The System

The System
Latihan 9



Feng dan Rara kini tengah duduk bermeditasi, di depan Mereka nampak 2 Mutiara berwarna biru dan merah tengah melayang bersinar terang. Perlahan guratan menahan kesakitan nampak di wajah Mereka berdua, hal itu di sebabkan rasa panas dan dingin yang mengalir lewat mutiara itu memasuki tubuh Mereka berdua.


Itu juga bukan sekedar rasa panas dan dingin biasa, melainkan rasa panas dan dingin yang sangat, Feng saja yang memiliki Element Api dan Air masih merasakan panas yang sangat itu apalagi Rara yang tidak memiliki kekebalan akan 2 Element itu.


Feng membuka matanya, Ia sudah selesai lebih cepat menyerap Mutiara itu, kini tubuhnya menambah kekebalan dan kekuatan akan 2 Element itu. Ia menoleh melihat Rara yang masih menyerap dengan keringat bercucuran di seluruh tubuhnya, wajahnya jelas menunjukkan rasa kesakitan, Feng yang melihat itu langsung mengambil posisi duduk di belakang Rara dan menempelkan telapak tangannya di punggung Rara.


Aliran Qi perlahan mengalir dari tubuh Feng ke tubuh Rara, membantu Rara melawan rasa panas dan dingin itu, perlahan wajah Rara membaik hingga Ia selesai menyerap Mutiara itu dan membuka matanya. Feng yang melihat Rara sudah selesai menyerap Mutiara itu tersenyum.Bukannya melepaskan tangannya, Feng justru memeluk Rara erat.


"Ra'er, gak papa?" tanya Feng, Rara membuka matanya menggeleng, "Rara gak papa, kan ada Feng Gege," ucap Rara tersenyum manis. Feng yang mendengar itu memeluk Rara tambah erat, sedangkan Rara juga masuk ke dalam pelukan Feng, mencari posisi paling nyaman.


"Feng Gege," panggil Rara, Feng menoleh menatap Rara, "Ada apa?" tanya Feng lembut sambil mengelus rambut panjang Rara.


"Kapan yah Kita selesai latihan, Rara udah gak sabar ketemu Ran, Rubah jelek, sama yang lainnya," ujar Rara menatap ke arah Lautan luas, Feng tersenyum ikut menatap ke arah Laut.


"Segera, setelah Kita selesai Latihan ini dan menjadi kuat sehingga Kita nanti bisa melindungi Mereka," ucap Feng, Rara mengangguk paham.


...- - -...


Beberapa hari berlalu tanpa terasa, berkat menyerap Mutiara kemarin, kini kecepatan kultivasi Feng dan Rara melesat dengan cepat.


Kini Feng sudah berada di tingkat Langit lapis 5 sedangkan Rara berada pada Tingkat Langit lapis 3. Feng dan Rara yang melihat kecepatan kultivasi Mereka juga terkejut. Hal itu membuat Mereka juga tambah semangat berlatih, tak lupa Mereka juga melatih teknik dan jurus yang sudah Mereka kuasai.


"Baiklah, apakah Kalian sudah siap untuk Latihan selanjutnya sekaligus Latihan terakhir?" tanya Nenek Ki, Feng dan Rara mengangguk yakin.


"Baiklah, Latihan terakhir kali ini adalah Kalian harus bisa melukaiku," ucap Nenek Ki, Feng dan Rara yang mendengar itu terdiam. Mereka berdua memang tak merasakan sedikitpun aura dari tubuh Nenek Ki, namun yang jelas Mereka tau kekuatan Nenek Ki berada jauh di atas Mereka.


Tiba tiba di dekat Mereka muncul 2 Orang, seorang Laki laki dan Perempuan kecil, Feng dan Rara yang melihat itu refleks berkata.


"Dasar Pasangan pengejek, Kalian mau mengejek apa lagi hah?!" ucap Penguasa Dunia kesal, Gadis kecil yang berdiri di sebelahnya juga marah.


"Hmph! Kami kesini karna mau melihat kehancuranmu, bagaimanapun juga Kau tak akan bisa melewati Ujian akhir ini dengan mudah!" ucap Gadis kecil itu. Feng dan Rara mengangguk, Mereka tau itu pasti tidak akan semudah itu.


"Baiklah apakah Kalian siap?" ucap Nenek Ki, Feng dan Rara memasang kuda kuda mengangguk. Nenek Ki mengangguk tersenyum.


...- - -...


Kekaisaran Matahari...


"Bagaimana Leluhur? Bukankah Aku hebat sehingga dapat menjadikan Iblis iblis itu menjadi Anak buah Kekaisaran Matahari," ucap Kaisar Yun, Leluhur Kekaisaran Matahari itu hanya diam memandang kebawah melihat ribuan pasukan yang tengah latihan tersebut.


Ia setuju, menjadikan Iblis sebagai Budak itu memang luar biasa, namun sebagai seseorang pada tingkatan tinggi jelas Ia merasakan perasaan tak enak. Perasaan was was yang kadang bisa menyerang kapan saja, dan itu Ia rasakan dari para Iblis itu.


"Tetap waspada, pastikan Mereka tetap di bawah kendali!" ucap Leluhur Kekaisaran Matahari kemudian berjalan pergi, Kaisar Yun yang melihat itu mengerutkan dahinya, Ia bisa melihat bahwa Leluhurnya tersebut sedang mencemaskan sesuatu, walau Ia tak tau apa itu.


...- - -...


Raja Iblis yang melihat Leluhur Kekaisaran pergi dengan wajah waspada hanya tersenyum, Ia tau pasti Leluhur Kekaisaran Matahari itu merasakan perasaan yang tidak enak yang berasal darinya dan Pasukannya.


"Baru di tekan seperti itu saja sudah panik," gumam Raja Iblis tersenyum tipis, tiba tiba salah satu Iblis yang merupakan bawahannya berjalan mendekatinya dan berbisik.


"Kami sudah menemukan posisi Anak yang memiliki Roh bela diri Kaisar Iblis, Raja."


...- - -...