
Rara sampai, tepat disebuah bukit yang dipenuhi pepohonan. Ia menatap kesana kemari sambil menyebar auranya untuk mencari hewan buas yang ingin Ia buru. Keningnya berkerut saat Ia sama sekali tak merasakan hewan buas yang Ia cari, Ia kemudian melesat naik ke atas bukit itu, barangkali hewan buas yang Ia cari berada dipuncak bukit ini.
Tak lama Ia sampai puncaknya, namun juga sama sekali tak menemukan hewan buas tersebut, dimana sebenarnya Ia?
"Kakak cantik, dimana hewan buasnya?" tanya Rara pada Dewi kehidupan, Dewi kehidupan keluar juga dengan wajah kebingungan.
"Sejak Kita sampai di bukit ini Aku sudah merasakan auranya, tapi dimana?" bingung Dewi kehidupan juga, Rara menatap ke langit namun tiba tiba Ia menatap kebawah dan tersenyum lebar.
"Pasti didalam tanah," gumamnya kemudian Ia terbang beberapa meter dari tanah dan mengeluarkan jurusnya.
"Pukulan Naga penghancur Bumi!"
Booom! Pukulan itu dengan telah mengenai bukit itu, membuatnya bergetar hebat bahkan hancur dibeberapa tempat. Rara beranjak turun, berharap hewan buas itu segera keluar dari tanah. Namun tiba tiba bukit itu bergetar membuat Rara terkejut dan kembali terbang, Ia menatap bulit dibawahnya yang bergetar hebat layaknya gempa. Perlahan, bukit itu nampak tercabut dan terbang membuat Rara membuka matanya lebar melihat fenomena itu.
"Oh iya, sejak kapan di Gunung ada bukit?" beo Dewi kehidupan tiba tiba, Rara mengangguk setuju sama sama baru menyadarinya.
Benar saja, ternyata bukit itu adalah hewan buasnya, bukan, melainkan hewan yang berada di bawah bukit tersebut. Hewan buas dengan 4 kaki dan kepala panjang, serta cangkang yang merupakan bukit yang Rara pijak tadi. Hewan itu mirip kura kura raksasa.
[Kura Kura Bumi : Hewan buas tingkat emas yang setara dengan pendekar tingkat langit. Memiliki badan besar dan pertahan yang sangat kuat dan memiliki kemampuan unik yaitu pengendalian gravitasi]
"Besar banget," ucap Rara tercengang, Ia tak pernah melihat hewan buas sebesar ini sepanjang hidupnya.
Kura kura bumi itu benar benar terganggu oleh pukulan Rara tadi, membuatnya terbangun dari tidur nyenyaknya. Tentu saja Ia marah, siapa yang tidak marah jika tidurnya diganggu?
Booom! Rara langsung jatuh menghantam tanah begitu merasakan gravitasi disekitarnya tiba tiba menjadi kuat. Kura kura bumi itu juga nampaknya telah menyadari keberadaan Rara yang mengganggu tidurnya dan menatapnya tajam. Ia mengangkat kaki besarnya siap menginjak Rara yang masih berusaha bangkit.
Disisi lain Feng yang masih mencari keberadaan hewan buas satu lagi terkejut saat merasakan guncangan yang kuat dari arah yang berlawanan dengannya. Ia sudah dapat menebak bahwa itu adalah hewan buas yang dicari Rara tadi.
"Semoga Rara bisa menghadapinya," gumam Feng kemudian kembali melesat mencari hewan buas satunya, Ia tak boleh kalah dari Rara.
Begitupun yang terjadi dengan Putri ketujuh, Pangeran kesepuluh, Tang Ya, Xiao Ang dan Wei Yin. Belum sempat selesai keterkejutan Mereka karna pertarungan tadi kini Mereka kembali dikejutkan dengan tanah yang tiba tiba kembali bergetar. Mereka saling memandang satu sama lain kemudian mengangguk melesat pergi menuju arah getaran ini. Kali ini Mereka tidak akan melepaskan melihat pertarungan ini.
