
"Baiklah sekarang bisa jelaskan kenapa Abang bisa terpisah dengan Rara?" tanya Feng menatap Wanwan, Wanwan menghela nafas sambil mengangguk.
"Aku terpisah dengan Rara sudah sejak Kami masih kecil, saat itu Kami hanya tinggal berdua di Hutan hingga suatu waktu seorang Manusia kuat datang ke Hutan yang Kami tempati kemudian memburu seluruh Hewan Buas," cerita Wanwan.
"Saat itu Kami berusaha sembunyi namun Kami justru bertemu Manusia itu lebih awal, akhirnya Kami berusaha lari dari kejaran Manusia tersebut hingga Kami sampai disebuah Sungai."
"Akhirnya Aku memutuskan untuk menghanyutkan Rara yang masih kecil dimana waktu itu Ia tak sadarkan Diri, dan akhirnya Manusia itu hanya berhasil menangkap ku," akhir cerita Wanwan, Feng manggut manggut mendengar cerita Wanwan.
Ia juga tak menyangka Rara dapat hidup sendiri saat Ia masih sangat kecil dan itu selama beberapa tahun sebelum bertemu dengan Feng.
"Baiklah, kalau begitu bukankah Abang lebih baik berlatih untuk menjadi lebih kuat," ucap Feng membuat Wanwan mengangguk.
"Berarti Aku harus kembali ke Hutan Bulan ya," ucapan Wanwan membuat Rara yang sedang menikmati Lolipop menoleh dengan ekpresi sedih dan kesal.
"Abang jangan pergi!" ucapnya kesal dan sedih.
"Abang gak perlu harus kembali ke Hutan itu," ucap Feng sambil tersenyum, Wanwan tentu saja bingung kemudian menatap bingung Adik Iparnya tersebut.
Feng hanya tersenyum kemudian mengeluarkan Kotak Alam.
"Abang hanya perlu berlatih disini dengan para Bawahan Hewan Buasku," ucap Feng menaikkan kotaknya, Wanwan menatap aneh kotak di tangan Feng.
Feng hanya tersenyum kemudian mengalirkan sedikit Qi nya dan mengarahkannya ke Wanwan, kotak itu lalu menydeot Wanwan serta membawanya ke Alam didalam kotak tersebut.
Wanwan yang melihat Ia tiba tiba berpindah entah kemana, pun terkejut. Ia langsung memasang sikap waspada hingga sebuah suara membuatnya lebih tenang.
"Abang tenang saja," suara Feng terdengar.
"Abang untuk sementara tinggal di Alam itu saja dan berlatih bersama Hewan Buas untuk meningkatkan kekuatan Abang," ucapan Feng itu membuat Wanwan menatap sekitar dan menemukan banyak Hewan Buas Tingkat Rendah dan Menengah juga menatapnya.
Disisi lain Feng mengeluarkan Kitab yang Ia dapat dari Pelelangan.
"System, bisakah Kau memperbaiki kerusakan pada Kitab ini."
[Ding! Bisa Tuan]
"Kalau begitu tolong diperbaiki."
[Ding! Memperbaiki : -4.980 Point]
[Sisa Point : 65.000]
Kitab tersebut kemudian berisnar beberapa saat dan setelah sinarnya hilang memperlihatkan judul depan Kitab tersebut.
"Kitab Tinju Penghancur," gumam Feng.
[Kitab Tinju Penghancur :
Saat dikuasai 100% dapat mengahncurkan sebuah Kota hanya dengan 1 Pukulan]
Melihat deskripsi itu membuat Feng sedikit terkejut dengan efeknya, jika itu bisa menghancurkan 1 Kota dengan 1 pukulan maka sungguh kuat kekuatannya.
Feng kemudian memutuskan untuk memberikan Kitab ini pada Kakak Iparnya untuk dipelajari.
Wanwan yang telah berkenalan dengan beberapa Hewan Buas tersentak saat suara Feng terdengar olehnya.
"Abang! Pelajarilah Kitab itu," ucap Feng disusul sebuah Kitab yang melayang ke arah Wanwan yang langsung Wanwan tangkap.
"Aku akan memeriksa perkembangan Abang setiap Bulannya," ucap Feng.
"Baiklah, terima kasih Adik Ipar," ucap Wanwan membuat Feng tersenyum karna Ia dipanggil adik Ipar.
"Feng Gege, apakah Abang tak apa apa," tanya Rara menatap Feng, Ia tau bahwa Abangnya pasti dibawa oleh Feng ke tempat yang aman namun walau begitu Ia tetap sedikit khawatir.
"Tak apa, Ia akan berlatih sekarang jadi tenang saja," ucap Feng sambil tersenyum mengelus kepala Rara.
