The System

The System
Tikus



Ujian akhir ini benar benar sangat sengit, setiap Orang mengeluarkan setiap kekuatan, teknik dan segala yang Ia bisa demi mendapatkan kuota menjadi Murid Akademi Dewa. Namun meski sebanyak apapun itu, Feng hanya tertarik menyaksikan pertarungan 2 Orang yaitu Xiao Ang dan seorang pengguna racun yang gila, Wei Yin.


Awalnya Feng tak terlalu memperhatikan Wei Yin ini, namun begitu Ia melepas racunnya padahal pertandingan belum dimulai. Feng tertarik kemudian memperhatikan lebih jauh pertandingannya, Ia juga mendengar bisik bisik orang yang menyebut Wei Yin sebagai si Gila Racun. Racun racun Wei Yin benar benar sangat mematikan dan berbahaya meski bagi Feng yang memiliki tubuh Dewa kematian itu bukanlah apa apa.


Ia tak berasal dari sekte atau kelompok manapun karna Ia tampak seperti orang gila dan tak segan segan menggunakan segala sesuatu disekitarnya sebagai objek percobaan racunnya. Maka dari sebab itu tak ada satupun orang orang yang ingin berteman dengannya dan mengajaknya bergabung ke kelompok mengingat racunnya dan sifatnya yang memang dapat dikatakan sangat gila.


"Racun Penghilang!" ucap Wei Yin namun kemudian Ia sama sekali tak bergerak dan diam, semua Orang termasuk lawannya yang melihat itu tentu saja diam kebingungan. Namun Feng sudah menyadari itu lebih awal dan tersenyum tipis, benar saja, lawannya tadi langsung terjatuh dan kehilangan nyawanya tanpa tanda tanda atau respon kesakitan. Semua orang yang melihat itu menganga bergidik ngeri.


"Ahahaha... Aku lupa bilang, Aku namai itu Racun Penghilang bukan hanya sekedar karna Ia tak nampak, namun Ia juga dapat menghilangkan nyawa hanya dalam satu ketukan," tawa Wei Yin benar benar mirip seperti orang gila.


Feng dan Rara juga menghadapi tantangan Mereka layaknya normal, Mereka kali ini benar benar tak menunjukkan sebuah pertandingan yang luar biasa sehingga Orang orang yang semula tertarik melihat pertandingan Mereka satu bersatu berkurang. Pertandingan berlangsung dengam cepat, karna orang orang jenius dan berbakat seperti Tang Ya, Putri ketujuh, Pangeran kesepuluh dan yang lainnya mengeluarkan seluruh kekuatannya agar bisa cepat menyelesaikan ujian ini. Maka saat matahari beranjak terbenam, seluruh peserta telah selesai melaksanakan ujian terakhir.


"Kami mengucapkan selamat dan selanat datang kepada seluruh Peserta yang kini lolos dan resmi menjadi Murid Akademi Dewa!"


Seluruh Murid Akademi Dewa termasuk Feng dan Rara bertepuk tangan mendengar kata kata sambutan yang diucapkan oleh salah seorang Tetua yang mewakili pendaftaran Murid baru tersebut.


"Kini Kalian silahkan beristirahat di temlat yang telah disediakan untuk Murid baru karna ujian ini belum selesai sampai disini, besok Kita akan mengadakan ujian yang menentukan peringkat Kalian sebagai Murid baru di Akademi Dewa," umum Tetua itu kemudian menjentikkan jarinya, 50 token keluar dan terbang ke masing masing Murid Akademi Dewa baru itu.


"Itu adalah token untuk masuk ke kamar Kalian masing masing, baiklah kalau begitu Kalian bisa beristirahat dan bersiap untuk ujian besok," ucap Tetua itu kemudian melesat pergi, Murid baru Akademi Dewa juga langsung pergi menuju tempat Mereka setelah mendapatkan token tersebut.


"Rara mau sama Feng gege," ucap Rara memeluk erat pergelangan tangan Feng. Bagaimana tidak, nomor kamar Rara dan Feng berbeda jauh membuat Rara kesal karna Ia hanya ingin bersama Feng. Feng tersenyum mengangguk mengacak rambut Rara kemudian mengajaknya pergi menuju kamarnya.


