The System

The System
Persiapan Perang



"Hormat Penguasa," ucap Kaisar Muda Kekaisaran Bintang itu, Feng mengangguk kemudian menyuruh Kaisar Muda itu duduk di salah satu kursi.


"Duduklah," perintah Feng, Kaisar Muda itu mengangguk kemudian duduk di salah satu kursi.


"Kau tau kenapa Ku panggil ke sini?" tanya Feng, Kaisar Muda itu terdiam sejenak, kemudian menggeleng.


"Kau ingin Kekaisaranmu itu kembali?" tanya Feng, Kaisar Muda Kekaisaran Bintang yang mendengar itu terdiam sejenak kemudian menunduk.


"Sungguh, Aku menginginkannya Penguasa, tapi itu tidak lebih penting, selagi semua Rakyatku aman, itu sudah cukup bagiku," jawab Kaisar Muda itu, Feng yang mendengar itu tersenyum tipis kemudian mengangguk.


"Baiklah, sekarang Aku memerintahkanmu untuk menyiapkan Prajurit dan Pasukan terbaikmu," perintah Feng, Kaisar Muda yang mendengar itu mendongak menatap Feng bertanya tanya. Feng tersenyum tipis mengetahui kebingungan Kaisar Muda itu.


"Kekaisaran Matahari, yang merebut Kekaisaran Kalian, akan segera menyerang Kekaisaran Bulan dengan seluruh kekuatan Mereka, jika Kalian ikut dan menang, maka Kalian bisa kembali ke Rumah Kalian," jelas Feng menjawab kebingungan Kaisar Muda itu, Kaisar Muda itu membulatkan matanya dan mengepalkan tangannya semangat.


"Baiklah, Penguasa!" ucapnya kemudian izin pamit, Feng mengangguk.


Beberapa saat setelah Kaisar Muda itu pergi, Feng berjalan keluar Istana, dan betapa terkejutnya Dia saat baru keluar Istana.


Lihatlah! Disana seluruh Pasukan Reinkarnasi, dan Pasukan Hewan Buas tengah berlutut kepada Feng. Feng memandang semua itu bingung mengangkat sebelah alisnya, seseorang lebih tepatnya Lin Shan akhirnya maju menjelaskan.


"Kaisar! Izinkan Kami mengikuti Perang melawan Kekaisaran Matahari!" ucap Lin Shan, seluruh Pasukan Feng mengangguk. Feng terdiam.


Ia memang sengaja menyembunyikan akan perperangan itu dari Pasukannya karna Ia tau, jika para Pasukannya itu ikut, maka pasti akan memakan korban jiwa, dan Ia khawatir akan hal itu.


"Tapi jika Kalian ikut, Perang itu pasti akan memakan korban jiwa tak sedikit, Pasukan Kekaisaran Bintang yang ku suruh itu karna jika menang Ia akan mendapat kembali Tanah Mereka, sedangkan Kalian?" ucap Feng menatap seluruh Pasukannya.


"Kaisar!" salah seorang Pasukan Reinkarnasi berdiri.


"Kami siap mengikuti Perang ini dengan segenap nyawa Kami Kaisar! Tak peduli seberapa banyak nyawa dari Kami yang akan hilang, hingga tetes darah terakhir, Kami akan berjuang!"


"Ya Kaisar! Jika masalah Hadiah, selama Kami bisa melayani Kaisar dengan segenap tenaga Kami selama Kami hidup, itu sudah cukup Tuan!"


Sahutan demi sahutan kobaran semangat dari Pasukan Reinkarnasi terdengar bersahut sahut, Pasukan Hewan Buas juga meraung raung semangat setuju dengan apa yang dikatakan Pasukan Reinkarnasi, Feng yang melihat semangat membara dari Pasukan Reinkarnasi itu tersenyum dan tanpa sadar setitik air mata katuh dari pelupuk matanya, air mata keharuan.


Feng mengangkat tangannya dan seluruh Pasukan langsung hening.


"Kalian yakin ingin mengikuti Perang ini walau harus bertaruh nyawa?" tanya Feng.


"Yakin Kaisar!" jawab selurub Pasukannya kompak, Feng mengangguk.


"Kalau begitu mari berjuang bersama!" ucap Febg dengan semangat mengepalkan tangannya, seluruh Pasukannya berseru seru semangat berkobar.


"Hidup Kaisar Feng!"


"Hidup Kaisar Feng!"


...- - -...


Feng berjalan bersama Rara memasuki ruang tahta Kekaisaran Bulan tersebut, saat Ia masuk sudah tampak Kaisar Di dan para Mentrinya yang tengah duduk mengobrol. Melihat Feng masuk, semua Orang di situ langsung diam dan menunduk hormat ke Feng.