Rara menganguk balas tersenyum.
"Baiklah, Kita juga harus latihan bukan," ucap Feng membuat Rara mengangguk.
"System, bawa Aku dan Rara ke Ruang latihan," ucap Feng memagang tangan Rara.
[Ding! Memindahkan...]
Perlahan pandangan Rara dan Feng berubah menjadi sebuah tanah berumput luas, Mereka dapat merasakan Qi yang banyak berasal dari rumput rumput tersebut.
Namun Mereka juga dapat merasa bahwa Qi didalam tubuh Mereka terserap keluar dan hilang.
Feng tersenyum kemudian berjalan agak menjauh sedikit, Ia berniat melatih Ilmu Alchemistnya namun saat ini Ia baru teringat bahwa Di Mo belum kembali sejak di balkon waktu itu.
Akhirnya Feng mengeluarkan Kitab 1000 Jarum dan memutuskan untuk mempelajarinya.
[Pelajari Kitab 1000 Jarum {Y/Tidak}]
"Ya."
Kitab tersebut kemudian pecah menjadi cahaya dan masuk ke Kepala Feng.
Perlahan Informasi informasi masuk kedalam otaknya, Feng memperhatikan secara sejenak kemudian langsung tau inti dari Teknik 1000 Jarum ini.
Hal tersebut adalah dapat membuat Jarum dari Qi yang dapat dikendalikan secara bebas tanpa waktu dan lagi Ia harus belajar satu persatu hingga 1000 Jarum.
Feng mulai mempraktikannya dan membuat sebuah Jarum dari Element Anginnya, namun ternyata memang tak semudah terlihatnya karna Jarum pertama yang Ia buat tak sepenuhnya Ia bisa kendalikan dengan leluasa dan lagi itu hanya bertahan paling lama 1 menit sebelum benar benar menguras Qi nya.
Akhirnya Feng mengulang ngulang Teknik itu dengan mengoreksi dan memperbaiki kesalahan pada setiap percobaannya.
Disisi lain Rara juga mempeljari Kitab yang diberikan oleh Penguasa Dunia yang belum 100% Ia pelajari.
Kitab tersebut bernama Kitab Teknik Hewan.
[Kitab Teknik Hewan {Tinggi} :
- Pedang Tarian Phoenix
- Tusukan Macam Malam
- Tinju Harimau Putih
- Cakar Serigala Petir
- Tendangan Raja Kuda
- Tubuh Badak Berlian]
Rara kini telah menguasai hingga jurus Cakar Serigala Petir dan Ia langsung membuka jurus selanjutnya lalu mulai memahami dan mempraktekannya.
Setelah 30 Menit Rara mempelajarinya akhirnya Ia paham intinya dan berniat langsung mencobanya.
"Tendangan Raja Kuda!" ucap Rara kemudian menendang, samar samar tampam siluet Kuda meringkik di setiap tendangan Rara.
Rara kemudian mengulang ngulang latihannya hingga beberapa kali.
Akhirnya Hari itu Feng dan Rara menghabiskaan seharian waktunya untuk berlatih di Ruang Pelatihan milik Feng.
...- - -...
Istana Kekaisaran Bulan
"Ayah, Bagaimana dengan seleksi untuk memasuki Daratan Hitam?" tanya Tuan Putri pada Kaisaran setelah mata mata tadi disuruh untuk terus mencari tau tentang Orang bertopeng.
"Hm... Aku juga baru mengingatnya," manggut Kaisar Bulan sambil mengelus janggutnya.
"Ayah, Bagaimana kalau Kita adakan Turnamen untuk itu," usul Tuang Putri semangat.
Kaisar tersebut yang mendengar usulan Putrinya terdiam sesaat kemudian mengangguk sambil tersenyum.
"Baiklah, Aku akan mengusulkannya di Rapat nanti," ucap Kaisar Bulan membuat Tuan Putri mengangguk senang.
"Tapi yah, Aku masih bingung tentang Rahasia yang Ayah pernah bilang yang berada di Daratan Hitam," bingung Tuan Putri.
Kaisar hanya tersenyum kemudian memandang langit langit.
"Itu memang adalah Rahasia besar yang merupakan Warisan Leluhur Kita yang disimpan di Daratan Hitam."
"Warisan?" gumam Tuan Putri bingung.
"Huh.. sudahlah, lebih baik Kau juga belatih menjadi lebih kuat agar Kau bisa menemukan Warisan tersebut," tutur Kaisar Bulan.
Tuan Putri mengangguk lalu meminta Izin untuk latihan, setelah Putri pegi, Kaisar tersebut menghela nafas.
"Semoga segalanya akan berakhir dengan baik."
...- - -...