The System

The System
Turnamen 9



Di Shi yang baru saja sadar dari keterkejutannya langsung menoleh mencari Pemuda dan Gadis kecil tadi namun sama sekali tak menemukannya membuatnya menghela nafas berat.


Ia lalu menoleh ke salah satu Pengawalnya.


"Laporkan pada Ayah Kaisar," ucapnya, Pengawal tersebut mengangguk kemudian melesat pergi menjalankan perintah Di Shi.


Di Shi kemudian kembali menatap potongan potongan kecil Gorila tadi, Ia masih tak menyangka Gadis kecil yang Ia rasa usianya sangat jauh di bawahnya dapat dengan mudah memotong motong Hewan Buas pada Tingkat yang setara Tingkat Bumi.


- - -


Sore Hari...


Feng dan Rara akhirnya sampai di kaki Gunung dan melihat banyak yang berkumpul di gerbang masuk Gunung.


Feng kemudian berjalan mendekat lalu beristirahat dibawah salah satu pohon kemudian memejamkan matanya.


Rara sendiri juga ikut beristirahat dengan membaringkan kepalanya dipaha Feng sambil menatap langit.


Tak lama setelah Feng sampai, Ji Yao dan Anak buahnya datang sambil membantu Ji Zang yang berjalan tertatih dengan lengan putus.


Hal tersebut tentu saja menarik perhatian banyak Orang, Old Xi yang melihat hal tersebut langsung menyuruh Orang untuk membawa Ji Zang agar segera di obati.


Ji Yao menggertakkan giginya menatap Feng dengan tatapan benci.


"Kau! Kau yang telah memutus tangan Ji Zang maka Kau akan menerima balasannya dari Keluarga Ji!" teriak marah Ji Yao, hal tersebut membuat semua Orang terkejut termasuk Old Xi sendiri.


"Tuan Muda Ji, bukankah Kau terlalu kejam berkata seperti seakan Ia yang salah," suara halus tersebut membuat seluruh Orang menoleh menatap Di Shi yang baru saja datang sambil membopong seorang Laki laki yang tak sadarkan diri.


Laki laki tersebut adalah Wang Yi!


Saat perjalanan tadi, Di Shi tak sengaja bertemu Wang Yi yang terluka parah dan tak sadarkan diri, walau enggan namun Di Shi tetap membantu memapah Wang Yi.


"Maaf, apa maksud Tuan Putri?" tanya Ji Yao berubah sopan.


"Aku tak ada maksud apa apa, hanya saja bukankah Old Xi sudah menjelaskan bahwa diperbolehkan saling membunuh maka hal tersebut bukanlah sebuah pelanggaran," jelas Di Shi membuat semua Orang mengangguk setuju.


Ji Yao mengepalkan tangannya mendengar hal tersebut.


"Tapi Tuan Putri, Bawahan ku tak di bunuh namun disiksa hingga cacat!" lawan Ji Yao.


"Oh, lalu bagaimana dengan Wang Yi yang telah Kau serang hingga kini Kultivasinya lumpuh, bukankah itu juga menyiksa," ucap Di Shi membuat semua Orang disana terkejut termasuk Feng yang langsung membuka matanya begitu mendengar hal tersebut.


Di Shi mengatakan itu memang karna saat bertemu Wang Yi, Ia terkejut saat merasakan Dantian Wang Yi dan meridiannya yabg telah hancur dan alasan Ia menuduh Ji Yao karna tak jauh dari Wang Yi ada 3 Mayat dengan baju khas Bangsawan Ji.


"Tuan Putri apa maksudnya, Aku sama sekali tak mengerti," sangkal Ji Yao, Di Shi yang mendengar itu menjadi kesal namun tak mengungkapkannya.


"Intinya, Pemuda itu tak salah dan lagi kini Ia dilindungi oleh Kekaisaran secara langsung!" umum Di Shi membuat seluruh Orang disana terkejut termasuk Feng yang juga sedikit tersentak mendengar hal tersebut.


"Tapi... Tuan Put-"


Ji Yao coba melawan karna tak terima namun Di Shi langsung memotongnya sambil menatap Ji Yao dengan sinis.


"Tuan Muda Ji tak berniat membuat musuh dengan Kekaisaran bukan?!" tekan Di Shi membuat Ji Yao terdiam mengepalkan tangannya.


