The System

The System
Jiwa Pria Tua



Selama saat pelatihan di tempat Penguasa Dunia, Feng tak hanya melatih Teknik Naga saja namun Ia juga terkadang melatih Teknik Segel Semesta miliknya.


Dapat dikatakan bahwa Segel Semesta itu hanya diperlukan kecerdasan dalam melatihnya dan hal tersebut terntu saja dengan mudah Feng pelajari mengingat Feng adalah seorang yang cerdas.


Kini Feng telah mempelajari seluruh Teknik Segel Semesta kecuali jurus terakhir yaitu Segel Dunia, Ia bingung karna saat akan mempelajari Segel Dunia ternyata isinya kosong alias tak ada isi sama sekali.


Feng terus berusaha mencari maksudnya namun sampai kini Ia belum juga menemukannya.


...- - -...


Saat ini...


Feng menganggambar Segel di udara, Segel tersebut adalah Segel Tempat dan Segel Tubuh yang akan Ia gunakan.


Cahaya terang yang berasal dari Segel tersebut membuat Rara dan Pria tua tersebut sedikit silau saat melihatnya, dan dalam 1 menit Feng telah selesai membuat Segelnya.


Mata Pria Tua itu kembali tampak terkejut saat melihat Segel tersebut, Ia kemudian menatap Pemuda didepannya dengan tatapan kagum.


Ia tak menyangka Pemuda dihadapannya benar benar berbakat, bahkan dapat membuat 2 Segel dengan mudahnya.


Segel itu kemudian terbang masik ke Hulu Sungai, seketika itu Air sungai tampa bergejolak dan beberapa detik kemudian kembali tenang.


Boom!


Seekor Buaya sebesar mobil di Bumi keluar dari hulu Sungai membuat Feng, Rara dan Pria tua tersebut langsung mundur beberapa meter.


Buaya Mata Satu!


Sesuai namanya, Buaya Mata Satu memiliki Satu Mata yang terletak ditengah tengah wajahnya. Buaya Mata Satu termasuk dalam Hewan Buas Tingkat Tinggi yang setara dengan Tingkat Surka lapis 1.


Pria Tua yang melihat Buaya tersebut menjadi harap harap cemas apakah Pemuda yang kini menjadi Tuannya dapat mengalahkannya atau tidak.


Feng tersenyum tipis lalu melesat menuju Buaya tersebut.


"Tinju Naga Api!"


Boom!


"Grrrr!!!"


Buaya itu meraung kesakitan beberapa saat sebelum mati dengan lubang kecil di perutnya hingga menembus punggungnya.


[Ding! Membunuh Hewan Buas Tingkat Tinggi : +700 Point]


Mata Pria Tua yang ikut melihat terkejut dibuatnya, kini Ia bertanya tanya seberapa kuat Pemuda didepannya hingga bahkan kini Tingkat Kultivasinya yang berada di Perak dapat dengan mudah membunuh Makhluk yang berada pada tingkat setara Tingkat Surka dengan mudahnya.


Ia hanya belum tau bahwa Feng sebenarnya ada pada Tingkat Langit!


"Ra, potong daging Hewan Buas ini dan ambil juga Intinya," ucap Feng, Rara menagngguk kemudian Ia mengambil sebuah ranting kayu dan mengisinya dengan Qi.


Slassh..


Daging Hewan Buas tersebut dapat dengan mudahnya dipotong oleh sebuah ranting, dan hal itu lagi lagi membuat Pria Tua itu terkejut menatap Gadis kecil didepannya.


"*2 Orang ini benar benar kuat dan tampak misteriu*s," batin Pria Tua tersebut.


Setelah membunuh Buaya tersebut tiba tiba Air yang di hilir perlahan menyurut dan memperlihatkan sebuah tubuh yang kini tinggal tengkoraknya saja sambil memegang buku berwarna hijau.


Pria Tua tersebut yang melihat itu langsung melesat menuju tengkorak itu sambil menangis.


Feng hanya diam membiarkan Pria Tua itu menangis, setelah beberapa menit menangis Pria tua itu menghapus air matanya kemudian Ia melayang menuju Feng dan langsung bersujud didepannya.


"Tuan, Terima kasih telah membantuku menemukan tubuhku walau Aku tak bisa lagi menggunakannya, ambillah Kitab hijau itu Tuan dari tengkorak tubuhku sebagai tanda terima kasih sebelum Jiwa Ku ini menghilang," ucap Pria Tua tersebut, mendengar hal tersebut membuat Feng tersenyum.


"Siapa bilang, Jiwamu akan hilang," Ucap Feng membuat Pria Tua itu mendongak dengan raut wajah bingung.


