
Orang orang disana yang melihat kekejaman Feng menelan ludahnya kasar, apalagi Orang yang kini tengah di tarik Di Mo.
Feng sendiri menghirup nafas lega setelah membunuh kemudian menoleh menatap kelompok Kekaisaran Bulan.
"Peringatkan kelompok Kalian jika tak ingin bernasib sama dengan Mereka," ucap Feng, kelompok Kekaisaran Bulan mengangguk cepat kembali menunduk takut.
"Kelelawar keluarlah," ucap Feng, kemudian 35 Kelelawar tiba tiba muncul didepan Feng, hal tersebut tentu saja mengejutkan Orang disana.
35? Ya hanya 35, bukankah 10 Kelelawar sudah di gunakan untuk mengawasi Kekaisaran Matahari, dan 5 lagi untuk melindungi Kota Biru.
"5 Kelelawar pergi bawa kepala kepala itu Kekaisaran Bintang sebagai peringatan sedangkan sisanya bawa Orang orang di belakangku ke Kekaisaran Bulan," ucap Feng.
Kelelawar kelelawar itu mengangguk kemudian langsung melakukan apa yang di suruh Feng, kelompok Kekaisaran Matahari juga terdiam ketakutan saat di bawa Kelelawar kelelawar itu karna melihat betapa seramnya dan besarnya Aura yang di keluarkan Kelelawar kelelawar itu.
Feng kemudian beralih menatap Rara.
"Ra, buat sayap, Kita akan pergi duluan," ucap Feng, Rara mengangguk kemudian sayap dari Angin muncul di punggungnya.
Old Xi dan yang lainnya melihat hal tersebut menahan nafasnya, kini Ia benar benar yakin harus menunduk di hadapan Orang seperti Feng dan Rara mengingat betapa hebat dan kuatnya Mereka berdua.
"Di Mo, jaga Semut semut itu di perjalanan, Kami akan pergi duluan," ucap Feng menatap Di Mo.
"Baik Tuan," patuh Di Mo.
Rara kemudian terbang dengan sayapnya sedangkan Feng tak menggunakan sayap karna Ia sudah mencapai Tingkat Langit dan dapat mengatur Qi dengan sempurna.
Wuuush...
Feng dan Rara langsung melesat menuju terbang menuju Kekaisaran Bulan.
Ol Xi, Wang Yi, Di Shi dan yang lainnya menatap Feng dengan kagum, takut dan hormat. Sudah dapat dilihat dengan jelas siapa yang lebih kuat antara Feng dan Kaisar Di yang merupakan Kaisar dan Orang terkuat di Kekaisaran Bulan.
"Jangan pernah menyinggungnya atau Kalian akan bernasib sama dengan tubuh tubuh itu," ucap Di Mo menunjuk tubuh Orang orang Kekaisaran Bintang.
Old Xi dan yang lainnya melihat hal tersebut masih di buat merinding ngeri.
"Baik Kaisar Leluhur," ucap Mereka kompak.
...- - - ...
5 Hari kemudian...
"Salam Kaisar!" ucap Lin Shan dan seluruh Pasukan Reinkarnasi kompak.
Feng hanya mengangguk sekilas lalu menatap Lin Shan.
"Sediakan satu ruangan besar yang kosong," ucap Feng, Lin Shan mengangguk cepat apalagi sejak awal Ia sudah merasakan ada Aura kebencian yang pekat keluar dari dalam tubuh Feng.
Pasukan Reinkarnasi yang lain juga merasakan Aura itu membuat Mereka menunduk takut.
Namun secara tiba tiba Aura itu hilang membuat semua Orang bernafas lega.
Feng menoleh pada Rara yang tertidur malas di punggungnya, bukan tidur sungguhan hanya tidur tiduran.
"Ra, bukankah Kau ingin menghukum Mereka," ucap Feng tersenyum lembut pada Rara sambil menoleh ke Pasukan Reinkarnasi.
Mata Rara dan Pasukan Reinkarnasi terbuka lebar, Rara sendiri langsung turun dengan semangat dari gendongan Feng berbeda dengan Pasukan Reinkarnasi yang langsung takut dan berdebar debar di saat yang bersamaan.
"Hukumannya adalah masak yang enak dan banyak untuk Rara," ucap Rara tersenyum lebar.