Ji Yao kemudian tanpa berkata kata berbalik kemudian berjalan pergi dengan kebencian, dan amarah di dalam hatinya.


"Tak bisakah Aku menjalankan kehidupan sedikit tenang sekali saja," gumamnya kesal.


...- - - ...


1 Hari berlalu...


10 Peserta yang lolos dan terbaik dari ujian turnamen kedua kini sudah berkumpul diatas Arena tempat Mereka mengikuti ujian pertama..


10 Orang tersebut terdiri dari Feng, Rara, Di Shi, Ji Yao, 2 Orang dari Sekte Naga Langit, 2 Orang dari Sekte Malam Gelap, 1 Orang dari Sekte Kembang Warna dan 1 Orang lagi adalah seorang tanpa Sekte sama seperti Feng dan Rara.


Feng sebenarnya sedikit terkejut saat tau bahwa Sekte Malam Gelap yang merupakan Sekte Aliran Hitam bisa ikut dalam Turnamen ini.


Setelah menelusuri Informasi Semesta, Feng baru mengetahui bahwa di Kekaisaran Bulan walau terdapat Sekte Aliran Hitam namun Kekaisaran tetap bersikap Netral.


Organisasi Organisasi sepeti Paviliun Bulan Putih, beberapa Organisasi perdagangan dan semacamnya juga bersikap Netral.


Kini Feng yakin diantara 3 Kekaisaran di 3 Benua, Kekaisaran Bulan adalah yang paling damai.


"Baiklah, kini Kita akan masuk ke ujian Turnamen ketiga atau dapat dibilang sebagai babak penentuan," ucap Old Xi.


"Kalian silahkan ambil nomor di kotak ini dan yang memiliki nomor sama dapat bertanding sesuai urutannya," lanjut Old Xi sambil mengeluarkan sebuah kotak.


Satu persatu Peserta maju dan mengambil nomor, begitu juga Feng dan Rara.


Feng mengangkat alisnya ketika Ia kembali mendapat nomor 7.


"Mungkin nomor 7 adalah nomor keberuntungan Ku," batin Feng tersenyum tipis.


Rara sendiri mendapat nomor 1, Feng mengangguk melihatnya lalu membisikkan sesuatu pada Rara yang membuat Rara mengangguk tersenyum manis.


Ji Yao yang sedari jauh melihat itu tersenyum sinis.


"Tersenyumlah selagi bisa Feng, setelah ini Ku pastikan Kau tak akan bisa tersenyum lagi," gumamnya tersenyum licik.


Ji Yao tersenyum mengingat perkataan Ayahnya yang mengatakan akan mengirim Pembunuh untuk membunuh Feng.


Ayah Ji Yao dan seluruh Tetua Keluarga Ji tentu saja marah saat tau yang terjadi pada Ji Zang, namun mengingat bahwa Di Shi berkata bahwa Kekaisaran melindungi Feng membuat Mereka tak bisa bergerak secara terang terangan.


Mereka akhirnya memutuskan untuk menyewa Seorang dari Organisasi Sepasang Dewa Dewi.


Organisasi Sepasang Dewa Dewi merupakan Organisasi Pembunuh yang baru baru ini dibuat dan tak banyak yang mengetahuinya.


Dikatakan bahwa Organisasi ini memiliki Ketua yang dapat membunuh Pemdekar Tingkat Langit, hanya beberapa yang tau tentang Organisasi ini termasuk Sekte Sekte Besar, Keluarga Bangsawan, Keluarga Kekaisaran dan Organisasi terkenal lainnya.


Selain menjadi Organisasi Pembunuh, Organisasi ini juga adalah Organisasi Informasi dimana banyak Informasi yang diperjual belikan disana.


Namun seluruh yang mengetahui Organisasi ini belum mengetahui siapa Pendiri dan Ketuanya sehingga Mereka beranggapan bahwa Organisasi ini benar benar misterius dan punya latar belakang yang kuat.


"Baiklah, Peserta no 1 silahkan nail ke Arena!" ucap Old Xi, seluruh Penonton bertepuk tangan meriah.


Ujian Turnamen ketiga ini memang lebih meriah dari Turnamen sebelum sebelumnya, selain karna ini merupakan ujian terakhir dan penentu, ujian ini juga merupakan tontonan menarik bagi Orang orang.


...- - -...