"Kaisar Di?" tanya Feng karna Ia tadi mendapatkan kertas surat bahwa Kaisar Di ingin menemuinya karna ada hal penting yang ingin Ia sampaikan.


"Izinkan Kami mengikuti Perang Tuan!" ucap Kaisar Di, Feng yang mendengar itu terdiam.


"Bagaimanapun, Kekaisaran Matahari juga mengincar Kekaisaran Bulan, jadi bagaimanapun juga Kami akan bertarung mati matian mempertahankan tanah Kami!" ucap Kaisar Di dengan penuv keyakinan, melihat mata penuh keyakinan itu, Feng tersenyum kecil kemudian mengangguk.


"Baiklah."


...- - -...


"Feng Gege, kok semua Orang keliatan semangat yah?" tanya Rara kebingungan saat melihat betapa semangatnya, Pasukan Reinkarnasi, Pasukan Kekaisaran Bulan dan Bintang yang latihan tadi.


Feng dan Rara yang kini tengah menikmati pemandangan malam Kekaisaran Bulan dari atas balkon Kamar Mereka, Feng tersenyum mendengar itu lalu mengelus puncuk kepala Rara.


"Mereka akan mendapat Kue besar besok," ucap Feng, Rara yang mendengar itu langsubg cemberut.


"Rara juga mau Kue besarrrr!!" rengeknya, Feng yang melihat itu tersenyum kemudian mengecup sekilas pipi tembem Rara.


"Rara juga bakal dapat Kue besar kok besok, bukan cuman Kue besar, tapi juga Wortel besar," jawab Feng, Rara yang mendengar itu langsung melonjak kesenangan, melihat Rara yang senang, Feng tersenyum kemudian menatap langit malam.


"Besok adalah Hari Ulang tahunnya Rara, dan Aku akan memberi Ia hadiah terbesar, dan Kami akan memiliki seutuhnya satu sama lain esok," pikir Feng sambil tersenyum.


...- - -...


Perbatasan Kekaisaran Matahari dan Kekaisaran Bulan...


Sebuah padang rumput luas...


Kini 2 Pasukan besar telah berhadapan, Pasukan Kekaisaran Matahari dan Pasukan Kekaisaran Bulan yang di dalamnya juga termasuk Pasukan Kekaisaran Bintang dan Pasukan Reinkarnasi.


"Oh, jadi ini Kaisar Muda Kekaisaran Bintang itu?" ucap Kaisar Yun dengan nada meremehkan melihat Kaisar Muda Kekaisaran Bintang tersebut, Kaisar Muda itu hanya diam menggenggam ganggang pedangnya lebih erat.


"Kaisar Yun! Lebih baik Kau menghentikkan semua Kekacauan yang Kau perbuat ini!" teriak Kaisar Di, Kaisar Yun menatap Kaisar Di sinis kemudian tertawa sumbar.


"Hahaha... Aku tau Kalian pasti sudah merasa kalah, makanya Kau mengatakan seperti itu, lihatlah berapa banyak Pasukan yang Kami bawa, menghadapi Pasukan Kalian yang sedikit itu ganya bagaikan Gajah melawan Semut!" balas Kaisar Yun mengejek, ya, Pasukan Kekaisaran Matahari memang lebih banyak di banding Pasukan Kekaisaran Bulan, 3 kali lipatnya!


"Kau!" ucap Kaisar Muda itu geram mendengar ejekan Kaisar Yun, Kaisar Yun yang melihat Kaisar Muda itu geram tambah tertawa.


"Hahaha... Ada apa? marah? Kau Rusa kecil harusnya tak ikut Perang ini jika hanya akan di cabik cabik hingga hancur saja, Kau tak percaya?" ucap Kaisar Yun, Kaisar Yun kemudian menyuruh salah seorang Panglimanya maju.


"Jika Kau bisa mebgalahkan Panglimaku yang berada pada di tingkat Bumi lapis tetakhir ini mungkin Aku bisa mempertimbangkan untuk langsung membunuhmu, hahahaha..," tawa Kaisar Yun, Kaisar Muda yang di hina seperti itu terdiam menggertakkan giginya geram lalu tanpa aba aba maju menyerang Panglima itu.


Duel pun terjadi, Kaisar Yun yang melihat itu tersenyum karna Ia tau bahwa Kaisar Muda itu menurut Informasi hanya berada pada tingkat Bumi lapis 7, Ia yakin Panglimanya akan menang.


namun tebakannya salah, hanya butuh beberapa serangan dan Panglimanya itu tumbang dengan kepala terpisah.


"Apa?! Bagaimana mungkin?!"


...- - -...