The System

The System
Misteri Makam Kesesatan



"Makam Kesesatan?" ucap Raja Iblis nampak kebingungan, Ia merupakan Raja penguasa di Alam Iblis ini, namun Ia malah belum pernah sama sekali mendengar nama Makam Kesesatan.


"Kau tidak tau?" tanya Feng, Raja Iblis menggeleng ragu ragu merasa gagal menjadi Raja Penguasa Alam Iblis, sedangkan tempat itu saja Ia tak tau, Feng yang mengerti apa yang dipikirkan Raja Iblis tersenyum.


"Kau tak salah, justru Kau salah jika mengetahuinya," ucap Feng membuat Raja Iblis kebingungan menatap Feng.


"Makam Kesesatan memang tak ada Orang atau siapapun di 3 Alam, ini juga cuman hasil tebakanku bahwa adanya tempat ini dan hanya Orang orang terpilihlah yang dapat memasukinya," jelas Feng membuat Raja Iblis mengangguk paham kemudian menatap Feng.


"Jadi rencana Tuan setelah ini akan kemana?" tanya Raja Iblis, Feng yang mendengar pertanyaan itu tersenyum.


"Rencanaku..."


...- - -...


"Ayah!!!" ucap Mal Xia melihat Ayahnya datang, Ia langsung berlari dan melompat ke pelukan Ayahnya yang langsung di sambut Ayahnya dengan pelukan rindu, akhirnya Ia masih bisa bertemu Anaknya ini lagi.


"Hiks..." tiba tiba Mal Xia menangis membuat Mal Li kebingungan.


"Ada apa hm? Xia xia rindu Ayah? Ayah kan udah disini," ucap Mal Li, Mal Xia menggeleng keras.


"Bukaaaan!" ucap Mal Xia menangis tambah kencang.


"Hiks... Kak Ra... Abang... Pergiiii Hiks.." ucapnya sesenggukan, Mal Li terdiam mendengar itu.


"Xia xia!" panggil sebuah suara yang sangat familiar di telinganya. Xia xia langsung menoleh dan terkejut melihat siapa yang datang ke arahnya.


"Kakekkk!!!" ucap Mal Xia girang, melupakan kesedihannya akan kepergiang Feng dan Rara, Ia labgsung beralih melompat ke pelukan Kakeknya itu.


"Xia xia sehat? Kakek kangen Xia xia!" ucam Ayah Mal Li menciumi pipi tembem Mal Xia, Xia xia mengangguk memeluk Ayah Mal Li.


"Iyalah... Kakekkan mau jadi kuat," jawab Ayah Mal Li.


Disisi lain, melihat Mal Xia sudah tak sedih lagi dan asyik mengobrol bersama Kakeknya, Mal Li langsung melesat ke dalam Rumah lebih tepatnya menuju kamar Feng. Benar saja yang di katakan Mal Xia bahwa Feng dan Rara sudah pergi, kamarnya saja sudah kosong, hanya meninggalkan secarik kertas di atas kasur, Mal Li meraih kertas itu dan membacanya.


"Bagaimana? Menang bukan? Kau hanya kekurangan satu hal untuk menjadi kuat Mak Li, Kau kurang yakin dan selalu khawatir, latih kembalilah keyakinanmu itu maka lihatlah nanti perbedaannya dengan sekarang, Aku bersama Istriku harus kembali melanjutkan perjalanan, Kau bersemangatlah meningkatkan dirimu, Oh, Aku juga sudah membuat makanan manis bernama "Permen" di atas meja makan, berikan itu untuk Xia xia, anggap ssja sebagai hadiah perpisahan dan minta maaf karna tak memberi tahunya. Aku akan kembali, tapi tunggu setelah kemampuan masak mu bagus," isi surat itu, Mal Li terdiam lama setelah membaca surat itu kemudian menoleh menatap langit di luar jendela.


"Semua jasa ini... Semua bantuan ini... Pasti akan ku balas, pasti! Tuan Feng!"


...- - -...


"Wahhh cantiknya!" ucap Rara melihat anting anting yang di jual di toko tersebut, Feng ikut melihatnya dan tersenyum saat Rara mencoba anting anting itu di telinganya.


