The System

The System
Hilangnya Kekaisaran Bintang



Kini seluruh Kekaisaran Bintang, seluruh Bangsawan dan Prajurit yang masih setia dan juga seluruh Rakyat Kekaisaran Bintang bahkan hingga Rakyat terkecil kini sudah berkumpul di halaman Istana Kekaisaran Bintang.


"Kalian sudah siap?" tanya Lin Shan yang tiba tiba muncul di belakang Kaisar Kekaisaran Bintang itu, Kaisar Muda itu menoleh ke belakang dengan cemas.


"Tuan," ucapnya menunduk hormat, untuk ukuran Kaisar sebuah Kaisar besar seperti Kaisar Kekaisaran Bintang itu, sebenarnya cukup tabu menundukkan badannya, tapi bagaimanapun juga nasib Kekaisaran, bukan, Orang orang di Kekaisaran ini ada di tangan Orang itu.


"Baiklah," ucap Lin Shan kemudian menjentikkan jarinya, setelah itu secara tiba tiba muncul ratusan Orang berjubah sama dan bertopeng.


"Masing masing dari Kalian genggam Orang orangku," ucap Lin Shan, Kaisar Kekaisaran Bintang mengangguk lalu berbalik untuk memberitahukannya ke seluruh Rakyatnya.


Seluruh Orang lalu dengan patuh dan tertib menggenggam salah seorang dari Pasukan Reinkarnasi, Lin Shan sendiri menggenggam tangan Kaisar Kekaisaran Bintang itu dan Istri dan Anaknya.


"Masuk," ucap Lin Shan, seketika seluruh Pasukan Reinkarnasi, termasuk Lin Shan yang tangannya di genggam bercahaya, begitu juga Orang orang yang menggenggam tangan Mereka.


Wushh... Hilang.


...- - -...


Pasukan Kekaisaran Matahari...


Kini Pasukan Kekaisaran Matahari sudah sampai perbatasan Kekaisaran Bintang, namun tiba tiba gerak Mereka terhenti karna kode dari Jendral Mereka.


Ternyata, seseorang melesat dengan cepat menghampiri Jendral Mereka tersebut, itu adalah mata mata Kekaisaran Matahari yang di tempatkan di Kekaisaran Bintang.


"Ada apa?" tanya Jendral Kekaisaran Matahari tersebut.


"Hormat Jendral, kini seluruh Kekaisaran Bintang telah kosong!" ucap Mata mata tersebut, Jendral Kekaisaran Matahari yang mendengar itu langsung terkejut.


"Bagaimana mungkin? Bersembunyi di mana Mereka?!" ucap Jendral Kekaisaran Matahari tersebut.


"Mereka tidak bersembunyi di manapun Jendral, tapi ada seseorang Misterius yang membantu Mereka untuk kabur," ucap Mata mata itu melapor, Jendral Kekaisaran Matahari itu terdiam, berpikir.


"Kami tidak tau siapa Orang Misterius, tapi beberapa rekan Kami tadi sudah menyamar menjadi Penduduk dan ikut bersamanya, Kita hanya perlu menunggu kabar Mereka," ucap Mata mata itu, Jendral itu mengangguk.


"Jadi siapa yang tersisa di Kekaisaran Bintang sekarang?" tanya Jendral Kekaisaran Matahari itu.


"Hanya tersisa Bangsawan bangsawan yang berkhianat, Mereka kini tengah berpesta karna mengira bahwa Mereka telah berhasil mendapatkan Kekaisaran," jawab Mata mata Kekaisaran Matahari tersebut, Jendral Kekaisaran Matahari yang mendengar itu tersenyum.


"Baiklah, mari Kita meriahkan pesta itu dengan teriakan dan darah," ucap Jendral Kekaisaran Matahari.


"Semua Pasukan, maju langsung menaklukan Kekaisaran Bintang!" teriak Jendral Kekaisaran Matahari melesat cepat menuju Kekaisaran Bintang.


"Hidup Kekaisaran Matahari!"


"Hidup Kekaisaran Matahari!" teriakkan Pasukan Kekaisaran Matahari menggema kemudian melesat menuju Kekaisaran Bintang.


...- - -...


Istana Kekaisaran Bulan...


Kini Kaisar Di tengah duduk di ruang rapat bersama para Mentrinya, juga leluhurnya, Di Mo.


"Jadi Seluruh Orang di Kekaisaran Bintang menghilang secara tiba tiba karna di bantu seorang Misterius karna akan di serang Kekaisaran Matahari?" tanya Kaisar Di, Mentri yang membawa Informasi itu mengangguk.