Rara melesat dengan cepat mengayunkan pedangnya ke arah kepala kura kura bumi tersebut. Namun nihil, ternyata kulit kura kura bumi itu cukup keras untuk Ia lukai, Rara mendecih kesal kemudian bergerak menghindar saat kepala besar itu justru bergerak ingin memukulnya.
"Groaaaaa!!!" Kura kura bumi itu berteriak kencang dan gravitasi disekitarnya langsung berubah menjadi sangat berat. Tak hanya sangat berat, bahkan jaraknyapun bertambah luas.
Putri ketujuh, Pangeran kesepuluh, Xiao Ang, Tang Ya dan Wei Yin yang mendengar teriakan kura kura bumi itu terhenti dan menutup telinga Mereka saking kencangnya teriakan kura kura bumi tersebut. Namun sedetik kemudian jadi lebih parah karna gravitasi disekitar Mereka tiba tiba menjadi lebih berat bahkan setelah menggunakan seluruh tenaga Mereka saat ini masih tak dapat bergerak bebas.
Pohon pohon hancur begitu juga dengan batu batu, tanah jatuh lebih dalam. Rara juga kembali jatuh ke tanah, lapisan Qi yang Ia buat tadi pecah karna tak dapat menahan serangan gravitasi kura kura bumi tersebut. Bahkan darah mengalir dari ujung mulutnya.
"Ra, kau tidak apa apa?" Dewi kehidupan yang cemas melihat keadaan Rara saat ini bertanya. Rara tersenyum tipis menjawab pertanyaan Dewi kehidupan tersebut.
"Hanya ini?" gumamnya sinis, aura kemegahan keluar berkali kali lipat dari tubuh Rara. Seluruh gravitasi yang mebekannya seketika hilang begitu berhadapan dengan aura Rara tersebut. Mata Rara bahkan kini berubah menjadi warna putih keemasan dan jubahnya berkibar indah. Ia menatap kura kura bumi itu tajam.
Kura kura bumi yang merasa bahwa makhluk dihadapannya berubah menjadi ancaman berusaha ingin melindungi diri dengan kembali kedalam cangkangnya. Rara mengetahui itu dan hanya tersenyum tipis.
"Mau kabur?" ucap Rara kemudian dalam sekejap mata melesat ikut masuk ke dalam cangkang kura kura bumi tersebut. Seketika sebuah cahaya berangsur angsur keluar dari dalam cangkang besar itu hingga akhirnya...
Booom! Dari dalam cangkang besar itu terdengar suara ledakkan besar bersamaan dengan cahaya yang sangat terang. Seketika itu gravitasi diluar menghilang, membuat Putri ketujuh, Pangeran kesepuluh, Tang Ya, Xiao Ang dan Wei Yin bisa kembali bergerak bebas. Mereka saling memandang kemudian mengangguk dan kembali melesat pergi mencari pertarungan itu berasal.
Rara sendiri yang sudah berhasil membunuh kura kura bumi itu dari dalam menghela nafas panjang kembali menarik auranya. Untung saja Dewi kehidupan sempat menyampaikan informasi tadi bahwa kelemahan kura kura bumi ini terdapat pada bagian tubuh di dalam cangkangnya. Benar saja, bagaian dalamnya memang benar benar lunak dibanding bagian luar kulitnya.
Kini Ia kembali duduk mengisi kembali Qi nya. Setelah beberapa saat Qi nya sudah terisi penuh, Ia mulai duduk menutup matanya dan menggunakan jurus inti kehidupan yang diajarkan Dewi kehidupan kepadanya. Seketika Qi dalam tubuh Rara keluar dan berubah menjadi bola cahaya yang semakin lama semakin membesar. Setelah dirasa cukup, Rara menggerakkan bola cahaya Qi nya tersebut masuk kedalam tubuh kura kura buki tersebut, tepat ke bagian tengah tubuhnya.
Bola cahaya itu mengeluarkan benang benang cahaya yang masuk kedalam tubuh kura kura bumi itu dan menyebar keseluruh tubuhnya. Kemudian....
Ia kembali membuka matanya.
...- - -...