
Feng dan Rara kini tengah berjalan dengan santai di Hutan menuju Kekaisaran Bulan, Rara menggenggam tangan Feng sambil bersenandung kecil.
"Feng Gege," panggil Rara membuat Feng menoleh.
"Feng Gege kenapa gak langsung hancurin Kekaisaran Matahari aja, kan mudah, Rara aja bisa," tanya Rara pada Feng, Feng yang mendengar itu tersenyum kecil.
"Itu kurang seru," jawab Feng, kini giliran Rara yang menoleh bingung mendengar itu.
"Seru?" ucap Rara bingung, Feng mengangguk.
"Kalau Kita menghancurkan langsung sarang Lebahnya maka Beruangnya tak akan segera datang, tapi lain jika Kita mengambil madu sedikit demi sedikit dari sarang lebahnya, maka nanti saat Kita mengambil seluruhnya Beruangnya akan langsung muncul," jelas Feng tersenyum tipis melihat Rara yang terdiam sejenak kebingungan atas apa yang Ia dengar dari Feng.
"Paham?" tanya Feng, Rara diam sejenak kemudian mengangguk tampak seperti paham walau Feng tau sebenarnya Rara tak paham.
"Bagusss... Istriku dah besar ternyata," puji Feng mengacak rambut Rara, Rara menggembungkan pipinya kesal.
"Hmph! Rara kan emang dah besar," ucap Rara kesal menggembungkan pipinya gemas, Feng yang melihat itu langsung menarik narik pipi Rara.
"Fweng Gwegwe, swakit," ucap Rara, Feng hanya tertawa kecil.
"Hmph! Pokoknya Rara ngambek," ucap Rara memalingkan mukanya, Feng yang melihat itu tersenyum kemudian mencium pipi Rara.
Cup...
Rara yang tiba tiba di cium langsung memerah pipinya dan mukanya, Ia menunduk malu.
"Cieee malu," ejek Feng.
"Ikh... Feng Gege!" rajuk Rara masih dengan muka memerah.
"Ahaha... maaf maaf, sini peluk," ucap Feng membuka tangannya, Rara tanpa aba aba langsung melompat masuk ke pelukan Feng dan memeluknya erat.
...- - -...
Istana Kekaisaran Matahari...
"Bagaimana? apakah sudah ada kabar tentang kemana hilangnya Orabg orang di Kekaisaran Bintang?" tanya Kaisar Yun pada Mentrinya, Mentrinya menggeleng.
"Kabar soal hilangnya Orang di Kekaisaran Bintang belum di temukan Kaisar, namun Kami punya kabar baru yang mengejutkan," ucap Mentrinya itu, Kaisar Yun mengangkat sebelah alisnya.
"Kabar apa itu?" tanya Kaisar Yun.
"Seseorang Misterius muncul melindungi Kota Biru di perbatasan Kekaisaran Bulan, Ia meratakan ratusan Prajurit Kita hanya dengan satu jentikan," ucap Mentri tersebut, Leluhur Kekaisaran Matahari yang dari tadi diam menutup matanya langsung membuka matanya begitu mendengar itu.
"Apa ciri khasnya?" tanya Leluhur Kekaisaran Matahari itu.
"Serangan itu bertipe element Racun, Leluhur," jawab Mentri itu, Leluhur Kekaisaran Matahari itu diam sejenak kemudian mengangguk.
"Tarik seluruh Pasukan dari semua wilayah, Kita akan bersiap langsung menyerang Kekaisaran Bulan," ucap Leluhur Kekaisaran Matahari itu kemudian menghilang pergi, semua Orang di ruang rapat yang mendengar itu terkejut.
"Jalankan, Jalankan apa yang di perintahkan Leluhur," titah Kaisar Yun.
"Siap Kaisar!"
...- - -...
"Bagaimana?" tanya Leluhur Kekaisaran Matahari pada Roh beladirinya, Roh Beladirinya diam sejenak kemudian mengangguk.
"Aku sudah berhasil menghubungkannya, hanya Roh Kita yang dapat ke sana dan itu debgan waktu terbatas," jawab Roh Beladirinya.
Leluhur Kekaisaran Matahari tersebut mengangguk kemudian mengambil posisi duduk bermeditasi dan memejamkan matanya.
...- - -...
Kaisar Dewa yang sedang duduk bermeditasi membuka matanya, kemudian 2 buah Roh muncul di depannya, itu adalah Roh seorang Manusia dan Burung berkepala 3.
"Hormat Tuan!" ucap Burung berkepala tiga itu menunduk diikuti oleh roh Manusia itu, Kaisar Dewa yang melihat itu hanya diam.
