The System

The System
Kembali ke Daratan Hitam



"Status!"


 


 


[Status :


Nama : Feng


Tingkat Kultivasi : Langit Lapis 1


Pondasi : Berlian


Akar Roh : Kegelapan, Cahaya, Racun, Angin, Air, Api, Tanah


Teknik Budidaya : 7 Tanda Neraka {3 Tanda Penuh}


Teknik Lainnya : Aura Kematian, Segel Semesta, Alchemist Bulan, Jurus 1000 Jarum.


Senjata : Jarum Jiwa


Point : 2 Juta


>> Toko


>> Gacha


>> Keluarga


>> Penjualan


>> Dunia kecil]


Feng mengangguk setelah mengecek Statusnya, Ia kemudian bangkit dari tidurnya dan berjalan ke Kamar Mandi untuk membersihkan diri.


"Ra, bangun, Ayo siap siap lagi, Kita akan segera pergi," ucap Feng membangunkan Rara, Rara menggeliat sebentar kemudian membuka matanya perlahan, Ia bangun kemudian dengan terkantuk kantuk berjalan sempoyongan menuju Kamar Mandi, Feng yang melihat itu hanya tertawa kecil.


"Ah Abang, pas sekali, Rara lagi mandi, Abang tunggu aja di dalam yah, Aku mau cari Makanan dulu," ucap Feng, Wanwan mengangguk mengucap terima kasih lalu masuk sedankan Feng keluar Kamar untuk mencari makanan.


Sambil berjalan Feng tiba tiba merasa Ia harus mengunjungi Kaisar Di sebelum Ia pergi, maka Ia pun memutuskan untuk berjalan menuju Istana. Prajurit Istana yang melihat Feng pun menunduk membungkuk, Mereka tak tau kehebatan ataupun kekuatan apa yang dimiliki Feng, namun yang jelas ini perintah Kaisar Mereka untuk memperlakukan Feng sebaik mungkin.


"Dimana Kaisar Kalian?" tanya Feng pada salah satu Penjaga.


"Kaisar sedang berlatih bersama Tuan Putri Tuan, di Halaman belakang," ucap Prajurit itu hormat, Feng mengangguk kemudian berjalan pergi kemana tempat Kaisar Di berada.


Tak... Tak... Bunyi aduan pedang kayu terus berbunyi semakin cepat, Ayah Anak itu tak ada yang ingin mengalah, namun walau begitu sudah jelas bahwa kekuatan Mereka berbeda jauh. Feng yang melihat Kaisar Di dan Di Shi yang berlatih dengan serius itu, hanya tersenyum tipis. Kemudian tak perlu waktu lama, Kaisar Di dapat mengalahkan Putrinya tersebutt dengan mudah, namun belum sempat Kaisar Di ingin berkata, pedang kayu milik Di Shi yang jatuh tersebut tba tiba bergerak lalu menyerang ke arah Kaisar Di, Kaisar Di dengan cepat menghindar dan menangkis serangan Pedang itu namun beberapa pukulan memang berhasil bersarang di tubuhnya membuatnya meringis kesakitan. Pedang itu kemudian berhenti lalu kembali jatuh tak bergerak, suara tepuk tangan membuat Kaisar Di dan Di Shi menoleh melihat siapa yang bertepuk tangan tersebut.


"Tuan Feng," ucap Kaisar Di dan Di Shi menunduk hormat pada Feng, Feng tersenyum mengangguk kemudian melemparkan sebuah Kitab pada Kaisar Di.


"Pelajari Kitab "Dasar Pedang" itu, agar bisa memperbaiki Ilmu Pedangmu," ucap Feng, Kaisar Di mengangguk berterima kasih dengan hormat.


"Oh, Aku hanya ingin menyampaikan bahwa Hari ini Aku harus pergi dalam jangka waktu yang tak bisa ditentukan, jika Kalian ada urusan bisa Kalian bicarakan pada Kakak Iparku atau Lin Shan," ucap Feng, Kaisar Di dan Di Shi memandang Feng terkejut bahwa mendengar Feng akan pergi, namun kemudian Ia mengangguk hormat.


"Feng Gege!" sebuah suara membuat Feng menoleh begitu juga dengan Kaisar Di dan Di Shi, itu adalah Rara yang datang bersama dengan Wanwan.


"Katanya Feng Gege mau cari makan, kok disini?" cemberut Rara yang sudah kelaparan karna menunggu Feng sejak tadi, Feng hanya tersenyum melihat itu begitu juga dengan Kaisar Di, Di Shi dan Wanwan yang melihat tingkah kekanak kanakan Rara.


- - -


"Baiklah, Kami berangkat dulu," ucap Feng pada semua Orang yang mengantarnya.


"Hati- hati Tuan,"


"Hati hati Kaisar,"


Feng hanya tersenyum mengangguk pada Orang orang itu sedangkan Rara melambai lambai penuh semangat.


"Nanti kalo Rara pulang, buatin makanan yang banyak dan enak buat Rara yah!" ucap Rara pada Orang orang itu yang membuat Orang orang itu terdiam karna tau bahwa makanan yang paling enak bagi Rara hanya buatan Feng saja, Feng hanya tertawa kecil melihat reaksi Orang orang itu kemudian mengajak Rara untuk segera berangkat.


"Ra, Ayo lomba, yang sampai Daratan Hitam duluan, nanti dapat Wortel 5 buah," ucap Feng, Rara yang mendengar itu berkibar semangat dan langsung melesat terbang cepat meningalkan Feng, Feng hanya terssenyum kemudian mengikuti Rara terbang dengan cepat menuju Daratan Hitam.


- - -