The System

The System
Permainan Feng 3



"Feng Gege, Kita mau kemana?" tanya Rara bingung saat Feng menggandeng tangannya menuju gerbang Kota.


"Rara mau nonton gak?" tanya Feng, Rara diam sejenak.


"Sambil makan Wortel nontonnya," lanjut Feng membuat Rara mengangguk dengan semangat.


Feng tersenyum kemudian Ia dan Rara kembali lanjut berjalan menuju gerbang Kota.


Sesampainya di gerbang Kota, Feng dan Rara bertemu Penjaga gerbang dan meminta izin untuk keluar Kota sebentar.


Penjanga Kota dengan cepat dan sedikit takut tentu saja memperbolehkan apalagi mengingat kekuatan Feng yang jauh lebih tinggi dari Mereka.


Setelah keluar dari Kota, Feng dan Rara langsung melesat pergi ke Hutan, tak butuh waktu lama Mereka berdua sampai di Hutan dan berhenti di salah satu Pohon besar.


"Ok, Kalian bisa keluar sekarang," ucap Feng berbalik sambil tersenyum.


Prok...


Prok...


Prok...


Tepat di belakang Feng dan Rara kemudian muncul lebih dari 10 Orang dengan pakaian berbeda.


Orang orang itu adalah Orang yang dikirim oleh Kepala Keluarga yang ditolak Feng dan Patriak Ping.


"Kau memang hebat Nak, Kau sudah menyadari kedatangan Kami," ucap Tetua yang dikirim Patriak Ping bertepuk tangan.


"Langsung saja, apa tujuan Kalian?" tanya Feng dingin.


"Hahaha... Apalagi memangnya selain mengambil barang berharga di tubuhmu," tawa Tetua itu, seluruh Orang mengangguk dengan senyuman menatap Feng dan Rara.


"Bagaimana jika Aku bilang bahwa Aku mau bergabung dengan Sekte Naga Langit?" ucap Feng diam diam tersenyum licik.


Semua Orang langsung terdiam termasuk Tetua didepannya yang mengerutkan dahinya.


"Nak, Kau jangan coba membohongiku!" tatap tajam Tetua tersebut, Feng menggeleng lalu menoleh kepada Rara.


"Benarkan Ra?" tanya Feng diam diam mengedipkan matanya.


Rara mengangguk dengan wajah polosnya lalu menatap Tetua tadi.


"Feng Gege sama Rara mau masuk Sekte Naga Langit," ucap Rara dengan wajah polosnya, melihat wajah polos Rara membuat Tetua tersebut dengan mudahnya percaya lalu tersenyum.


"Kalau begitu, ayo ikuti Aku," ucap Tetua tadi tersenyum kemudian berbalik.


"Hey... Apa maksudnya ini?" ucap salah seorang yang dikirim Keluarga Bangsawan.


"Ya, setidaknya serahkan dulu beberapa hartamu," ucap yang lainnya menatap Feng, namun segera saja Ia jatuh berlutut saat Aura menekannya, Aura tersebut berasal dari Tetua tadi.


"Diam! kini Mereka telah masuk ke Sekte Naga Langit, jika Kalian berani menyerangnya maka Kalian ingin bermusuhan dengan Sekte Naga Langit!" ucap Tetua tadi mengeluarkan Aura Tingkat Bumi lapis 5 hingga membuat seluruh Orang terdiam dibuatnya.


"Tetua, bisakah Kau menghapuskan Semut semut ini? Aku takut nanti di masa depan Mereka akan mengangguku atau Gadisku," ucap Feng menatap Tetua tadi dengan tatapan memelas.


"Hey Bocah! Apa maksudmu?!" ucap marah Orang orang tadi.


"Lihatlah Tetua, Mereka bahkan sudah menatapku dengan tatapan mematikan seperti itu," kata Feng menunjuk Orang orang yang menatapnya marah.


Tetua tadi terdiam sejenak kemudian mengangguk.


"Hama memang harus dimusnahkan terlebih dahulu," ucap Tetua tadi mengeluarkan Pedang dari Cincin Ruangnya.


"Hey! Kau!" ucap Orang orang didepan Mereka memasang kuda kuda dan memegang senjata.