"Kau menjadi roh beladiri seorang Manusia rendahan?" tanya Kaisar Dewa dingin, Roh Burubg berkepala tiga itu mengangguk.
"Tuan tenang saja, walau Dia seorang Manusia, tapi Ia beradah di pihak Kita dan akan membantu Kita," jawab Roh Burung berkepala tiga itu, Kaisar Dewa yang mendengar itu masih memasang muka dingin.
"Apa bukti dan alasannya bahwa Ia di pihak Kita?" tanya Kaisar Dewa lagi dingin, Roh Burung berkepala tiga itu mengangguk kemudian menatap Roh Leluhur Kekaisaran Matahari itu.
"Kalau soal itu, Ia sendiri yang akan menjelaskannya Tuan," jawab Roh Burung berkepala tiga tersebut, Roh Leluhur Kekaisaran Matahari itu kemudian menunduk.
"Sebagai bukti bahwa Aku berada di pihak Tuan, Aku akan memberikan Informasi tentang Orang yang membuat banyak perubahan di Dunia Manusia beberapa waktu ini Tuan," ucap Roh Leluhur Kekaisaran Matahari itu.
"Oh? Siapa itu?" tanya Kaisar Dewa mulai tertarik.
"Itu adalah Mantan keuturunan Kaisar Kekaisaran Matahari, namanya Feng, Ia adalah seorang cacat yang kemudian di hukumi di buang ke Jurang Kematian, namun Ia entah mendapat keajaiban apa sehingga bisa menjadi seperti itu," jelas Roh Leluhur Kekaisaran Matahari itu.
"Dan untuk alasannya Aku berada di pihak Tuan, Aku harap setelah Tuan menguasai 3 Alam, Aku ingin menjadi Penguasa Dunia Manusia," lanjut Roh Leluhur Kekaisaran Matahari.
"Baiklah, alasanmu bisa di terima, lalu bagaimana Kau membuktikan akan bermanfaat bagi Ku?" tanya Kaisar Dewa, Roh Leluhur Kekaisaran Matahari yang mendengar itu mengangguk.
"Sekarang Aku sedang mempersiapkan Pasukan besar besaran untuk menyerang Kekaisaran temoat Orang itu berada Tuan, Aku akan berusaha mengurangi sebanyak mungkin bantuan dan Pasukannya," jawab Roh Leluhur Kekaisaran Matahari itu, Kaisar Dewa mengangguk.
"Baiklah, buktikan perkataanmu itu dan Aku akan menerimamu," ucap Kaisar Dewa, Roh Leluhur Kekaisaran Matahari mengangguk.
"Baiklah Tuan, kalau begitu Kami pamit," izin Roh Burung berkepala tiga, Kaisar Dewa mengangguk mengibaskan tangannya, menyuruh segera pergi. Roh Burung berkepala tiga dan Roh Leluhur Kekaisaran Matahari pun perlahan menghilang.
Brak...
Kaisar Dewa memukul singgasananya kembali setelah itu, Ia lalu menatap ke arah langit.
"Kau meremehkanku Langit dengan Manusia rendahan itu?" gumam Kaisar Dewa kemudian tertawa.
"Ahahaha... Mustahil!" tawa Kaisar Dewa itu dengan aura kematian meluap luap.
...- - -...
"Bagaimana?" tanya Burung berkepala tiga itu ke Leluhur Kekaisaran Matahari, Leluhur Kekaisaran Matahari itu mengelap keringat yang mengalir di dahinya, keringat dingin karna takut.
"Ia benar benar seorang Kaisar Dewa, Ia bahkan belum mengeluarkan auranya untuk membuatku terasa sangat tertekan," ucap Leluhur Kekaisaran Dewa itu, Burung berkepala tiga itu mengangguk.
"Sekarang Kau harus penuhi kata katamu dan buat Kaisar Dewa puas, dengan itu, ambisimu menjadi Penguasa Mutlak Dunia ini akan terwujud," ucap Burung berkepala tiga itu, Leluhur Kekaisaran Matahari itu mengangguk kemudian bangkit dari duduknya.
"Aku pasti akan menjadi Penguasa Mutlak Alam ini?!" gumamnya penuh ambisi.
...- - -...
Di tempat Feng...
Feng terdiam sejenak kemudian tersenyum.
"Beruang sudah mulai terpancing," gumamnya tersenyum tipis.
"Beruangnya udah mau datang Feng Gege?" tanya Rara yang mendengar gumaman Feng, Feng tersenyum mengangguk laku mengacak rambut Rara.
"Iya, tapi Ia belum mau datang karna takut oleh bau Rara," ucap Feng tersenyum jail.
"Iiiikh... Feng Gege!" jawab Rara kesal, Feng hanya tertawa tawa kemudian lari di kejar Rara.
...- - -...