
"Eh, Rara mana Feng?" tanya Wangwang begitu melihat Feng datang ke meja makan sendiri. Feng tersenyum tipis mengangkat kedua bahunya, Wangwang yang tau maksud Feng membuka mulutnya.
"Astaga, Kalian sudah bermain seharian penuh lihatlah! Hari juga sudah Malam, seberapa ganas Kau Feng?" tanya Wangwang menggelengkan kepalanya, Feng hanya tertawa kecil mendengar itu.
Ia dan Rara memang sudah berada di Kamar seharian penuh, dan selama itu juga Feng tanpa kasihan menggempur Rara dan ya... Rara juga menyukainya.
Kini Feng dan Wangwang berada di meja makan di Istana Dunia Kecil Feng, di karenakan di Kekaisaran Bulan sendiri Orang juga masih banyak yang berpesta sehingga Ia tak mau mengganggunya.
"Jadi apa Rencanamu setelah ini?"
"Kau juga sudah menjadi Penguasa Alam Manusia, lalu apa lagi yang harus dilakukan?" tanya Wangwang menyuap nasinya.
Feng menggeleng.
"Misiku belum selesai Bang, Alam Manusia ini hanyalah sekedar Alam terkecil di banding 2 Alam lainnya, Alam Dewa dan Alam Iblis. Kemudian yah... Aku juga harus ke sana."
Wangwang yang mendengar penjelasan Rara menghentikkan gerakan sendoknya kemudian meletakannya sambil menghela nafas.
"Hahhh... Baiklah, Aku tau Kau pasti tak akan terkekang hanya di Alam ini, tapi kemanapun itu pesanku cuman satu sebagai Abang Iparmu."
Wangwang menarik nafasnya.
"Tolong jaga Rara dengan sepenuh jiwa dan ragamu, jangan biarkan Ia terluka barang sedikitpun apalagi sampai mengancam nyawanya, Aku mohon."
Feng yang mendengar perkataan Wangwang yang memohon itu tersenyum tipis kemudian mengangguk.
"Itu sudah pasti Bang, bagaimanapun juga, Rara yang sudah membantu dan berjuang bersamaku sampai ke titik ini."
"Dimanapun dan Kapanpun itu, Aku Feng sebagai Suami Rara, akan terus melindungi dan menyayanginya, bahkan jika seluruh Dunia membenci dirinya, Aku akan berada di sisinya untuk melawan Dunia."
"Aku juga tak akan menduakannya dengan siapapun, Abang bisa pegang kata kataku," ucap Feng sambil tersenyum pasti.
"Baiklah, tapi Kau tak mungkin langsung melakukan itu bukan setelah Malam bersejarah Kalian?" ucap Wangwang sambil tertawa kecil.
Feng tersenyum, mengangguk.
...- - -...
Esoknya...
"Sayang, bangun yuk," ucap Feng pada Rara lembut sambil mengelus kepala Rara yang masih bergelung dengan selimutnya.
Rara menggeliat, bergumam kecil, Feng yang melihat itu tersenyum gemas. Lalu dengan tiba tiba Ia mengangkat tubuh kecil Rara lalu menggendongnya ke Kamar mandi.
Rara yang di gendong tiba tiba tentu saja terkejut dan langsung membuka matanya lebar.
"Ikh... Feng Gege!" kesal Rara meronta, Feng tertawa masih menggendongnya.
...- - -...
"Hmph!" kesal Rara menggembungkan pipinya, berjalan sambil menghentak hentakkan kakinya kesal.
Feng yang tau Rara sedang ngambek karna kejadian tadi pagi hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.
Tiba tiba sebuah aroma sedap memasuki indra penciuman Mereka, Rara yang sedang ngambek merubah ekspresinya lalu menatap sekitarnya, mencari tau asal aroma itu.
Tatapannya kemudian terhenti pada sebuah toko di pinggir jalan, Pemilik tokonya tampak sedang berteriak teriak menawarkan jajanannya sambil tangannya mengipasi sesuatu yang Ia bakar.
Orang orang juga ramai berkerumun di sekitar toko itu, berebuatan ingin membeli.
Rara tiba tiba muncul di samping Feng kemudian memeluk tangannya manja.
"Feng Gege... mau itu," ucap Rara dengan imut, Feng yang melihat ekspresi menggemaskan Rara tak dapat menahan hatinya kemudian mengangguk sambil mencium pucuk kepala Rara.
