The System

The System
Bangkitnya Kaisar Iblis



Boom!


Sebuah ledakkan aura yang luar biasa membuat cuaca berubah gelap, Hewan hewan tergerak instingnya kerakutan sehingga bersembunyi di sarangnya, sedangkan para Manusia yang merasa lemah juga langsung mencari tempat perlindungan terdekat.


Desa Hijau Lumut...


"Kaisar!" Hormat Raja Iblis dan Bawahannya begitu merasakan aura yang luar biasa tersebut.


"Baiklah, kali ini Aku yakin Kita pasti akan bertemu Kaisar, jadi persiapkan diri Kalian," ucap Raja Iblis, Bawahannya mengangguk siap.


"Baiklah, mari Kita pergi," ucap Raja Iblis melesat pergi diikuti Bawahannya. Nenek Zi hanya melihat Raja Iblis yang pergi dengan Bawahannya sambil berdoa dalam hati berharap Cucunga sekaligus Tuan Mudanya tak apa apa.


Istana Kekaisaran Matahari...


Leluhur Kekaisaran Matahari langsung berjalan ke Balkon luar sambil menatap langit gelap yang terbentang.


"Dia sudah bangkit," sebuah suara diikuti siluet seekor Burung berkepala 3 muncul dari dalam diri Leluhur itu.


"Kaisar Iblis?" tanya Leluhur Kekaisaran Matahari memastikan, Burung itu mengangguk.


"Dalam hidupku Aku telah bertemu dengan beberapa Orang terkuat di Dunia, dan dapat dibilang kekuatan Kaisar Iblis ini tak kalah dari Kaisar Dewa," jelas Burung itu, Leluhur Kekaisaran Matahari terdiam, Ia selalu mendengarkan apa yang di katakan Roh beladirinya karna Ia tau Roh beladirinya lebih berpengalaman di Dunia ini di banding Dia.


"Lalu Aku harus bagaimana?" tanya Leluhur Kekaisaran Matahari, Burung itu diam sejenak.


"Tetap saja lanjutkan rencanamu, Kaisar Iblis baru di bangkitkan, kekuatannya belum pulih seutuhnya dan butuh waktu lama untuk memulihkan itu," jawab Burung itu, Leluhur Kekaisaran Marahari mengangguk kemudian kembali menatap ke langit.


Alam Dewa...


Brak...


Kaisar para Dewa itu memukul singgasananya hingga hancur, mukanya menampakkan kemarahan begitu juga aura yang kelusr dari tubuhnya.


"Dia bangkit! Sialan! Makhluk Fana, akan Ku hancurkan Kalian!" teriak Kaisar Dewa dengan kemarahan meluap luap.


...- - -...


Anak itu perlahan kembali membuka matanya, setelah rasa sakit yang membuatnya merasa berada pada ujung tanduk kematian, akhirnya Ia bisa kembali tenang.


Anak itu menatap Pemuda yang di depannya, walau masih muda Ia merasa kekuatan Orang di depannya tak terbatas sehingga Ia sangat senang bisa di angkat jadi Murid Pemuda itu.


Tiba tiba Ia merasakan kekuatan yang sangat besat keluar dari dalan tubuhnya diikuti siluet seekor Makhluk besar dengan dua tanduk dan sepasang sayap.


"Kau benar benar berhasil," ucap Makhluk itu pada Gurunya, Gurunya tersebut tersenyum tipis.


"Sudah saatnya Ksu membantuku Zeer," jawab Gurunya membuat Makhluk itu tertawa.


"Tutuplah matamu dan fokus untuk menerima kekuatan yang akan di salurkan Kaisar Iblis, Jangan menolaknya," ucap Gurunya, Anak itu mengangguk kemudian menutup matanya memfokuskan diri.


...- - -...


Feng tersenyum tipis melihat begitu patuhnya Ran sebagai Muridnya, Ia juga berharap Kaisar Iblis, Zeer, dapat memberikan kekuatan ysng dapat meningkatkan Ran dengan cepat.


Namun beberapa saat kemudian mata Feng menajam menatap sekitar.


"Fay, Ra, lindungi Ran," ucap Feng, Fay dan Rara yang paham akan muka serius Feng langsung membuang makanannya dan berjaga di dekat Ran.


"Keluarlah!" ucap Feng.


Hening sejenak, sebelum akhirnya beberapa Orang muncul dari bayangan.


"Apa yang Kalian inginka?" tanya Feng dingin pada Orang orang yang mengepung Mereka.


"Kami tak ingin apa apa, hanya semoga Kamu bisa menyerahkan Anak ini, Aku memiliki urusan dengannya," salah satu yang nampak kuat dari Orang orang ith berbicara, Feng menajamkan matanya melihat tingkat latihan Orang tersebut, Tingkat Surka lapis 2 sedangkan yang lainnya berada pada tingkat Langit lapis 5 hingga 1.


Raja Iblis menatap Pemuda di depannya, Ia sedikit terkejut tadi saat tau Pemuda itu mengetahui Mereka padahal Mereka sudaj menyembunyikan aura Mereka.


"Kami memiliki urusan penting yang perlu di bicarakan dengannya," ucap Raja Iblis kemudian mengeluarkan sedikit auranya untuk menekan Pemuda di depannya karna dari yang Ia rasakan Pemuda di depannya hanya berada pada tingkat Emas.


Feng tersenyum dingin saat tau Ia berusaha di tekan oleh aura Orang di depannya, Ia masib berdiri dengan biasa.


"Kalau Aku tak mau," jawab Femg dengan dingin, Orang yang sebenarnya Raja Iblis itu menghela nafas kemudian menyuruh anak buahnya maju.


"Maka jangan salahkan Kami kalau bermain kasar."


...- - -...


Assalamu'laaikum...


Saya sebagai Author Novel The System mengucapkan maaf yang sebesar besarnya karna sangat jarang update. Kini Aku sedang di Pesantren yang berarti akses ngetikpun tak ada.


Jangan bilang ke Sekolahku Ok, sebenarnya ini Aku ngetiknya diam diam pake Hp yang ku titipin juga ngetiknya antara jam 1 sampai jam 4, jadi gak bisa up banyak banyak.


Belum lagi besok bakal ada Pengawas asrama baru jadi mungkin jadi makis susah nyari kesempatan buat ngetik :(


Doain aja semoga selalu ada kesempatan buatku Up...


Makasih...


...- - -...