
"Benar saja, 10 Tahun kemudian, saat Aku benar benar hapal seluruh isi 3 Kitab itu, saat itu Segel yang di buat Ayahku akhirnya terbuka. Aku melangkah keluar dan Kau tau..." Mal Li menggertakkan giginya menunduk dalam dalam, setetes air mata keluar dari matanya.
"Keluargaku, Keluargaku semuanya hancur! Meski Aku tak tau Mereka sudah mati atau belum, namun Mereka semua benar benar sudah hilang! Aku melihat banyak bekas pertempuran setelah Aku keluar dan itu bukan pertempuran biasa."
"Saat itu lama Aku bersedih, namun Aku mengerti itu sama sekali tak berguna, jadi Aku memutuskan untuk kembali membangun Keluarga Mal sedikit demi sedikit. Namun Aku tentu saja tak akan melupakan tujuan utamaku, menemukan Kekuarga dan menghancurkan Para Penyusup itu." lanjut Mal Li dengan mata penuh dendam dan amarah.
"Itu tujuanmu memasang penanda itu?" tanya Feng dingin, Mal Li mengangguk.
"Penanda itu adalah salah satu jurus yang Ku pekajari dari Kitab peninggalan leluhur, dengan pnenada itu Aku bisa mengetahui kekuatan dan dimana Orang itu sehingga Aku dengan mudah bisa merekrutnya ataupun jika Ia terkait Para Penyusup itu Aku bisa membunuhnya!"
Feng menghela nafas, Ia sedikit banyak bisa melihat dendam yang sama pada Mal Li seperti dendam yang Ia rasakan dulu.
"Tapi Kau tak akan punya kekuatan untuk menghancurkan para Penyusup itu," ucap Feng, seketika mata Mal Li meredup dan ekspresinya berubah menjadi sedih. Ia memandang Feng sejenak, kemudian tiba tiba berlutut di hadapan Feng.
"Ku mohon bantu Aku! Aku akan membayarnya pakai apa saja, bahkan jika itu nyawaku!" ucap Mal Li memohon, Feng diam menatap Mal Li dengan dingin.
"Heh, Aku hanya mengalahkan dirimu yang lemah ini lalu Kau langsung ingin meminta bantuan kepada Orang yang menyerangmu, bukankah Kau terlalu ceroboh?" sinis Feng dingin, Mal Li mendongak menatap Feng.
"Tak apa! Aku yakin Kau sangat kuat, karna selama hidupku Aku bahkan tak pernah merasa ngeri bahkan saat berhadapan dengan Raja Iblis dan Iblis kuat lainnya, namun di hadapanmu Aku merasa... Sangat mengerikan!"
"Aku tak masalah Kau ingin menyerangku bahkan ingin mengambil nyawaku, asal semua Keluargaku selamat maka Aku rela," akhir Mal Li dengan nada dan mata penuh keyakinan, Feng diam sesaat kemudian menghela nafas panjang.
"Apa yang Ku dapat jika Aku membantumu?" tanya Feng, Mal Li diam sejenak.
"Semuanya! Kau boleh mangmbil semua yang ku punya!"
Feng mengangguk, "Suruh pelayanmu menyiapkan Kamar untukku dan Istriku, besok temui Aku."
Mal Li mengangguk kemudian memanggil salah satu Pelayan dan menyuruhnya menyiapkan kamar terbaik dan makanan terenak untuk Feng dan Rara. Feng kemudian langsung mengajak Rara untuk ke Kamar Mereka, namun Rara bilang Ia sangat lapar dan ingin makan dulu, jadilah Feng pergi ke Kamar Mereka terlebih dahulu sedangkan Rara mengikuti Pelayan pergi ke dapur untuk makan.
Feng langsung merebahkan tubuhnya begitu sampai di kamar dan berpikir apa yang di ceritakan Mal Li tadi. Jujur Ia ingin membantunya karna Ia juga tau dendam seperti apa yang Ia rasakan dulu, namun Ia tak ingin terlalu mencolok terlebih lagi Ia baru datang di Alam itu, cukuplah kejadian Ras Harimau Penghancur kemarin menjadi satu satunya kejadian yang membuatnya mencolok meski tak ada yang mengetahui identitasnya kecuali Ras Serigala Pembunuh.
Ia diam memandang langit langit kamarnya kemudian menghela nafas, Ia memtutskan untuk membantunya namun tak langsung.