Orang orang yang tak mengenal Feng dan Rara, namun melihat betapa Ganteng dan Cantiknya Mereka sehingga tanpa sadar memberi jalan untuk Mereka berdua. Feng yang melihat itu hanya tersenyum tipis kemudian lanjut berjalan bersama Rara ke toko itu.
"Siapa Mereka berdua? Ganteng dan cantik sekali, seperti Dewa dan Dewi," bisik Orang orang itu, Feng yang mendengar itu hanya tersenyum tipis, berbeda dengan Rara yang mendengar itu dan langsung berjalan bak seorang Artis Internasional.
Feng yang melihat kelakuan Rara hanya menggeleng tertawa kecil.
"Tuan dan Nona, mau pesan apa?" tanya Pemilik Toko itu ramah, Feng tersenyum menatap Rara.
"Biar Istriku yang memilih," jawab Feng tersenyum menatap Rara, semua Orang yang mendengar itu membuka matanya terkejut.
"Istri?!" ucap Mereka terkejut, tentu saja Mereka terkejut, Feng yang masih tampak muda dan juga Rara yang masih seperti Anak kecil, dan Mereka sudah... Menikah?!
"Oh, Kalau begitu silahkan pilih."
Rara mengangguk semangat, kemudian melihat lihat jajanan Pemilik Toko itu bolak balik, mencicipi yang satu lalu mencicipi yang lainnya. Setelah beberapa saat Rara kembali ke samping Feng sambil jari telunjuknya di bibir, berpikir.
"Em... Rara mau semuanya Feng Gege..."
Feng tersenyum mengangguk.
"Baiklah, kalau seperti itu Kami beli semuanya."
Semua Orang yang mendengar perkataan Feng terkejut, Feng yang paham akan situasinya langsung menjentikkan harinya kemudian sebuah kotak besar muncul.
"Di dalam situ ada Koin emas, sebagai ganti rugi karna Kalian tak dapat dan sebagai bayaranku," ucap Feng, semua Orang yang semula cemberut merubah ekspresinya, begitu juga sang Pemilik toko yang langsung dengan semangat membukus pesanannya.
...- - -...
"Em... Enakkk! Feng Gege mau?" tanya Rara dengan mulut terus mengunyah, Feng tersenyum kemudian memakan jajanan yang ada di tangan Rara.
"Ikh, Feng Gege! Ini kan banyak, kenapa itu yang di ambil!" kesal Rara, Feng tersenyum mengacak acak rambut Rara.
"Dari tangan Rara rasanya lebih enak," jawab Feng tersenyum, Rara yang mendengar itu entah kenapa tiba tiba tersipu malu, dan itu tentu saja membuat Feng tertaws kecil.
"Kita mau kemana lagi Feng Gege?" tanya Rara.
Feng tersenyum.
"Mau menikmati dan menjelajahi Dunia bawah?" tanya Feng, Rara yang mendengar itu terdiam sejenak kemudian mendongak menatap Feng.
"Banyak Makanannya?" tanya Rara yang langsung di jawab anggukan pasti oleh Feng, Rara langsung melompat semangat.
"Ayo!"
...- - -...
Maka Hari itu Rara dan Feng pertama kali memulai Liburan Mereka dari Kekaisaran Bintang.
"Salam Penguasa!" ucap Kaisar Gu begitu melihat Feng dan Rara datang ke Kekaisaran Mereka, Feng tersenyum mengangguk menjawab itu.
"Aku hanya ingin menikmati sedikit Kekaisaran Bintang, jadi Aku bisa sendiri." ucap Feng saat melihat Kaisar Gu banyak menyiapkan pasukan untuk mengawal Feng.
Kaisar Gu yang mendengar itu mengangguk hormat kemudian menyuruh Pasukannya kembali ke tempatnya masing masing. Kaisar Gu kemudian menjelaskan tempat tempat bagus di Kekaisaran Bintang sambil sesekali juga menjelaskan keadaan Kekaisaran Bintang yang sedang dalam tahap perbaikan sekarang.
Feng mengangguk kemudian pergi bersama Rara menuju tempat tempat yang di rekomendasikan Kaisar Gu itu.
Mulai dari Pasar, tempat tempat bernuansa Alam dan tempat tempat bersejarah, Feng dan Rara kunjungi dan nikmati, itu tentu saja termasuk kulinernya yang ingin Rara terus coba.
...- - -...