"Bagaimana menurut Leluhur?" tanya Kaisar Di, Di Mo diam sebentar.


"Kalau Ia bisa menghilangkan sebuah Kekaisaran dalam waktu hanya beberapa jam, jelas Ia bukan Orang sembarangan, Kita jangan melakukan apapun terlebih dahulu sebelum melaporkannya ke Tuan," ucap Di Mo, Kaisar Di mengangguk, Feng yang merupakan Tuan Di Mo dan kekuatannya yang bahkan bagi Di Mo bisa meratakan Kekaisaran manapun, tentu saja Di Mo tak ingin bertindak gegabah.


"Tenanglah, Dia Wangwang, Kakak Ipar sekaligus Pemimpin Pasukan Reinkarnasi yang berkerja sama dengan Kita," ucap Kaisar Di menenangkan Mentri dan Prajuritnya, Mentri dan Prajuritnya mengangguk kemudian duduk tapi masih dengan sedikit kewaspadaan.


"Aku yang menyuruh Lin Shan untuk membawa seluruh Orang di Kekaisaran Bintang bersembunyi di Dunia kecil milik Feng, dan nanti Aku juga yang akan melapor pada Feng dan bertanggung jawab atas itu," jelas Wangwang. Kaisar Di dan Di Mo mengangguk bernafas lega.


"Lebih baik Kalian memperkuat Pasukan Kalian dan mewaspadai jika ada mata mata Kekaisaran Matahari yang sudah menyelinap," ucap Wangwang kemudian berjalan keluar. Kaisar Di dan Di Mo mengangguk paham.


"Lalu, apakah ada Mata mata Kekaisaran Matahari yang ikut terbawa?" tanya Di Mo, Wangwang tersenyum tipis.


"Tentu saja ada, dan Mereka akan menerima hadiahnya," jawab Wangwang kemudian menghilang.


"Leluhur?" ucap Kaisar Di menatap Di Mo, Di Mo mengangguk.


"Saran Wangwang benar, kuatkan pertahanan Kekaisaran dan periksa seluruh Prajurit, Mentri ataupun Orang yang berhubungan langsung dengan Istana," ucap Di Mo pasa seluruh Orang di ruangan rapat itu.


"Baik Leluhur!"


...- - -...


Dunia Kecil...


"Bagaimana?" tanya Wangwang yang baru memasuki Dunia kecil, Lin Shan yang menatap berjalannya penempatan Orang orang di Kekaisaran Bintang di Pemukiman baru di Dunia kecil menoleh.


"Sudah, semua sudah di tempatkan dengan pas dan aman," jawab Lin Shan, Wangwang mengangguk.


"Lalu bagaimana dengan mata matanya?" tanya Wangwang lagi dengan dingin, Lin Shan mengangguk.


"5 Orang, berada pada tingkat Bumi," jawab Lin Shan menjentikkan jarinya, 5 Orang Pria kemudian muncul di hadapan Mereka. 5 Orang itu tak bisa bergerak karna Ia sudah di lumpuhkan oleh Lin Shan.


Wangwang mengangguk kemudian tersenyum dingin, Ia mengangkat tangannya dan sebuah api keluar dan melesat membangkar kedua telinga 5 Orang itu.


"Aaakh!" teriak Orang orang itu kesakitan, belum selesai sampai situ, Wangwang maju kemudian menendang kaki Mereka, Kreek..


"Aargh!" teriak Orang orang itu terjatuh berguling kesakitan. Wang wang kemudian menginjak salah satu kepala dari Kelima Orang itu dengan kakinya.


Kreek..


Boom...


Kepala Orang itu langsung retak dan meledak pecah, Wangwang kemudian mengangkat tangannya dan 5 pedang dari api langsung terbentuk, Ia kemudian menjentikkan jarinya dan 5 pedang itu melesat menusuk kaki tangan dan tubub dari salah seorang di antara 5 Orang itu membuat Orang itu langsung berteriak namun segera hilang seiring hilangnya nyawanya.


"Membosankan," ucap Wangwang kemudian mengibaskan tangannya langsung memotong kepala tiga Orang lainnya.


"Sama kejamnya dengan Tuan," ucap Lin Shan, Wangwang tetsenyum mengangkat kedua bahunya.


"Konsekuesi ketularan Adik Ipar sepertinya," ucap Wangwang.


...- - -...


Assalamu'laaikum...


Apa kabar, maaf gak bisa Up banyak banyak dan rutin, tapi Author akan berusaha Up sebanyak mungkin dan sebisanya.


Jadi mohon bantuannya agar membantu Novel ini kembali di kenal.


Terima Kasih...