"Hei cantik," tiba tiba seorang laki laki melompat menghadang jalan Mereka. Feng dan Rara menatap laki laki dengan pakaian Murid Akademi Dewa tersebut, mungkin Ia salah satu panitia penerimaan Murid Akademi Dewa hari ini.


"Aku sudah memperhatikanmu hari ini dan Aku sangat kagum dengan kekuatan dan kecantikanmu, maukah Kau datang malam ini ke kamarku untuk sekedar mengobrol?" ucap Murid Akademi Dewa tersebut panjang lebar.


"Gak, Rara mau tidur di kamar Feng gege malam ni," ucap Rara menolak keras, wajah Murid Akademi Dewa itu langsung berubah 180 derajat, tampak Ia sangat marah.


"Hei ****** kecil! Ia hanya murid baru yang tak memiliki apa apa, lebih baik Kau memuaskanku malam ini, Kau akan mendapat apapun yang Kau inginkan!" teriak Murid itu keras membuat seluruh Orang yang masih tersisa disitu melihat dan menyaksikan kejadian tersbeut.


"Cukup," gumam Feng, wajahnya berubah dingin dan aura kematian keluar dari dalam tubuhnya. Ia tiba tiba sudah menghilang dan muncul didepan Murid tersebut dan mengarahkan tinjunya ke muka Murid tersebut membuatnya langsung terpental jauh kebelakang. Seluruh orang yang melihat itu nampak terkejut dengan kecepatan Feng, Mereka juga dapat merasakan aura yang membuat tubuh Mereka bergidik ngeri keluar dari dalam tubuh Feng.


"Kau beraninya! Aku adalah peringkat 98 Murid luar!" teriak marah Murid tadi bangkit dengan wajah penuh darah, Ia mengeluarkan roh beladirinya, namun belum sempat roh beladirinya keluar secara sempurna Feng kembali muncul dihadapannya dan mencekik lehernya.


"Sekali lagi Kau mencoba menggoda Istriku atau bahkan mengatakan hal hal yang tak pantas kepadanya, maka bersiaplah..." lirih Feng namun terdengar cukup jelas ke seluruh telinga Orang yang berada disana. Semua Orang merinding mendengar ucapan Feng yang terdengar dingin nan kejam tersebut.


Booom!


Feng menghempaskan Murid tersebut ketanah dan mengeluarkan secarik energi yang langsung menyayat sesuatu diantara kedua paha Murid tersebut.


"Aaaarhg!" Murid itu berteriak kesakitan memegang ***********, Feng sendiri menatap dingin itu dan berbalik kembali berjalan menuju Rara.


"Kali ini Aku tak akan membunuhmu, namun lain kali jika Kau berani, akan Ku buat dirimu tersiksa bahkan hingga tak ingin hidup lagi," ucap Feng dingin kemudian mengajak Rara pergi, Rara mengangguk ikut pergi bersama Feng.


"Gila! Seorang Murid baru berhasil mengalahkan Murid luar peringkat 98 hanya dalam beberapa gerakan!"


"Siapa Dia? Apakah Ia tak takut Murid luar itu akan balas dendam?"


"Iya, Ia juga mungkin saja dihukum karna bertarung dengan Murid luar."


Seluruh Orang ditempat itu langsung heboh begitu Feng pergi. Mereka bertanya tanya mengenai siapa sebenarnya dan seberapa kuat Feng tersebut. Begitu juga 5 Orang yang memperhatikan Feng dari awal itu.


"Tapi Feng gege yang bilang gak boleh narik perhatian," ucap Rara berjalan disamping Feng, Feng menoleh menatap Rara.


"Tapi Ia berani kurang ajar kepadamu," jawab Feng, Rara menggeleng tersenyum berhenti berjalan, Feng juga ikut berhenti dibuatnya. Rara kemudian mengarahkan badannya ke depan Feng dan berjinjit.


Cup..


Kali ini bukan bibir yang Rara cium melainkan jidad Feng. Ia kemudian menatap Feng hangat.


"Rara senang Feng gege bela Rara tapi kalau ada tikus kayak tadi biar Rara aja yang urus gak perlu sampai Feng gege turun tangan, Rara gak mau tangan Feng gege jadi bau dan kotor karna tikus seperti itu."


...- - -...