The System

The System
Menikmati Hari Hari 2



"Wahhh... Lucunya!" girang Rara melihat banyaknya Kelinci di lapangan luas itu, Ia berlari lari mencoba menangkap Kelinci kelinci itu, namun slalu gagal.


Feng yang melihat tingkah Rara tertawa, melihat Rara berlari lari seperti Anak kecil itu membuatnya tampak sangat menggemaskan dan lucu.


Lapangan Padang Rumput yang di penuhi Kelinci itu adalah salah satu tempat yang di rekomendasikan oleh Kaisar Gu, tempatnya juga yang paling dekat dengan Ibukota Kekaisaran Bintang.


"Feng Gege... Susah nangkapnya, Kelinci lari lari terus," rungut Rara kesal karna sejak tadi tak mendapatkan seekor Kelinci. Feng tertawa lalu mendekati Rara dan mengusap kepalanya.


Tentu saja Kelinci kelinci itu lari, bagaimanapun Kelinci itu tentu akan lari kalau di kejar kejar dan akan di tangkap Manusia.


"Coba keluarin telingan Kelinci Rara."


Rara yang mendengar perkataan Feng tersebut mengangguk kemudian mengeluarkan telinga Kelinci yang Ia sembunyikan dari dulu.


Saat telinga Kelinci itu keluarlah, maka Kelinci kelinci yang tadi berlarian dan bersembunyi itu perlahan keluar dan mendekati Rara.


"Wahhh.." Rara tercengang dan tersenyum senang saat Kelinci kelinci itu tak lagi takut padanya bahkan dengan senang bermain dengannya.


Feng yang melihat itu tersenyum lembut.


...- - -...


"Feng Gege! Mau beli itu!"


"Feng Gege! Mau yang ini!"


"Feng Gege! Yang itu juga mau!"


Feng menghela nafas panjang berusaha tetap bertahan, bagaimana tidak sedari tadi Rara terus meminta beli ini dan beli itu, dan hampir semuanya adalah Makanan.


Mereka kini ada di salah satu Pasar terkenal di Kekaisaran Bintang, dimana seluruh Pedagang dari Alam Manusia berkumpul di sini dan menjual bermacam macam hal termasuk ya... Kuliner.


Maka hal itu yang jadi incaran Rara sejak memasuki Pasar, Rara terus meminta Feng membelikan ini dan itu yang semuanya makanan. Saat setelah membelinya pun Rara langsung melahapnya dengan sekali hap.


Feng yang melihat itu hanya dapat menggeleng pasrah, bukan karna takut uangnya habis, bagaimanapun Uangnya juga tanpa batas jadi itu tak jadi permasalahan.


Hal yang membuat Feng menggelengkan kepalanya adalah melihat betapa rakusnya Rara makan, Ia sama sekali belum merasakan kenyang setelah makan sekian banyak makanan itu.


Kini Feng malah makin curiga apakah Rara benar benar evolusi Kelinci atau Babl?


Tapi itu juga tak jadi masalah, selagi itu tak merubah tubuh idealis Rara dan kecantikannya. Feng juga membiarkan Rara makan banyak, karna Malam ini mungkin Ia akan memerlukan tenaga banyak untuk Feng.


Feng menyeringai senang.


...- - -...


"Ye! Feng Gege kalah!" senang Rara saat lemparan bola warnanya mengenai Feng, Feng mengusap wajahnya yang penuh warna.


"Okkk, siap siap ya!" balas Feng lalu melempar bola warnanya dan mengenai tepat di muka Rara juga.


Rara kesal dan kembali membalas Feng, namun tak kena karna Feng lari.


"Ikh... Feng Gege! Awas yah!" kesal Rara mengejar Feng sambil terus melemparkan bola warnanya.


Feng terus menghindar sembari melemparkan balik bola warnanya ke Rara, yang juga di hindari Rara.


Mereka berdua kini masih di Pasar yang sama, namun Mereka berada di bagian khusus permainan dan games, Mereka sudah mencoba berbagai macam Game hingga Perang bola warna ini.


"Ahahaha... Feng Gege kena, Wlee!" Rara memeletkan lidahnya, mengejek Feng yang kena bola warna darinya berkali kali.


Feng menyeringai kemudian mengejar Rara yang berlari kabur.


"Awas yah!"


...- - -...


"Hah... Hah... Hah..." Rara terduduk, nafasnya naik turun tak teratur.


