The System

The System
Rencana Raja Iblis



Feng menutup matanya memfokuskan konsentrasinya, lalu dengan cepat memvisualisasikan daerah di sekitarnya, dan dalam sekian detik selanjutnya Ia mengangguk. Kini tinggal menunggu 'Musuh Latihan' terbesarnya datang, kali ini Feng memilih menyebutnya dengan nama 'Musuh Latihan' karna Musuhnya kali ini bukan seperti 'Teman Latihannya' dimana Feng bisa mengalahkannya ratusan kali, 'Musuh Latihan' ini justru mengalahkan Feng ratusan kali.


Tak menunggu lama sebelum secara tiba tiba, semua Ikan disekitarnya tampak kaget dan segera berenang menjauh atau bersembunyi, Feng tersenyum tipis, Ia juga merasakan Auranya. Feng menatap jauh ke depan, setitik cahaya hitam muncul, cahaya itu tampak kecil entah karna masih jauh atau memang cahaya itu yang kecil.


"Dia datang," gumam Feng tersenyum tipis, Ia terus menatap cahaya yang semakin lama semakin berenang cepat tersebut, hingga akhirnya tampaklah oleh Feng 'Musuh Latihan' terbesarnya.


- - -


Dunia Iblis...


"Raja!Raja!" panik Prajurit Istana yang langsung memasuki ruang rapat Kerajaan tersebut, beberapa petinggi Iblis yang berada di sana merasa tersinggung dengan sifat tak sopan Prajurit Istana itu, Mereka benar benar ingin mencincangmya, namun segera hal itu urung saat Kaisar Iblis mengangkat tangannya  menyuruh semua tenang.


"Tenangnlah, dan ceritakan apa yang membuatmu sampai panik bahkan melupakan bahwa mungkin karna ulahmu ini, banyak Orang yang ingin mencincang tubuhmu," ucap Raja Iblis, Prajurit Istana tersebut yang baru sadar akan dimana Ia sekarang segera gemetar berlutut.


"Ma-mafkan H-hamba," ucap Prajurit itu berlutut gemetar takut, Raja Iblis itu mengehela nafas.


"Sudahlah, sekarang sampaikan apa yang membuatmu sampai seperti ini?" tanya Raja Iblis.


"I-itu Raja, Pembatas antara Dunia Iblis dan Manusia perlahan terbuka," ucap Prajurit itu, semua Raja disana langsung membuka matanya lebar.


"Segera tunjukkan tempatnya," ucap Raja Iblis yang sudah mengambil langkah duluan.


Akhirnya, dengan petunjuk dari Prajurit itu, Raja Iblis serta Orang orang terpercayanya sampai ke tempat yang dikatakan, itu memang sebuah retakan, retakan yang bisa membuka batas antar Dunia.


"Hahaha... Raja, dengan ini Kita bisa mencari Kaisar secepatnya," ucap Orang terpercaya Raja Iblis senang diangguki senang oleh Orang kepercayaan lainnya, namun bebreda dengan Raja Iblis yang mukanya berubah menjadi dingin, Orang orang kepercayaannya yang melihat itu langsung menutup mulut rapat.


"R-raja, adakah yang salah? Bukankah ini adalah hal baik?" tanya salah satu Orang Kepercayaanya memberanikan diri, Raja Iblis menggeleng.


- - -


"Kalian pasti penasaran kenapa Aku menyuruh Kalian berkumpul apalagi saat melihat mukaku yang tak tampak senang saat melihat 'Peluang' bagus tadi," ucap Raja Iblis, semua Iblis diam yang artinya iya.


"Karna yang Kalian lihat tadi bukanlah sebuah peluang, melainkan sebuah yang bisa menyebabkan dunia ini hancur," ucap Raja Iblis, semua Iblis di situ menatap Raja Iblis bingung dan tak percaya.


"Hal tadi bukanlah Pembatas yang retak melainkan lubang tikus yan mencari mangsa!"


"Dulu saat tahun Aku masih sangat muda, saat Kalian bahkan belum terlahir saat itu. saat itu Aku dan Kaisar berjalan santai saat Kami menemukan sebuah retakan seperti itu,bentuknya, Auranya, persis mirip. Kami yang masih langsung semangat mencoba, namun ternyata itu salah."


"Kami memasuki tempat itu dan muncullah Kami di Dunia Manusia, Kami senag sangat senag, namun ternyata itu salah, kekuatan Kami hialng seperti di segel,dan Kami dijadikan Budak bertahun tahun hingga akhirnya Aku bisa kabur namun harus terpisah dari Kaisar," ucap Raja Iblis dengan muka penuh dendam.


"Lalu bagaimana selanjutnya Raja," tanya salah satu Orang disana, Raja Iblis itu tersenyum.


"Aku sudah memiliki rencananya,"


- - -