"Gimana Feng Gege? cantik gak?" tanya Rara memamerkan antingnya, Feng tersenyum mengangguk, pakai atau tanpa anting sekalipun Rara memang selalu cantik dimatanya, setelah membayar, Feng dan Rara ingin beranjak dari tempat itu, namun urung saat Feng merasakan aura yang aneh dari sudut toko itu. Feng berjalan mendekati sudut toko tersebut dan menemukan aura aneh tersebut berasal dari sebuah kunci usang yang sudah berkarat, Feng memperhatikan kunci itu sejenak. Sekilas kunci ini memang selerti kunci tua berkarat tak ada guna, namun jika Orang menyadarinya pasti akan menemukan aura aneh di dalam kunci imi dan Feng lah yang hanya menyadarinya, Feng kemudian meraih kunci itu.


"Berapa?" tanya Feng pada pemilik toko tersebut sanbil mengacungkan kunci tua tadi.


"Ambil saja Tuan muda! Anggap saja sebagai bonus anting anting tadi!" jawab Penjual itu, Feng mengangguk mengucap terima kasih, kemudian bersama Rara Ia beranjak pergi dari toko itu menuju penginapan karna hari yang sudah sore, sesampainya ke penginapan dan kamar, Rara yang kelelahan setelah keliling seharian langsung merebahkan diri dan terlelao kecapekan, Feng yang melihat itu hanya tersenyum ikut merebahkan dirinya di samping Rara sambil memperhatikan kunci yang Ia dapat tadi.


Apa sebenarnya misteri di balik kunci aneh ini, apakah ini merupakan takdirnya untuk bertemu dengan kunci ini dan merupakan jalannya menuju Makam kesesatan yang Ia kira kira dari Kitab Sejarah yang Ia baca milik keluarga Mal. Disana tertulis bahwa leluhur Keluarga Mal pernah menemukan suatu benda aneh yang auranya pun juga aneh dan asing, Leluhur Keluarga Mal terus menyimpannya dan menelitinya sampai tiba tiba Ia berkata bahwa ada suatu tempat gelap yang penuh rintangan dan ujungnya adalah sebuah sesuatu yang sangat luar biasa, namun sayangnya semua cerita itu hanya Ia dapat dari mimpi sehingga sebagian Ras Mal tak percaya, namun cerita itu tetap di tulis di Kitab Sejarah Ras Mal, dari cerita inilah Feng jadi penasaran dan memikirkan asal usul Ia merasa adanya Makam kesesatan.


Saat memikirkan itu, mendadak cahaya bersinar dari kunci itu dan langsung membuat kesadaran Feng tertarik tanpa Ia dapat tahan, Ia tiba tiba dapat melihat sebuah Gua besar di hadapannya. Ia penasaran dan berjalan memasuki Gua besar itu dan menemukan bahwa Gua itu jauh kedalam dengan api yang melayang layang sebagai penerangnya, sebenarnya Feng penasaran dengan Api yang melayang layang itu, namun Ia lebih penasaran dengan isi dalam Gua itu dan memutuskan melangkah masuk ke dalam Gua itu lebih dalam.


Namun mendadak langkahnya terhenti dan Ia merasa kesadarannya kembali tertarik dan kembali ke tubuh aslinya, Feng bangun dan memikirkan apa yang terjadi barusan kemudian menatal kunci di tangannya. Apa maksudnya ini? Ada apa dengan Gua tadi?Kenapa Ia tak bisa memasukinya? Apakah ini yang di maksud Leluhur Ras Mal di Kitav sejarah itu, dan apa ada hubungannya dengan Makam kesesatan? Feng menghela nafasnya memikirkan semua keanehan dan misteri itu, Ia menyangkan di Alam yang lebih lemah dari Alam Manusia ini ada misteri sebesar itu, sepertinya perjalanannya di Alam ini justru baru akan dimulai. Saat memikirkan seperti itu, mendadak sebuah informasi lewat di pikirannya.


"Daerah Selatan, Hutan Lebat di bagian terdalam...."


...- - -...