
"Kalian akan kembali pergi?!" ucap Nenek Zi terkejut mendengar penjelasan Feng bahwa esok Ia dan Rara akan kembali pergi menuju Alam Iblis dan kemungkinan besar juga akan membawa Ran dan Fay.
Feng tersenyum mengangguk kemudian menjentikkan jarinya dan muncullah Ran dan Fay yang sebelumnya berada di dalam Dunia kecil Feng.
"Kalian punya waktu sampai besok untuk bersama, besok Aku akan menjemput Kalian dan Kita akan segera pergi," jelas Feng, Nenek Zi, Ran dan Fay yang sudah paham hanya mengangguk sedih.
Feng dan Rara kemudian pergi melesat terbang menuju Kekaisaran Bulan.
Tak lama Mereka akhirnya sampai ke Kekaisaran Bulan, Feng langsung mengajak Rara menuju Istana Kekaisaran Bulan.
"Salam Tuan, ada apa Tuan ke mari?" tanya Kaisar Di begitu melihat Feng dan Rara memasuki gerbang Istana, Feng mengangguk.
"Kumpulkan seluruh Mentrimu, ada yang ingin Ku bicarakan," ucap Feng dengan ekspresi serius, melihat wajah serius itu tanpa banyak berkata lagi, Kaisar Di mengumpulkan seluruh Mentrinya.
"Baiklah, tolong dengarkan," ucap Feng, semua Orang langsung memperhatikan Feng dengan hormat, lagi pula siapa yang tidak mengenal Feng? Hampir seluruh Mentri di situ terlebih yang ikut perang tau seberapa kuat Feng. Pendekar Tingkat Surka saja hanya jadi mainan baginya.
"Kini, Alam Manusia sudah sepenuhnya aman dari ancaman yang datang dari Alam Manusia itu sendiri, walau mungkin masih banyak kejahatan kejahatan kecil yang terjadi, namun itu wajar dan harus terus Kita cegah."
"Kini semuanya kembali seperti biasa kecuali satu, Kekaisaran Matahari, Kekaisaran Matahari kini hanyalah sebuah Istana tanpa Pemimpin, jadi itu hanya akan membuat Rakyatnya gaduh dan ribut akan siapa yang memimpin Mereka."
"Nah, tujuanku kini mengumpulkan Kalian tak lain dan tak bukan hanya ingin bertanya, adakah di antara Kalian yang ingin menjadi Pemimpin Kekaisaran Matahari?"
"Aku hanya ingin Kaisar untuk Kekaisaran Matahari adalah Orang yang jujur dan amanah serta berjanji tak melakukan sesuatu yang sama seperti yang di lakukan Kekaisaran Matahari sebelumnya."
"Jadi, ada yang ingin mengajukan diri?" tanya Feng, seluruh Mentri terdiam tak ada yang berani menunjukkan tangannya.
Mereka tau, memimpin suatu Kekaisaran bukanlah hal yang mudah, apalagi itu adalah Kekaisaran yang baru saja di taklukan, masih banyak Orang orang yang mungkin tak setuju.
Saat semua Orang diam, tiba tiba seseorang tunjuk tangan.
Itu Yu Zi bersama Kakek Yu.
Mereka memang bukan bagian dari Mentri Kekaisaran Bulan, namun menurut Kaisar Di, Mereka berdua juga termasuk Orang orang penting dan harus Ia undang.
Feng tersenyum tipis kemudian mengangkat tangannya dan mengarahkan telapak tangannya ke Kakek Yu dan Yu Zi.
"Baiklah, itu adalah segel Kesetiaan, itu juga memiliki manfaat untuk mempercepat pelatihan Kalian dan juga menambah kekuatan Kalian beberapa kali lipat."
"Namun jika Kalian berkhianat, apalagi sampai membuat Rakyat sengsara, ingat, satu jentikan dariku akan membuat Kalian kehilangan kepala."
Semua Orang terdiam mendengar penjelasan Feng, sedangkan Kakek Yu dan Yu Zi langsung berlutut di hadapan Feng.
"Kami bersumpah, Kami akan menjaga amanah yang Tuan berikan sepenuhnya!"
...- - -...
"Tuan Feng, tolong jaga Ran dan Fay baik baik," ucap Nenek Zi sambil mengahapus air mata yang masih mengalir di pipinya, Feng tersenyum mengangguk kemudian menatap seluruh Orang yang Ia kenal kini berada di sekitarnya.
"Kaisar!" Semua Orang itu kemudian berlutut hormat.
Feng tersenyum mengangguk, kemudian seberkas cahaya mulai muncul dan membungkus Feng dan Rara.
"Jaga diri Kalian baik baik."
Wusssh...
...- - - ...
**Assalamu'laaikum...
Maaf mungkin bab ini dan beberapa bab sebelumnya gak sesuai dengan ekspetasi Kalian.
Aku ingin ngasih Info bahwa setelah tamat Arc 2 ini mungkin Aku akan kembali melanjutkan Novelnya nanti akhir April atau awal Mei.
Itu di karenakan Aku ingin fokus belajar sementara dan akan melanjutkannya saat liburan.
Terima Kasih pengertiannya**...