Tetua tadi tanpa basa basi langsung maju menyerang kerumunan Orang tersebut.


Orang orang tersebut ada pada Tingkat Emas lapis 7-10 sedangkan Tetua tadi ada pada Tingkat Bumi lapis 5, sungguh perbedaan yang jauh.


Sedangkan dari jauh Feng tersenyum licik kemudian menoleh menatap Rara lalu mengeluarkan 3 Wortel dan Ia berikan pada Rara.


"Mari Kita menonton," ucap Feng duduk di salah satu ranting Pohon, Rara mengangguk dengan semangat dan mengikuti Feng lalu menggigit Wortelnya.


Pertarungan yang harusnya sebentar karna perbedaan Tingkat kekuatan yang jauhpun jadi lama karna Orang yang dilawan Tetua tadi ada banyak.


Kurang lebih 3 Jam sebelum pertarungan berakhir dengan kemenangan di Tetua tadi.


Seluruh Orang dibunuh olehnya sedangkan Ia sendiri juga terluka parah.


"Hah.. Hah.. Hah.. Dasar Hama hama tak berguna!" ucap Tetua tadi tersenyum bangga karna berhasil menang.


Wushh..


Jleb..


Sebua jarum tepat melesat ke arah leher Tetua tadi dan menembusnya, mata Tetua tadi terbelakak lalu melihat kebelakang.


Siapa lagi Pelakunya kalau bukan Feng, Feng tersenyum kasihan pada Tetua tersebut.


"Kau!" ucapan Tetua tersebut tertahan saat jarum tadi kembali menembus kepalanya.


Jarum itu pada akhirnya menembus jantung Tetua tersebut dan membunuhnya saat itu juga.


"Dasar Hama tak berguna," ucap Feng tersenyum licik.


Ia kemudian berbalik dan membisikkan sesuatu kepada Rara, Rara mengangguk paham kemudian Ia dan Feng pergi melesat kembali ke Kota.


...- - -...


"Hah... Hah... Hah... Penjaga Kota, disana ada Orang bertarung!" ucap Feng bersandiwara.


Penjaga Kota menyeritkan dahinya lalu menatap Feng.


"Aku melihat Orang bertarung disana, itu adalah Orang dengan baju Sekte Naga Langit dan baju beberapa Keluarga Bangsawan!" ucap Feng lagi, mendengar hal tersebut membuat mata Penjaga Kota terbelakak tak percaya.


Penjaga Kota tersebut tanpa berkata kata langsung melesat menuju arah yang di tunjuk Feng, Feng hanya tersenyum licik kemudian masuk ke dalam Kota diikuti Rara.


"Feng Gege, bulankah bohong itu tak boleh," ucap Rara menatap Feng dengan mata polosnya.


Feng terbatuk batuk mendengar hal tersebut lalu menoleh pada Rara sambil tersenyum.


"Adakalanya Kita diperbolehkan berbohong, apalagi saat Kita dihadapkan dengan Orang jahat seperti tadi," jelas Feng, Rara mengangguk paham.


"Feng Gege gendong," ucap manja Rara mambuka tangannya, Feng tertawa kecil lalu membuka tangannya juga.


Rara kemudian melompat masuk ke pelukan Feng dan Mereka akhirnya kembali berjalan ke arah Penginapan.


...- - -...


Disisi lain, para Penjaga Kota dibuat terbelakak saat apa yang dikatakan Feng adalah kebenaran dan lagi yang membuat Mereka terkejut adalah saat tau Orang orang yang bertarung adalah Orang orang dari Sekte Naga Langit dan Keluarga Bangsawan.


"Ini pertarungan?" tanya salah satu Penjaga Kota.


"Bodoh, tentu saja ini pertarungan, lihat saja bekas bekasnya," ucap Penjaga Kota yang kain sambil menunjuk beberapa bekas pertarungan seperti sabetan Pedang, bekas ledakkan di Tanah dan Pohon.


"Lalu bagaimana?"


"Tentu saja melaporkannya ke Sekte Naga Langit dan Keluarga Bangsawan terlebih dahulu."


Semua Penjaga Kota mengangguk paham kemudian melesat kembali ke Kota kemudian berpencar menuju masing masing tempat Sekte Naga Langit dan Keluarga Bangsawan.


...- - -...