Feng bangun dan berjalan keluar kamar, Ia ingin mencari Rara. Ia terus berjalan dan tanpa sengaja sedang melihat Mal Li yang nampak tengah memperhatikan sesuatu dari balkon atas, Feng berjalan mendekat dan ikut melihat apa yang di lihat Mal Li, itu adalah sebuah Pasukan besar yang tengah berlatih.
"Sepertinya Kau memiliki persiapan besar ya?" ucap Feng membuat Mal Li tersentak dan membalikkan tubuhnya.
"Tuan!" ucap Mal Li hormat, Feng mangangguk kemudian menatap Pasukan Mal Li yang tengah berlatih itu, tiba tiba Ia teringat sesuatu.
"Kau pernah bertemu dengan Raja Iblis?" tanya Feng pada Mal Li, Mal Li nampak kebingungan sejenak. Raja Iblis merupakan Orang terkuat dan paling misterius di Alam Iblis, tak ada yang tau bagaimana sifat dan karakternya, namun dikatakan bahwa Ia terkenal sangat kejam sehingga tak ada satu kelompok atau ras pun yang mau menyinggungnya. Mal Li pun pernah bertemu dengannya saat dulu Ia masih kecil, saat ada sebuah acara di Ras Mal dan Raja Iblis kebetulan datang untuk menghargai leluhur Ras Mal yang sudah berjasa untuk Alam Iblis katanya.
"Aku pernah bertemu tapi itu sudah lama sekali," ucap Mal Li menunduk, Feng menghela nafasnya.
"Hormat Tuan Mal Li, Hormat Tuan!" ucap Iblis dengan 2 tanduk panjang dan runcing berwarna hitam itu, Feng memperhatikan Iblis itu sejenak lalu berjalan mendekatinya.
Krakk.. Dengan gerakan cepat Feng tiba tiba mematahkan sedikit ujung tanduk Iblis itu membuat Iblis itu langsung kaget dan mundur kebelakang sambil mengeluarkan auranya, Mal Li juga terkejut melihat apa yang Feng lakukan.
"Bukankah Kau ingin menghancurkan Para Penyusup itu dan menyelamatkan Keluargamu?" tanya Feng dingin sambil mengeluarkan Aura kematinnya yang membuat aura Iblis tadi seketika menghilang bahkan membuat Iblis itu langsung berkeringat dingin.
"I-iya Tuan," jawab Mal Li. Feng kemudian mengalirkan Qi nya ke dalam tanduk itu dan melemparkannya kembali ke Iblis tadi.
"Bagaimana caranya, Kau harus membuat tanduk itu sampai ke tangan Raja Iblis," ucap Feng dingin, hal itu tentu saja membuat Mal Li dan Iblis itu kaget.
Membuat tanduk itu sampai ke Raja Iblis?! Bagaimana caranya? Kemudian untuk apa tanduk Iblis ini? Bukankah ini termasuk penghinaan terhadap Raja Iblis!
"Jika Kau ingin Balas dendam dan Keluargamu selamat, maka lakukanlah tapi jika tidak maka lupakan saja," lanjut Feng berjalan pergi, meninggalkan Mal Li dan Pelayannya yang diam.
"Tuan, biarkan Aku pergi!" ucap Pelayan Mal Li itu menatap Mal Li yakin, Mal terkejut seketika menatap Pelayannya.
"Tidak! Kau tau, itu taruhannya nyawa! Kai bisa saja di bunuh tanpa penjelasan!" larang Mal Li, Pelayan Mal Li menggeleng.
"Aku sudah lama melayani Tuan, dan Aku tau betapa Tuan ingin membalas dendam dan menyelamatkan Keluarga Tuan, dan tak masalah jika Aku harus mengorbankan nyawaku, setidaknya banyak nyawa yang bisa di selamatkan!" ucap Pelayannya yakin, Mal Li terdiam.
"Kau yakin?"
"Sangat yakin Tuan!"
Mal Li menutup matanya menghela nafas panjang kemudian memeluk Pelayannya itu erat.
"Mulai sekarang Kau adalah Saudaraku!" Ucap Mal Li, mendengar itu seketika terharulah Pelayannya itu.
"Tuan..."
"Jangan panggil Aku Tuan, panggil Aku Saudara."
"Saudaraku.."
"Ya, pergilah Saudaraku, dan kembalilah dengan selamat!" pesan Mal Li melepaskan pekukannya. Iblis itu mengangguk.
"Pasti, Saudaraku!"
...- - -...