"Feng Gege... Masih jauhkah?" tanya Rara kecapekan, Feng yang melihat itu tersenyum lembut kemudian mengusap kepala Rara pelan.


"Sedikit lagi, mau liat Pemandangan indah gak?" balas Feng.


"Kalau terbang nanti gak dapat perasaan seru dan indahnya, masih capek?" tanya Feng, Rara mengangguk lemah.


Feng tersenyum, kemudian menggendong Rara di punggungnya.


"Yey di gendong!" senang Rara memeluk erat leher Feng lalu meletakkan kepalanya di bahu Feng, Feng tersenyum kemudian mengecup pipi Rara.


Cup!


"Ikh... Feng Gege main cium cium aja," kaget Rara.


"Nanti kalo gak nyium Rara, gak bisa jalan."


Rara yang mendengar alasan Feng dengan polosnya mengangguk dengan mulut berubah O.


"Kalo kayak gitu cium aja Rara terus," ucap Rara mendekatkan kepalanya ke Feng, Feng menyeringai.


Cup...


Kali ini Feng tak lagi mencium pipi Rara, namun mencium bibirnya. Rara yang kaget karna tiba tiba di cium bibirnya maka berubahlah mukanya jadi merah seutuhnya.


Feng yang melihat Rara tersipu malu dan menyembunyikan kepalanya di punggung Feng tertawa kemudian maju berjalan.


Kali ini Mereka berada di sebuab Gunung tertinggi di Alam Manusia, letak Gunung ini memang berada di dalam wilayah Kekaisaran Bintang, sehingga Kaisar Gu merekomendasikan Gunung ini sebagai tempat terakhir untuk Feng kunjungi.


Kaisar Gu bilang, pemandangan Sore saat matahari terbenam dari Gunung ini sangat indah di banding di manapun itu di Kekaisaran Bintang.


Maka Feng dan Rara mengunjungi Gunung itu sebagai penutup Liburan Mereka di Kekaisaran Bintang.


"Dah sampai, yuk turun."


Rara mengangguk kemudian turun dari punggung Feng lalu menatap pemandanga indah di depannya.


"Wahhh Indahnya!" ucap Rara dengan mulut menganga kagum.


Lihatlah! Langit Sore berwarna Orange dan Matahari besar yang sudah terbenam setengahnya itu, sungguh pemandangan yang luar biasa!


Feng yang melihat itu juga sangat kagum akan keindahannya, namun di sisi lain melihat Pemandangan itu Ia sadar, bahwa perjalanannya masih panjang.


Ia lalu menoleh pada Rara yang masih terkagum kagum melihat pemandangan itu, Feng kemudian menggenggam tangan Rara hingga membuat Rara menoleh.


Feng tersenyum, Rara tak mengerti namun ikut tersenyum kembali menatap ke pemandangan indah di depannya.


...- - -...


Namun Pemandangan indah itu tak hanya itu.


"Wahhh Indahnya!" ucap Rara lagi terkagum kagum melihat pemandangan di sekitarnya, lihatlah berapa banyak Kunang kunang yang tengah terbang itu.


Ribuan, tidak, mungkin jutaan Kunang kunang. Membuat Malam yang gelap itu menjadi bercahaya.


"Ahahaha..." Rara berlari lari di antara kunang kunang itu kemudian kadang menangkap salah satunya, Feng yang melihat itu ikut berlari bersama Rara, menikmati suasana.


"Feng Gege, Senuanya bercahaya!" ucap Rara mengangkat kedua tangannya menyentuh kunang kunang di sekitarnya, Feng mengangguk berjalan mendekati Rara kemudian memeluk pinggangnya.


Rara yang di peluk pinggangnya tiba tiba tentu saja kaget dan terpekik kecil, tapi kemudian terdiam saat Feng menyandarkan kepalanya di bahu Rara.


"Indahkan?" tanya Feng, Rara mengangguk setuju.


"Tapi ada yang lebih indah dari ini," ucap Feng membuat Rara menoleh dengan mata bercahaya antusias.


"Iyakah?! Apa itu Feng Gege? Ayo kesana!" antusias Rara, Feng menyeringai mendengar itu kemudian mulai mencium leher jenjang Rara.


Rara yang baru paham maksudnya langsung memerah mukanya dan terdiam menikmati sentuhan Feng.


Dan Malam Indah itu dimulai...


...- - -...