3 Sekte Besar Aliran Putih, 1 Sekte Besar Aliran Netral, 2 Sekte Besar Alirah Hitam, 3 Keluarga Bangsawan dan Keluarga Kekaisaran.


"Baiklah, kali ini ada hal yang berbeda dari sebelum sebelumnya dalam daftar 3 Barang bagus," ucap Nona Yin.


Prok.. Prok.. Prok..


Nona Yin menepuk tangannya dan kemdian sebuah benda kotak besar tertutup kain hitam dibawa kedepan semua Orang.


Semua Orang menyerit penasaran berbeda dengan Feng yang menyerit merasakan Aura yang mirip dengan Aura Rara yang berasal dari benda tersebut.


Bahkan Rara sendiri langsung bangun dan ingin berteriak saat merasakan Aura tersebut namun Feng dengan cepat menutup mulutnya dan membisikkan sesuatu.


"Jika mau bertemu Abang harus diam," bisik Feng, Rara mengangguk patuh dan langsung duduk dengan diam.


"Baiklah! Kalian pasti penasaran bukan dengan apa yang ada dibalik kain ini! Mari Kita buka," ucap Nona Yin berjalan mendekat ke benda itu kemudian memegang ujung kainnya dan menariknya.


Wusssh...


...- - - ...