"Maksud Tuan apa?" tanya Pria Tua itu tampak kebingungan.


Feng hanya membalas dengan tersenyum lalu berjalan perlahan meunuju tengkorak Pria tua tersebut dan mengambil Buku serta Cincin Ruangnya lalu menyimpannya di Cincin Ruang Feng.


"System, Aku ingin membeli keterampilan Jiwa yang kuat," ucap Feng.


Walau sedikit mahal namun Feng mengangguk melihatnya.


"Ya."


[Ding! Membeli keterampilan Jiwa Abadi {Tinggi} : -25 K]


[Sisa Point : 100K]


[Keterampilan Jiwa Abadi {Tinggi} :


Setelah dilatih hingga 100% maka Jiwa tersebut akan menjadi Abadi dan tak dapat dihancurkan bahkan oleh Dewa Sekalipun.


Note : Jiwa yang telah dilatih dengan keterampilan ini tak dapat ber Reinkarnasi dan tak dapat memiliki tubuh Makhluk hidup]


Feng mengangguk melihat deskripsinya lalu melemparkan Kitab itu ke Pria Tua tersebut.


"Pelajarilah itu," ucap Feng, Pria Tua tersebut menangkap Kitab tersebut dan terkejut saat membacanya.


"Tu-tuan ini..," Ucap Pria Tua itu terbatas bata karna terkejut.


"Tak apa, Kau sekarang Pelayanku itu artinya Kau juga harus kuat jika suatu saat Aku membutuhkanmu," ucap Feng biasa saja.


Pria Tua itu mengangguk lalu berlutut sambil mengangkat tangannya didepan Feng.


"Aku hersumpah hidup dan mati akan slalu setia pada Tuan," sumpahnya, Feng tersenyum mengangguk melihat hal tersebut.


"Oh satu lagi," ucap Feng tiba tiba, Ia kemudian mengeluarkan Jarum berwarna emas dari Cincin Ruangnya yang merupakan Jarum Jiwa.


"Selama Kau menjadi Pelayanku, Kau harus Tinggal di Jarum ini dan ingatlah agar berlatih keterampilan itu dengam cepat karna Jarum ini akan slalu menyerap Jiwamu," jelas Feng, Pria Tua itu mengangguk.


"Kalau begitu Saya izin latihan dulu Tuan," ucap Pria Tua tersebut, Feng mengangguk kemudian Pria Tua tersebut serta Kitab yang dipegangnya berubah menjadi asap dan masuk ke dalam Jarum Jiwa tersebut.


Feng menyimpan Jarum tersebut di cincin Ruangnya lalu menghampiri Rara yang telah selesai memotong motong daging Buaya Mata Satu tadi.


"Feng Gege, apakah Malam ini Kita akan makan Buaya?" tanya Rara, Feng mengangguk sebagai jawabannya lalu menyimpan seluruh daging Buaya tersebut beserta Intinya di Cincin Ruangnya.


"Feng Gege..," panggil Rara ragu ragu.


"Ada apa Ra'er?" Tanya Feng yang melihat ekspresi ragu ragu Rara.


"En... Apakah Kita akan menjadi Buaya jika memakan daging Buaya?" tanya Rara membuat Feng tersedak.


Feng malah jadi teringat istilah Buaya yang biasa Ia dengar saat di Bumi walau Ia tau yang dimaksud Rara bukan itu melainkan menjadi Hewan Buas Buaya.


"Tentu saja tidak, kenapa bertanya seperti itu?" tanya Feng.


"Itu karna..," Rara menjawab lalu mulai bercerita.


Rara bercerita bahwa saat dulu di tempat Penguasa Dunia, Ia pernah diceritakan oleh Penguasa Dunia bahwa siapa saja yang memakan daging Buaya makan akan menjadi Buaya juga.


Feng menggertakkan giginya kesal mendengar hal Itu.


"Berani beraninya Penguasa Dunia bodoh itu mengotori otak polos Rara," batin Feng kesal.


"Tak apa Rara, Penguasa Dunia Bodoh itu berbohong soal itu," ucap Feng, Rara mengangguk percaya mendengar hal tersebut membuat Feng lega.


"Awas Kau Penguasa Dunia Bodoh!"


...- - -...


Di tempat penguasa Dunia


Tuk...


"Aduuh... Kenapa kelapa itu bisa jatuh ya? Apakah ada yang sedang membicarakanku yang hebat ini," ucap Penguasa Dunia sambil mengelus ngelus kepalanya yang sakit karna kejatuhan buah kelapa.


...- - -...