"Ra, pergilah awasi Mereka memasak, kalo gak enak suruh masak ulang," ucap Feng, Rara mengangguk semangat lalu menatap Pasukan Reinkarnasi sambil tersenyum.
Pasukan Reinkarnasi hanya mengangguk angguk pasrah kemudian bersama berjalan menuju dapur diikuti Rara.
Feng tertawa kecil beberapa saat kemudian tiba tiba wajahnya kembali menjadi dingin.
Aura kebencian dan dendam keluar dengan pekat dari dalam tubuhnya membuatnya seakan akan Iblis yang membuat siang yang terang menjadi malam malam yang gelap.
...- - -...
"Yun Feng, Kau tak bisa melakukan ini pada Kami, bagaimanapun darah Ibu Permaisuri dan Ayah Kekaisaran Matahari mengalir di darahmu!" teriak Pangeran Kedua pada Feng yang duduk dengan kursi di depan Mereka.
Feng yang mendengar itu hanya tersenyum sinis.
"Heh hanya darah, tenang saja Aku tak akan menggunakan darah kotor ini untuk Orang lain, darah ini hanya di gunakan khusus untuk menyiksa Kalian," sinis Feng tersenyum psikopat.
"K-kau Iblis! Kau G-gila!" teriak takut Han Si.
Feng hanya tersenyum kemudian mencengkram rahang bawah Han Si.
"Oh, Iblisan siapa antara Aku dan Orang orang yang telah membunuhku dengan piciknya hah," lirih Feng kejam.
"B-bagaimana bisa?!" ucap Ning Mei masih tak percaya apa yang terjadi padanya.
Feng hanya tersenyum sinis mendengar hal tersebut kemudian membuka mulutnya.
"Lin Shan, bawa Baji_gan penuh nafsu yang sudah Kau kumpulkan disini dan biarkan Mereka menikmati tubuh 2 Ja_ang ini didepan Mereka," ucap Feng tersenyum kejam.
Mendengar hal tersebut membuat Ning Mei dan Han Si gemetaran karna takut, Mereka berdua memang sudah tak perawan lagi namun tentu saja Mereka juga sangat takut tubuh Mereka di jamah oleh Baji_gan hidung belang itu.
"Terkutuk Kau Feng, Ayahku pasti membalas ini?!" teriak Han Si pada Feng yang berdiri berjalan keluar ruangan.
"Terkutuk? bahkan jika itu kutukan terkuat di semesta ini akan ku hancurkan dengan 1 jentikan," lirih Feng terdengar cukup jelas.
Kemudian beberapa Orang masuk kedalam ruangan, gendut, hitam, kumal, kekar dan berbagai macam Orang dengan ciri fisik yang berbeda beda ada.
Feng menatap tajam Orang orang tersebut membuat Orang orang itu gemetar karna takut, saat Mereka dipaksa berkumpul saja Lin Shan sudah menggunakan kekejaman apalagi saat bertemu Tuannya Lin Shan.
"Di antara Kalian siapa yang H_mo," ucap Feng pada sekumpulan Orang orang itu.
Beberapa Orang langsung mengangkat tangannya dengan takut takut.
"Bagus, maka silahkan nikmati tubuh Orang orang di belakangku dengan kasar," ucap Feng berlalu pergi.
Hal tersebut tentu saja mengejutkan Da Bai, Ru Lang, Pangeran Ketiga dan Pangeran Pertama.
"Siala_ Kau Feng! Kau Iblis!" teriak samar samar Mereka pada Feng yang berjalan keluar ruangan.
Di sisi lain, Orang orang yang di kumpulkan Feng langsung tersenyum satu sama lain dengan senyuman menjijikan kemudian menatap Ning Mei, Han Si, Da Bai, dan yang lainnya dengan tatapan penuh nafsu.
"J-jangan mendekat, Aku Putri Mentri Kekaisaran Matahari, Ayahku akan memburu Kalian jika berani menyentuhku?!" teriak Han Si namun tak dihiraukan Orang orang itu.
Da Bai dan yang lainnya juga mengancam Orang orang itu namun tak di hiraukan dan Mereka mulai menyerang Da Bai dan yang lainnya.
Feng yang sedang duduk diluar rungan dengan Lin Shan di belakangnya tersenyum sambil menyesap kopinya saat mendengar erangan, teriakan kesakitan, umpatan dari dalan ruangan didepannya.
...- - -...